Tips Singkat “Menulis Fiksi”

“PANDUAN MENULIS FIKSI UNTUK PEMULA” (karya Silvester&Alexander) :
>>Tiga aturan untuk sukses menulis adalah : 1) banyak membaca; 2) banyak menulis; 3) banyak membaca lagi, banyak menulis lagi. (Robert Silverberg)

** 4) banyak mengamati (lebih diasah lagi kepekaan seluruh indera di tubuh kita), Mulailah mengamati apa yang ada disekitar kita. Semuanya. Amati dengan baik, dan jangan sepelekan detil.

**Detil (detail) = spesifikasi, sesuatu yang kecil, sering diremehkan, nyaris kasat mata, dianggap tidak penting.

Semua fiksi merupakan proses membayangkan. Apapun yang Anda tulis,dalam genre atau media apapun, tugas Anda adalah menyusun segala sesuatunya dengan cara meyakinkan, menarik, dan baru. (Neil Gaiman)

Cerpen dirancang untuk menyampaikan gagasan dalam jumlah halaman sesedikit mungkin. Jumlah yang terlalu banyak sudah ketinggalan. Seorang cerpenis yang bagus belajar hanya memasukkan informasi yang paling penting. (Orson Scott Card)

Jika anda tidak punya nyali untuk menulis sesuatu yang sangat-sangat buruk, maka akan sangat sulit untuk menulis sesuatu yang sangat bagus. (Steven Galloway)

Lebih baik menulis sebuah draft tulisan yang buruk ketimbang tidak pernah menulis draft sama sekali. (Will Shetterly)

“Inspiring Words for Writers” karya M.Fauzil Adhim :
Tak ada resep yang lebih baik untuk menjadi penulis, kecuali dengan menulis sekarang juga.

Penulis besar menuangkan kata karena membaca.

Banyak orang sibuk menganeh-anehkan diri agar disebut sastrawan dan seniman. Padahal para sastrawan berteman dengan kesedihan agar bisa menuturkan dengan sederhana.

**Penulis tidak melulu harus melankolis atau memiliki pribadi sejenis itu. Namun, sisi melankolis cukup membantu dan menguntungkan. Melankolis mampu menghasilkan sebuah kepekaan dalam mengamati dan membayangkan kelangsungan cerita yang kita buat. Emosi penulis bermain didalamnya. (just my subjektive view, hehe)

Tips Menulis Cerpen Penulis Senior  (dari majalah MATA BACA September 2005) :

>>Hamsad Rangkuti :
-Semakin banyak membaca, semakin banyak yang bisa diperoleh.
-Dialog dan narasi akan datang susul menyusul, begitu latar,tokoh dan peristiwa ditemukan.

>>Isbedy Stiawan :
-Siap disiplin terhadap waktu, pikiran, dan jangan sampai mengabaikan disiplin.
-Dimuat atau ditolak, selalu menanamkan diri untuk berprasangka baik, bagus untuk pengembangan mental kita saat menulis.
-Berusahalah semaksimal mungkin. Setelah naskah jadi, tugas redaktur mau memuatnya/tidak.

>>Kurnia Effendi :
-Jika mood hilang, lakukan pekerjaan rutinmu atau mengerjakan yang disukai. Jangan menunggu mood!
-Disiplin dalam menulis sangat dianjurkan, tapi jangan perlakukan diri seperti robot.
-Harus arif menerima jika cerpen ditolak. Tidak semua cerpen cocok untuk media massa tertentu.

http://www.kemudian.com/node/23110 (** dengan sedikit tambahan), dan beberapa tulisan yang saya sunting

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: