Resolusi 13

Bogor.
Deskripsi untuk kota kecil yang satu ini tidak cukup bila aku yang menulis. Mengecewakan sekali. Betapa aku baru mengetahui beberapa diantara sekian banyak wisata kuliner yang murah meriah dan enak disini, dari tayangan TV. ๐Ÿ˜ฆ

makaroni panggangTerakhir, hari Minggu, tanggal 13 Januari 2013, aku diundang seorang master sejarah ๐Ÿ˜€ Beliau ini alumni LIPIA, hadir bersama 2 orang kawan lamanya; yang satu berbicara penuh strategi politik, pendengar yang baik, sekilas wajah mirip Anis Matta (dari samping) ๐Ÿ˜› dan yang satu lagi keep calm, solutif, menghanyutkan. Mereka adalah orang-orang besar yang sangat menyukai diskusi. Tiga bapak-bapak yang membuatku tersenyum dan begitu saja terpikir “beginikah reuninya orang-orang yang menjadi penggerak dakwah tataran negara? Begitu hangat, riang, dan seru.” Alhamdulillah, sekali lagi, Alloh berkehendak mempertemukanku dengan 3 orang ini. kami dipertemukan di salah satu tempat kuliner yang ternyata cukup murah untuk kalangan muda dan dewasa, nyaman, dan makanannya juga enak. Ditempat itulah aku memulai sebuah langkah besar untuk tahun ini. Tahun yang tidak akan begitu saja menjadi buih tanpa manfaat apapun untuk sekitar. Tidak akan kubiarkan kesalahan tahun lalu terulang kembali. InsyaAlloh.. ๐Ÿ™‚

Ternyata The Reading Room, salah satu tempat yang masuk ke dalam daftar impianku, pemiliknya adalah teman beliau. Baiklah, kalau begini aku akan sering-sering berdiskusi dengan beliau dan pemilik The Reading Room, hehe ๐Ÿ™‚

Kami berdiskusi banyak hal. Tentang para tokoh pemerintahan dan negara ini dengan segala – maaf – kebusukan di dalamnya. Tentang strategi yang harus kami – sebagai mahasiswa – lakukan untuk melawan hegemoni yang datang bertubi-tubi. Tentang bagaimana pasca kampus yang akan kami (aku dan 3 temanku yang hadir juga saat itu) hadapi, mau tidak mau, suka tidak suka. Ya! beberapa bulan terakhir, aku semakin merasakan sulitnya kehidupan diluar sana, diluar kampus yang nyaman. Ketika ada yang mengatakan, keluarlah dari zona nyaman. Aku sedang melakukan itu selama 6 bulan terakhir. Mencoba melakukan berbagai perjalanan dan mengambil tantangan apapun didalamnya. Ketika aku menolak untuk mengisi miniatur kenegaraan di dalam kampus, maka pilihanku bukan tentang “AKU” lagi. Tapi mereka. Mencoba warna baru dengan banting setir, berjalan pelan menuju realitas. Bahaya, penuh intrik, kesiapan ruh menjadi sangat wajib, bahkan diatas wajib hukumnya. Soal ummat, bukan lagi berbicara tentang passion, bukan? ๐Ÿ™‚

Kembali ke restaurant casual Macaroni Panggang.
Sebuah meja panjang dengan 8 orang disekelilingnya, berada di lantai dua, paling pojok dan terpisah diantara meja-meja lain, semakin menjadikan pembicaraan kami tentang politik bertambah seru. Aku yang masih merasakan politik kampus dan politik ekstra-kampus (kondisi politik ekstra-parlementer KAMMI), jelas menganga mendengar penuturan beliau mengenai satu per-satu tokoh-tokoh negara yang memiliki keberpihakan dengan simbol segitiga itu.

Bapak-bapak tersebut menuntut kami mampu menciptakan arus sendiri dengan mengikuti arus mereka, masuk kedalamnya, pelajari cara mereka berstrategi, dan sebagainya. Menawarkan beberapa opsional untuk membuat kami mampu berpikir sama dengan mereka, menyatukan visi bersama. Terima kasih untuk 3 jam yang sangat bermanfaat ๐Ÿ™‚

Weeww.. rumah bapak yang mirip Anis Matta itu di dekat rumah MR-ku. Main ah.. ๐Ÿ˜€ *makin senang*

Bogor.
Minggu, 13 Januari 2013.
Gerimis kecil, dan semakin menderas setelah kami usai berbincang. Semoga bersamaan dengan itu, apa yang kami rencanakan, Alloh ridhoi, menjadi berkah tersendiri bagi langkah kami selanjutnya. Alloh senantiasa memudahkan dan memperlihatkan hikmahNya disetiap detik kepada kami yang seringkali bebal bersyukur. Ya, kami. Aku dan 3 saudariku. ๐Ÿ™‚

Yak! 2013 akan cetar membahana badai petir gledek topan puting beliung tsunami! Puuuaaah! 0_0
InsyaAlloh, siap melahirkan “Resolusi 13“.. ๐Ÿ˜€

Bismillah..

Jum’at, 6 Robi’ul Awwal 1434H
22:20

Advertisements

2 comments

  1. “di salah satu tempat kuliner yang ternyata cukup murah untuk kalangan muda dan dewasa, nyaman, dan makanannya juga enak”

    Macaroni Panggang ? …. Murah ?

    Ya ampun, begitu aye makan disono. 3 hari kemudian harus puasa T.T

    semena-mena.

    1. kan dibayarin ane sama bapaknya ๐Ÿ˜€ makan sepuasnya pulak #yeye

      eh, tp emang lumayan murah makaroninya. Yg porsi biasa aja bisa buat 4 orang. Dibandingin pizza hut? Kl buat anak SMP SMA mah emang mahal. Apalagi buat anak SD, playgroup ๐Ÿ˜€

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: