Tentang Mahameru

21 Januari 2013.
Sebuah buku tuntas. Seperti biasa, meninggalkan jejak meletup-letup. Aku tidak pernah mengerti –atau mungkin pernah, tapi tidak begitu memusingkannya– cerita apapun itu, selama didalamnya terdapat secuil kallamulloh, begitulah. Membekas saja disini. Benar-benar tersihir. Jika memang itu baik, maka aku berharap tersihir selamanya. Tersihir oleh potongan kalimat Sang Penentram hati manusia.

Aku bisa merasakan itu. Udara pagi yang dingin, menusuk kulit hingga tulang. Meraba ujung kuku kaki hingga kepala, kemudian dengan cepat menstimulun hidung untuk mengeluarkan lendir. Dengan sedikit terhuyung kelelahan, berhasil tegak berdiri demi menatap mantap ke-Esa-an Sang Maha Segala terhampar di depan mata. Terbayar lunas.

Sunset di pantai? Kalah. Menggigit, dan rasanya ingin berteriak lepas, menangis sejadi-jadinya, bersujud tanpa batas waktu, siap membentangkan tangan selebar-lebarnya, dan –kembali– menghirup udara sedalam-dalamnya, mengambil napas sepanjang-panjangnya. Atau tawaran posisi lain, tidur terlentang dengan sikap sama seperti ketika berdiri tadi. Rasa-rasanya memejamkan mata maupun tidak, tetap sensasional. Bedanya, membuka mata akan memperlihatkan manusia betapa Dia telah mencipatakan alam semesta beserta isinya tanpa cacat satupun, tanpa cela sedikitpun, dan selama ini telah bersuka rela turut andil membantu berjalannya kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Ya, membantu, menyokong makhluk hidup untuk melangsungkan aktivitas setiap hari, mulai terbit fajar hingga petang menjelang, entah setelahnya ada yang terlelap begitu saja usai waktu petang benar-benar larut. Atau lebih memilih membasuh wajah, tangan, kepala, telinga, kaki demi mengikuti sunnah seorang manusia pembawa cahaya bagi semesta. Kurasa, pilihan terakhir akan cukup bahkan sangat sulit bagi pendatang baru yang tidak terbiasa dengan udara dingin, karena air-nya juga pasti seperti es. Brrrr!

By. Azzura Dayana

By. Azzura Dayana

Ranu Pane. Ranu Kumbolo. Kalimati. Oro-oro Ombo. Arcopodo. Mahameru.
Aku ingin kesana. Kapan? Aku juga tidak tahu. Yang jelas ini ada dalam daftar “Resolusi 13”-ku. Semuanya merupakan bagian dari rencana perjalanan “tidak biasa” bagiku. Jelas bukan saja karena aku ingin melihat keindahan tempatnya, keeksotisan topografi alamnya. Namun, aku ingin yang lebih dari sekedar memuaskan dahaga pandangan. Aku ingin merasakan kesejukan disini, ruh. Mahameru, berhasil menyajikan lokalitas kental dan sarat pesan. Terjalnya padu padan kata hingga menjadi kalimat, bagi remaja atau mungkin sebagian dewasa – apalagi anak-anak – akan sedikit membuat dahimu berkerut. Ranu Pane; selalu menghadirkan ketenangan tersembunyi. Ia selalu bisa menjadi pendengar yang sangat baik ketika jemu meramu. Walupun tetap saja, sepenat apapun masalah yang dilontarkan, alam tidak bisa mengkritikmu, berbeda dengan manusia. Begitulah penulis meracik kalimat berdasarkan ucapan Kahlil Gibran.

Masih banyak kisah menanti. Aku akan dengan sangat senang menyambut setiap perjalanan full imajinatif. Begini saja, tidak perlu dibuat film seperti buku-buku best seller saat ini yang sebentar-sebentar, pasti divisualisasikan kedalam layar lebar. Cukup begini. Kalimat yang membuahkan imajinasi-imajinasi liar pembaca. Aku, bukan lagi senang dengan tulisan naratif atau pebincangan (dialog) antar tokoh. Jika boleh memilih, maka aku lebih suka kalimat-kalimat pendek, tegas, dan bentuk dialog. Multitafsir. Meski tulisan naratif akan sama saja menghasilkan penafsiran jamak. Namun, bagi beberapa orang, keseimbangan penjelas dan perbincangan akan menjadi semakin mantap sebuah buku. Jelas dan lugas. Akan sangat mudah bagi pembaca untuk turut menjadi bagian dari tokoh dalam cerita tersebut.

***

Udahan ah, pinggang pegel. Ga mungkin encok juga sih.

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: