Intermezzo

Cintaku Ibarat Tajwid

Saat petama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah..
hanya bisa terpana dengan menahan napas sebentar..

Aku dimatamu mungkin bagaikan nun mati diantara Idgham Billagunnah..
terlihat, tapi dianggap tak ada..

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar..
jelas dan terang..

Jika mim mati bertemu ba, disebut Ikhfa Syafawi..
maka, jika aku bertemu dengan dirimu, itu disebut cinta..

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua seperti Idgham Mutamaatsilain..
melebur jadi satu..

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil..
paling panjang diantara yang lain..

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qolqolah Kubro..
terpantul-pantul dengan keras..

Akhirnya, setelah sekian lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab..
ditandai dengan dua hati yang menyatu..

Sayangku padamu seperti Mad Thobi’i..
Buanyaaaaaak beneeeeeeeeerrrrrrrrr..

Semoga dalam hubungan kita ini, seperti Idgham Blagunnah ya..
cuma berdua, lam dan ro’..

Layakya Waqaf Mu’annaqah..
engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku?

Meski perhatianku tidak terlihat seperti Alif Lam Syamsiyah..
cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariyah..
terbaca jelas..

Kau dan aku seperti Idghom Mutaqorribain..
perjumpaan 2 huruf yang sama makhrojnya, tetapi berlainan sifatnya..

Aku berharap, cinta kita seperti Waqof Lazim..
berhenti sempurna di akhir hayat..

Layaknya huruf Tafkhim..
namamu pun bercetak tebal di pikiranku..

Seperti hukum Imalah yang dikhususkan untuk ro’ saja,
begitu juga aku yang hanya untukmu..

Semoga aku menjadi yang terakhir untuk kamu..
seperti Mad Aridh Lissukun..

***

** ini no intervensi dari siapapun atau kepada siapapun ya. Hehe.. sama sekali ga ada hubungannya sama penulis, okeh?

Buat blogwalker (yang udah punya pasangan sah, suami atau istri) daripada ngegombalin pake gombalan yang udah basi itu tuh. Pake versi ini aja. haha 😀 Yang belom punya pasangan SAH, disimpen ya buat masa depan, #uhui 😛

gitu aja selingan untuk postingan kali ini. bye,

Advertisements

One comment

  1. terus kapan sekar mau ngegombal pake ciptaan mu itu? eh 😀

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: