Celah Kesempurnaan Hati

keridhoan jiwa, laksana padang rumput luas yang ditumbuhi wewangian bunga

Ketika sebagian manusia merasa nyaman atas kehidupannya, sedih atas musibah yang menimpanya, bahagia atas kenikmatan yang melimpah ruah, masih ada PR yang harus dituntaskan segera. Masih ada satu hal besar, sebagai penggenap kebahagiaan atas segala penerimaan hidup, yang harus lunas. Harus.

Ridho.
Betapapun kesusahan sebesar gunung mengungkung hati, maka seluas samudera seharusnya penerimaan jiwa terhadapnya. Bagaimanapun keindahan langit senja memeluk raga, maka sedalam palung bumi seharusnya diri ini berbagi. Tidak hanya mensyukuri, tetapi menebar kembali kenikmatan itu. Sejatinya, kenikmatanlah ujian terberat manusia. Titik tertinggi dari beribu kelalaian, berhasil memukau manusia dengan dalih rasa syukur.

Astaghfirulloh..

“Sikap ridho merupakan pintu menuju Alloh Yang sangat Agung, menentramkan jiwa hambaNya, dan merupakan surga dunia. Barangsiapa yang belum merasakan surga ridho di dunia, niscaya ia takkan bisa merasakan kenikmatan ridho di akhirat.” (Imam Ibnul Qayyim)

Ridho.
Erat kaitannya dengan kondisi jiwa yang lapang dan sempit. Tidak hanya menerima dengan sebilah senyum, kemudian merutuki apa yang dialami ketika seorang diri. Mengeluh atas nama fitrah.

Saudaraku, mari belajar bersama. Ajari saya, jikalau penyampaian ini tidak sepatutnya menyinggung nurani yang berada pada zona paling dalam, paling teduh, dan paling pribadi. Ajari saya, bagaimana menghasilkan oksigen yang baik, menyegarkan, dari keteduhan nurani itu.

Mari kita belajar bersama untuk melapangkan hati, memupuk subur pemahaman diri atas makna ridho terhadap kehidupan. Ridho terhadap apapun keputusan Alloh. Ridho terhadap segala pemberianNya. Ridho terhadap apa-apa yang diambil kembali olehNya. Ridho terhadap kehidupan, maka diikuti keridhoan terhadap kematian 🙂

Perbaiki dan perbanyak hubungan dengan Alloh, mencari “benda” itu seperti terengah-engah mencari ilmu, kehausan meneguk ilmu, kelaparan melahap ilmu.

Semoga Alloh memudahkan

Semoga Alloh memudahkan

Semoga Alloh memudahkan

Jika kita mempunyai pemahaman yang baik terkait hubungan kita dengan Alloh, sebenarnya itulah yang akan sangat berperan menenangkan hati. Semakin dalam pengenalan (ma’rifah) kepada Alloh, akan semakin menghantarkan keyakinan bahwa Alloh tidak menginginkan keburukan bagi kita. Iman; menegaskan bahwa Alloh memang menjadikan dunia ini sebagai tempat ujian/cobaan, sehingga kita lebih stabil menghadapi segala situasi.

“Sesungguhnya besarnya pahala itu seiring dengan besarnya musibah. Jika Alloh mencintai suatu kaum, maka Alloh akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho, maka Alloh ridho kepadanya. Barang siapa yang murka, maka Alloh akan murka kepadanya” [HR. At Tirmidzi]

 

Ridho-kah kita dengan kondisi kita saat ini? selama ini?
#refleksisore

Rodhiitu billahi robban, wabil islami diinan, wa bi muhammadin shollollohu ‘alaihi wa sallama nabiyyan wa rosulan

Selamat berakhir pekan 🙂

15 Jumadil Tsani 1434 H
Jum’at, 26 April 2013 M
19.30 WIB

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: