Gadis Desa

Dalang. Sejak kapan kamu pandai mendalang? Sejak kecil katamu? Jadi yang dulu pernah kulihat di panggung pertunjukan itu kamu? Bukannya aku tak suka, hanya saja aku khawatir terlalu kagum padamu. Selama ini, aku tak pernah menoleh padamu karena aku benar-benar khawatir tersihir oleh pesonamu. Kamu terlalu cepat memenuhi persyaratan menjadi orang paling dicintai di desa ini.

Andai kamu paham, mencintai itu bukan hanya soal rasa suka menyuka, kagum, dan mengungkapnya. Tetapi juga soal menjaga, hingga gejolaknya sampai ke ubun-ubun—hampir tak kuasa lagi menahan, dan sampai titik itu, airmata menjadi saksi kepasrahan pada Pemilik Hati.

Memang akhirnya pada Pemilik Hati lah semua diadukan. Karena jodoh pun sejatinya tak pernah ada di hati, memang seharusnya tak pernah boleh menguasai, karena ia letaknya di sisi, bukan di hati. Aku bahkan hampir hilang kewarasan memikirkannya. Aku tidak sepandai kamu dalam berkata-kata. Ini saja cukup mewakili.

Salam persahabatan untuk dalang yang jauh di sana, yang sudah berbahagia dengan wayang-wayangnya.

Desa Kumbang, 14 September

http://haije-justitia.tumblr.com/post/50349295758/gadis-desa

Bagus sekali.. 🙂

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: