Sejenak

Untukmu, sahabatku…

sahabat1

Kita selalu punya waktu “tiba-tiba” yang memaksa. Walau kita sendiripun sebetulnya tak saling memaksakan kehendak. Aku selalu tahu kau punya segudang kisah untuk diceritakan. Tapi, bibirmu kelu begitu melihat wajahku yang juga menyimpan gurat pembatas. Begitupun aku.

Aku melihatmu, seperti melihat seekor burung hinggap takut-takut diatas dahan, hendak mematuk biji-bijian. Kau takut dahan yang dipijak akan retak. Kau takut dahan tak kuat menopang tubuhmu. Lalu, dahan mana yang hendak kau cari?

Setiap dahan bisa saja retak. Tak kenal waktu. Entah ia sudah tua atau masih muda. Kau hanya perlu keberanian. Jika kau takut tak menemukan biji, mengapa sejak awal kau seperti terus mendekati dahan itu? Ini kesengajaan belaka atau memang Allah takdirkan kau hinggap di dahan itu, kawan?

musdau070215

Ini bukan tentang kau saja. Ini juga tentang aku. Tentang kita. Kita yang selalu bersemangat setiap saat. Kita yang selalu melucu, meskipun terkadang melucu yang dipaksakan lucu. Kemudian bergelut kembali dengan lintas pikiran masing-masing.

Ketahuilah, bahwa aku juga ingin banyak bercerita padamu. Namun, aku bisu. Aku tak ubahnya burung kecil sama seperti dirimu. Aku tak bisa begitu saja menuangkan kepercayaan. Aku tak bisa begitu saja memuntahkan cerita demi cerita yang aku saja tak yakin aku sanggup membunuh lukanya. Luka dalam cerita itu.

Kita berdua sama-sama cengeng. Aku juga mudah sekali menangis. Tapi aku tak ingin raut wajahku merusak kebahagiaanmu di pagi hari. Sekalipun kita bertemu, hanya cerita ringan yang keluar. Bukan pada bagian intinya.

Sejenak saja. Kita butuh waktu sejenak. Sekedar meluruskan kaki, melihat kembali peta impian yang boleh jadi bisa kita bangun bersama.

Kita hanya punya malu. Sedangkan yang kita butuhkan adalah sebuah kepercayaan penuh. Aku tahu, tak selamanya seorang kawan akan memberikan jawaban terbaik atas apa yang kita ceritakan padanya. Hei, siapa dia? dia bukan tuhan. Hanya Allah yang sanggup menjawab seluruh gundahmu.

Kita terlalu banyak berharap, dia akan memberikan saran atas keluhan kita. Nyatanya? hari-hari berlalu begitu saja, dan dia pun turut tergilas bersama keseharian itu. Rutinitas membuat dua orang kawan hanya sebatas kawan saja. Seolah, cerita-ceritamu kemarin hanya pemanis di suatu hari yang melelahkan. Aku tak ingin seperti itu. Kau juga begitu, bukan?

images

Tapi aku tahu, tak selamanya aku bisa mendapatkan manusia sesempurna yang kudambakan. Aku perlu berkaca. Akupun belum tentu menjadi seorang kawan yang sanggup memberi saran baik atas apa yang kau ceritakan padaku.

Sejenak saja. Kita butuh waktu sejenak.
Sejujurnya, aku ingin bercerita padamu. Bercerita banyak sekali. Rasa malu, takut, tak percaya, mereka selalu menghantui setiap pertemuan kita. Bukankah begitu? Menurutku begitu adanya.

Kita akan selalu berpartner ke depannya. Entah berapa lama lagi. Aku sangat menikmati waktu bersamamu. Sungguh. Namun, selalu saja ada tabir. Seolah menutup air mata kita yang hendak tumpah ruah. Bukankah itu beban? Tak selamanya kita harus memikulnya sendiri. Impianpun akan cepat mendarat ketika kita bisa menceritakannya ke teman-teman. Tak lain dan tak bukan untuk mendapatkan doa.

Doa..
Tahukah kau? bahwasanya ia memang tanda cinta yang sebenar-benarnya.
“aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu”

Jika kita tak bisa banyak mengungkapkan isi hati, maka cukuplah aku bercerita panjang lebar disini. Semoga kau membacanya. 🙂

Sejenak saja..

***

dingin yang mulai melipir
Jum’at, 2 Agustus 2013
24 Ramadhan 1434 H
0:41 WIB

Advertisements

3 comments

  1. hehe.. tentang siapakah itu?
    tapi aku setuju,
    kalau Allah itu adalah tempat curhat terbaik kita..
    *pernah ku berbagi cerita kepada seorang lawan jenis, eh, lama-lama kok perasaan jadi terkontaminasi, yah.. Astagfirullah..

    1. temenku, mbak.. 🙂
      temen baik
      semoga dia baca tulisanku ya.

      cukup doa aja yang mendeskripsikan namanya (prikitiw) 😛

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: