Ashabul Kahfi dan Cermin Keyakinan

gambar: ilustrasi

gambar: ilustrasi

Sejenak, mari kita tengok Al-Qur’an, surah Al-Kahfi. Surah yang berisi tentang kisah tujuh pemuda Ashabul Kahfi. Tentang mereka yang tertidur di dalam gua selama 309 tahun.

“Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?” [9] “Ingatlah, tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa, ‘Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.’” [10] “Maka, Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,” [11] “kemudian Kami bangunkan mereka agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal” [12]

Tujuh pemuda Ashabul Kahfi, yang di usia muda, mengajarkan kita tentang arti keteguhan, konsistensi, keyakinan akan kebesaran dan ke-Esa-an Allah. Mereka hadir sebagai sebuah bukti besar akan datang sebuah hari dimana seluruh semesta dihancurkan, semua manusia dibangkitkan di ruang kehidupan setelahnya. Ashabul Kahfi menjadi contoh kecil dari sekian banyak kisah penuh hikmah yang Allah firmankan di dalam Al-Qur’an.

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan benar. Sesungguhnya, mereka itu adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk” [13]

Tujuh pemuda Ashabul Kahfi lari dari kaumnya untuk menyelamatkan agama Allah. Mereka melarikan diri, berlindung di gua dan bersembunyi disana agar tidak diketahui kaumnya. Mereka menyepi, menyingkir dari negerinya, tak memedulikan perintah raja yang menghendaki mereka kembali menyembah selain Allah. Ketujuh pemuda yang tidak akan pernah rela menjadi bagian kaum yang menyekutukan Allah.

“Dan Kami telah meneguhkan hati mereka pada waktu mereka berdiri, lalu mereka berkata, ‘Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi. Kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia. Sesungguhnya, kami, kalau demikian, telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.’ ” [14]

“Kaum kami telah menjadikan selain Dia sebagai Tuhan-Tuhan. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?” [15]

“Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.” [16]

Tujuh pemuda yang kemudian tertidur di dalam gua dan terbangun di masa depan. Masa yang telah beralih pemimpin negerinya menjadi pemimpin muslim. Negeri pemuda Ashabul Kahfi itu telah berubah menjadi negeri yang makmur dan sejahtera. Dan bukan mereka bertujuh yang mengubahnya, karena mereka semua tertidur panjang selama 309 tahun. Setelah terbangun, Allah mematikan mereka. Tak ada balasan lain, kecuali surga.

Pertama, Allah menunjukkan kepada umat manusia tentang sebuah keyakinan akan datangnya hari kiamat, dan akan adanya kebangkitan (ba’ats). Pada kisah Ashabul Kahfi, kaum yang hidup pada zaman itu meragukan adanya ba’ats dan kiamat. Zaman dimana tujuh pemuda Ashabul Kahfi telah terbangun dari tidur panjang selama 309 tahun. Diantara para penduduk di zaman tersebut, ada yang berpandangan bahwa yang dibangkitkan itu hanya ruh tanpa jasad.

Oleh karena itu, Allah menunjukkan kebenaran dan kekuasaan-Nya kepada kaum itu. Tindakan Allah membangkitkan dan memperlihatkan Ashabul Kahfi dalam sosok yang sesungguhnya kepada orang yang hidup pada masa itu, merupakan hujah bagi mereka yang muslim, mereka yang mengingkari ba’ats, dan para musyrikin. Allah hendak memberi sebuah pembuktian yang menunjukkan adanya ba’ats atau kebangkitan. Hingga pada akhirnya, mereka pun mengetahui bahwa janji Allah itu benar. Kiamat akan datang, tanpa perlu meragukan lagi kedatangannya.

“Dan demikianlah, Kami mempertemukan manusia dengan mereka agar manusia itu mengetahui bahwa janji Allah itu benar dan bahwa hari Kiamat tidak ada keraguan padanya…” [21]

Kedua, ada hal-hal diluar batas nalar manusia yang Allah perlihatkan sebagai bukti kekuasaan-Nya mengendalikan seluruh semesta beserta isinya. Sedangkan kepala manusia begitu terbatas menafsirkannya. Ada satu tabir yang tidak akan sanggup ditembus oleh siapapun. Tabir yang hanya Allah saja Yang Maha Mengetahui. Sekalipun setan dan iblis berlomba mencuri dengar kabar langit. Allah tetap menjaga tabir-Nya dengan sempurna. menjaga rahasia bumi dengan panah-panah api.

Dan yang terakhir, yang ketiga, sekuat apapun seseorang atau sekelompok orang mengupayakan kebenaran tegak berdiri. Mengusahakan dengan keras agar seluruh dataran meninggalkan kejahatan. Jika Allah tak menghendaki panji-panji kemenangan itu berdiri melalui tangan seseorang yang kelak memimpin bumi dengan kekuasaan penuh, maka itu tidak akan terjadi. Artinya, Allah telah menakdirkan setiap zaman memiliki mujadiid atau pahlawannya masing-masing. Setiap masa, ada pemimpin yang akan membawa kejayaan itu tegak berdiri. Sudah Allah siapkan kehadirannya dengan cara yang cantik.

Kelak, Islam akan kembali menyuburkan tanah yang kita jejak, dengan kibar perkasa kalimat Laa Illaaha Illallah, Muhammad Rasulullah. Yaumul Akhir siap menyongsong kehidupan seluruh makhluk dengan sebaik-baik balasan.

Maka, cukuplah meyakini takdir Allah. Yakinkan diri ini bahwa sang pemimpin pilihan itu akan datang. Pemimpin itu akan hadir ditengah-tengah kita semua untuk membawa bumi pada kedamaian dan kejayaan Islam. Tujuh pemuda Ashabul Kahfi mengajarkan kepada kita untuk tetap konsisten berjalan di jalan Allah. Tetap istiqomah menebar kebaikan, menyemai manfaat, meskipun sekitar tak mendukung.

Selanjutnya, berbuatlah kebaikan sesempurna mungkin, sebaik mungkin. Jika bukan aku atau kau yang terpilih, maka biarkan Allah mengatur segala sesuatunya dengan indah dan tepat pada waktunya. Tak ada alasan bagi kita untuk marah, bukan? 🙂

***

gambar: deathsangel.deviantart.com

gambar: deathsangel.deviantart.com

Menjaga keistiqomahan ibarat menggenggam bara api. Sulit dan jalannya penuh rintangan. Allah Maha Tahu, sejauh dan sebesar apa kesulitan itu dipikul oleh hamba-Nya yang yakin dengan sepenuh hati. Allah Maha Melihat, sesakit dan sepedih apa menggenggam kebenaran disaat sekitar tak peduli sedikitpun.

Allah Maha sebaik-baik Pemberi, ketika kesulitan demi kesulitan insyaAllah akan menjadi penggugur dosa, sekaligus kunci menembus gerbang surga. Allah akan mengganti setiap keletihan kita dalam menjaga keyakinan Islam dengan seindah-indah balasan. Manusia hanya perlu percaya, yakin, dan melapangkan hati.

Sesungguhnya, Allah telah membawa kebenaran kepadamu, hai Muhammad, yang tidak diragukan dan disangsikan lagi. Allah-lah yang telah menetapkan dan memutuskan segala perkara yang disajikan dalam kitab-kitab terdahulu berikut pendapat-pendapat lainnya. Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqomahan hati, jiwa, dan pikiran kita untuk tetap berada di jalan kebenaran.

Lantas saat ini, masihkah kita meyakini kebenaran yang akan datang melalui jalan ini (Islam)?
Masihkah ada keraguan terhadap kejayaan yang Allah janjikan bagi seluruh penghuni bumi?

Mari bercermin melalui tujuh pemuda Ashabul Kahfi 🙂

Wallahu’alam bisshawab.

***

 

tengah malam
Bogor, 21 Ramadhan 1434 H
31 Juli 2013

Advertisements

2 comments

  1. usimautauaja · · Reply

    Ihiiy, kolaborasi cerita abah, qur’an, dan hasil carimencari dirimyuu~

    1. 😀 alhamdulillah

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: