Notasi Analfabetis_1

Degup jantung seseorang mengatakan kepada dirinya;
sesungguhnya kehidupan adalah rangkaian menit dan detik.

sibenik-meteo - Copy

Seperti yang dikatakan seorang pria bernama Reza Hilyard Sumantri, putra laki-laki satu-satunya mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia kepada istrinya, Putri Herlina; “Seandainya saya bisa menukar kehidupan saya dengan dia, saya sangat mau”

Sang Putri hanya menatap suaminya tanpa bisa berkata apapun. Bahkan mereka berdua tidak akan pernah bisa mengungkapkan rasa kasih dan sayang dengan huruf, kalimat, yang kebenarannya bisa dibuat-buat. Huruf dan kalimat yang keindahannya takkan pernah sama, takkan bisa setara dengan perasaan itu sendiri. Lalu, apa jawaban sang putri?

“Terima kasih sudah menyayangiku”, sang suami menimpali “maaf kalau daddy punya salah sama mommy” (Daddy dan Mommy, panggilan sayang mereka berdua)

***

Begitupun rasa sayangku padamu.
Jika aku mampu menukar kehidupanku denganmu, aku sangat mau. Bahkan sebelum kau bertanya soal itu, sebelum aku berpikir begitu. Silakan saja kita bertukar tempat. Meskipun kita berdua tidak akan pernah tahu, sampai dimana dan sampai kapan waktu hidup kita berakhir.

Kita bertukar tempat, dan aku bisa menjadi dirimu, lalu memperbaiki seluruh kesalahanmu di masa lalu. Bebanku belum begitu banyak. Setidaknya masih jauh dari bebanmu yang begitu tampak beratnya. Biar aku saja yang menanggung. Kau sudah terlalu letih. Letih dengan kehidupan yang sepertinya tak kunjung memberikan jawaban pasti.

Nanti, kalau aku sudah betul-betul siap. Aku ingin mengajakmu ke surga bersama-sama. Aku takut sekali tidak bisa memberimu apa-apa, selain doa. Apakah itu cukup?

Degup jantung seseorang mengatakan kepada dirinya;
sesungguhnya kehidupan adalah rangkaian menit dan detik.

Ketika kau memejamkan mata, ada banyak sekali gurat ketulusan disana. Aku harus selalu ingat bahwa kita ini milik Allah. Sewaktu-waktu, sekehendak-Nya, kita akan berpisah. Allah memiliki hak atas diri kita. Yang perlu kulakukan sekarang adalah membuatmu tersenyum, bahagia, dan selalu merindukan keberadaanku,,

disampingmu….

malam mendung, terang
Bogor: Jum’at, 1 November 2013

(28 Dzulhijjah 1434 H)
21:13 WIB

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: