Letters to Karel #5

Dear Karel,   

Ada hal kurang menyenangkan dalam hidup ini yang perlu kamu tahu; Sebagian besar manusia itu egois, Sayang. Inginnya menang sendiri. Tidak peduli terhadap yang lainnya. Lebih suka menuntut hak daripada menunaikan kewajiban. Kamu perlu tahu ini agar kelak kamu tidak kaget dan cepat sekali kecewa menghadapi orang-orang seperti itu, Sholeh. Dan yang lebih penting lagi, jangan sampai kamu termasuk dalam sebagian besar orang yang egois itu. Umi pasti tidak suka jika kamu seperti itu, Karel.

Umimu orang yang selalu mendahulukan kewajiban daripada haknya. Bahkan ketika haknya tidak diberikan, padahal dia sudah melakukan kewajibannya dengan baik, dia tetap tidak ambil pusing. Malah dengan entengnya bilang, “Kalau sudah rezeki enggak akan kemana, kok. Yang paling penting kan, umi enggak dzolim sama orang lain. Umi tetap menjalankan kewajiban umi.” Tapi jika ada teman atau keluarganya yang tidak mendapatkan haknya, padahal sudah melakukan kewajiban dengan baik, umi pasti akan memperjuangkan hak teman-teman atau keluarganya itu.

Pernah suatu ketika, ada keluarga yang berhutang kepada umi, jumlahnya lumayan besar, sudah melebihi waktu yang ditentukan, tapi belum juga dibayar, minta perpanjangan waktu, tidak juga dibayar-bayar. Terus umi bilang; daripada capek dipikirin, nanti malah stress. Lebih baik dianggap sedekah aja, biar dapat pahala dan dapet ganti yang lebih baik.

Abi pernah bertanya ke umi yang waktu itu sedang mempersiapkan ikan untuk dimasak, kenapa tiga ekor ikan yang disiapkan, padahal kami hanya tinggal berdua di rumah. Dengan santainya umi bilang; buat kucing abi, kasihan kalau cuma dikasih tulangnya aja, enggak kenyang. Biasanya kan kucingnya ada dua. Dan umi sering sekali minta maaf kepada kucing, jika ada kucing lapar yang datang ke rumah, tapi stock ikan di kulkas lagi habis. “Maaf ya kucing, kita lagi enggak punya ikan. Hari ini kita makannya pake ayam, kamu kan enggak suka ayam.” Padahal itu kucing liar, bukan kucing peliharaan.

Jangan tanya apa yang nanti umi lakukan kepadamu seandainya umimu masih ada, jika dengan kucing yang entah punya siapa aja, umi berlaku seperti itu. Abi saja paling males kalau makan di luar, capek diinterogasi sepulangnya di rumah. Makannya tadi pake apa, belum nanti diomelin kalau ternyata menunya kurang sehat. Enggak ada sayurnya lah, pake ini lah, pake itu lah.

Nah, Karel, abi harap kamu memahami ini baik-baik. Berbuat baik itu selalu indah, Sayang. Karena ketika kita berbuat baik, sekecil apapun kebaikan itu, pada akhirnya akan kembali kepada yang melakukannya. Boleh saja kamu mengumpulkan harta, tapi jangan pernah lupa untuk mengumpulkan kebaikan. Harta akan habis pada akhirnya, tapi kebaikan akan tetap mengalir, Sholeh. Sebagaimana kebaikan umi yang sudah banyak mengalir dalam kehidupan kamu.

Di musholla tempat umi kamu disholatkan, belum pernah jenazah seramai itu di sholatkan oleh jamaah, bahkan sampai tidak muat dan tidak ikut menyolati karena tempatnya terbatas. Begitu juga di pemakaman. Jarang-jarang di pemakaman itu dihadiri oleh banyak sekali orang, padahal itu sudah larut malam. Orang-orang dari luar kota banyak berdatangan ke rumah untuk menengok kamu karena kesayangan dan kecintaan mereka ke umi kamu, Sayang. Atas kebaikan yang umi kamu lakukan. Paket hadiah untukmu banyak berdatangan ke rumah karena kebaikan umi selama hidup, Sayang.

Karel, tak ada manusia yang abadi, Sayang. Suatu hari pasti kita pergi. Sebagaimana umi pergi mendahului kita. Tapi ada bagian dari kita yang akan selalu abadi, Sholeh. Abadi dalam kenangan di dunia, juga terabadikan dalam catatan malaikat di akhirat nanti, yaitu; kebaikan-kebaikan kita. Semoga kebaikan-kebaikan umi, bisa terwarisi dengan baik dalam keluarga kecil kita, Sayang. Dan jika suatu saat nanti kamu rindu sekali dengan umimu, yang perlu kamu lakukan hanyalah melakukan kebaikan sebagaimana umimu melakukannya.

 

… bersambung

Bogor: Selasa, 5 November 2013
(1 Muharram 1435 H)
11:04 WIB

Advertisements

One comment

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: