Letters to Karel #8

Dear Karel,

Salah satu hal paling menyebalkan dalam hidup ini adalah kamu seolah harus menjelaskan kondisi kamu kepada semua orang yang mengenal kamu, seolah mereka memang punya hak khusus untuk mengetahuinya. Jika kamu belum menikah, padahal usiamu sudah lebih dari cukup, orang akan bertanya kenapa kamu belum menikah. Kalau kamu menyebarkan undangan pernikahan, orang pun akan sibuk membahas dengan siapa kamu menikah. Jika sudah menikah tapi tak kunjung mempunyai anak, orangpun akan bertanya kenapa begini dan kenapa begitu.

Ah, bahkan jika kamu meninggal nanti, orang juga tetep akan mempertanyakan kenapa kamu sampai meninggal, Sholeh. Sebagaimana abi berpuluh-puluh kali harus menjelaskan rentetan peristiwa meninggalnya umi kamu kepada setiap orang yang bertanya. Pertanyaan yang sebenarnya tidak tepat lagi tidak penting ditanyakan kepada orang yang sedang berduka. Ah, tidakkah semua orang mengerti? Bahwa ada bagian diri kita yang tak perlu diketahui oleh semua orang? Tidakkah semua orang memahami, bahwa kehendak Allah tidak akan berubah karena kita membicarakannya.

Ingin sekali rasanya abi merekam suara abi untuk menceritakan semuanya, kemudian jika ada yang bertanya, abi akan minta yang bertanya itu untuk mendengarkan rekamannya, sementara abi pergi ke belakang atau ruangan lainnya, agar tidak mengingat kembali peristiwa itu. Peristiwa yang sebenarnya ingin dilupakan untuk sementara waktu, karena keluarga kita harus beranjak ke fase hidup selanjutnya. Fase yang nampaknya lebih berat tanpa umi kamu. Dan abi mohon maaf jika di usia yang sedini kamu, kamu juga harus merasakan hal yang menyebalkan tersebut. Harus menghadapi puluhan pertanyaan, tentang ASI yang kamu minum beserta dampak turunannya. Well, kamu memang harus benar-benar mengerti tentang ini, Sayang. Karena ini menyangkut masa depanmu kelak. Abi akan coba membuatnya lebih sederhana, semoga kamu bisa lebih mudah untuk mengerti.

***

Karel, salah satu konsekuensi kamu minum ASI bukan dari umimu adalah kamu akan punya saudara sepersusuan yang dalam agama kita, haram hukumnya untuk kamu nikahi. Jadi, semakin banyak sumber ASI yang kamu minum, semakin banyak juga saudara sepersusuan yang kamu punya. Itulah kenapa banyak orang bertanya dan menyarankan agar sumber ASI kamu tidak usah banyak-banyak, karena dikhawatirkan kamu akan menikahi salah seorang saudara sepersusuan kamu.

Nah, Karel, sekarang abi ceritakan kondisinya, kebutuhan ASI kamu sekarang, di usiamu yang sudah memasuki 20 hari adalah 500 ml ASI per hari, dan akan meningkat bisa sampai 1500 ml bahkan lebih seiring bertambahnya usia kamu. Seorang ibu yang memerah ASI-nya (berdasarkan pengalaman orang-orang yang mendonorkan ASI nya buat kamu) berkisar antara 300-500 ml/hari, itu sudah sangat bagus. Banyak yang kurang dari itu. Pendonor itu juga punya bayi, Sayang. Dan tujuan mereka memerah ASI-nya adalah stock untuk anak mereka jika mereka harus bekerja dan bayinya ditinggal di rumah. Jadi tidak semuanya untuk kamu, Karel. Sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi mereka terlebih dahulu. Jarang sekali ibu rumah tangga yang tidak kerja di kantor memerah ASI, sayang.

Satu pendonor paling banyak mendonorkan ASI nya buat kamu 1000 ml/minggu, ada yang kurang dari itu. Artinya, ASI dari satu pendonor dalam satu minggu, hanya bisa memenuhi kebutuhan ASI kamu paling lama 2 hari, Sholeh. Jadi dengan kondisi ideal saja, minimal kamu butuh 4 orang pendonor untuk memenuhi kebutuhan ASI kamu dalam satu minggu. Dan itu tentu semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia kamu. Karena semakin bertambah usia kamu, usia bayi pendonor juga bertambah, kebutuhnnya ASI-nya bertambah, jatah untuk kamu berkurang, padahal kebutuhan ASI kamu bertambah. Jadi otomatis membutuhkan pendonor yang lebih banyak. Tidak mungkin satu, dua, tiga orang bisa memenuhi kebutuhan ASI kamu, Sholeh.

Ada juga yang menyarankan agar abi mencari ibu susuan profesional yang bisa memenuhi kebutuhan susu kamu kemudian ibu itu dibayar karena sudah memberikan ASI nya buat kamu dan sudah mengurus kamu. Tidak, Karel. Kamu harus dan akan dibesarkan dengan setulusnya kasih sayang, bukan dengan membeli jasa orang lain untuk menyayangi kamu. Ada yang mengusulkan bahkan meminta agar kamu tinggal bersama keluarga yang sedang memiliki bayi seeusia kamu agar bisa menyusu bersama. Maaf, kita tidak akan banyak merepotkan orang lain, Sholeh. Apalagi sampai mendzoliminya.

Nah, Karel, ini yang harus benar-benar kamu pahami, agama kita adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Semoga kamu mengerti kenapa abi mengambil keputusan ini, untuk menerima donor ASI kamu dari banyak orang. Terkait dengan saudara sepersusuan, abi mengikuti fatwa kontemporer dari Yusuf Qardhawi, Sholeh. Beliau ulama yang menjadi rujukan banyak pihak untuk berbagai masalah. Menurut beliau, syarat saudara sepersusuan itu, ketika seorang bayi menyusui secara langsung kepada seorang perempuan sampai 3x kenyang. Jadi jika yang diberikan adalah ASIP, jatuhnya bukan saudara sepersusuan, Sholeh. Karena jika donor ASIP seperti itu dikatagorikan saudara sepersusuan, akan mengacaukan nasab atau garis keturunan secara umum. Nanti silahkan kamu pelajari dan dalami lagi. Tapi abi akan tetap mencatat dari mana sumber ASI kamu beserta nama-nama keluarganya, jika sekiranya kamu tidak sependapat dengan abi tentang saudara sepersusuan ini, silahkan nanti kamu gunakan daftar nama-nama itu sebagai salah satu alat untuk menyeleksi jodoh kamu.

***

Nah, Karel, terkait dengan pertanyaan-pertanyaan menyebalkan tadi; It’s okey Baby. Setiap orang punya kebutuhan untuk tahu, termasuk mengetahui urusan orang lain. Jika kebetulan orang lain itu adalah kamu, well, abi di sini dan umi di sana selalu ingin melihat kamu tumbuh dengan pemahaman yang baik, Sholeh. Dan orang yang pemahamannya baik, akan selalu berusaha untuk  melihat dari sisi yang tepat. Walaupun terkadang, sisi yang tepat itu terasa begitu menyakitkan. Jadi, kalau ada orang yang menyebalkan, bukan orangnya yang menyebalkan, hati kitanya saja yang belum lapang. Kalau ada yang kebutuhan ingin tahunya sangat tinggi, misal dengan bertanya yang aneh-aneh atau tidak tepat, anggap saja orang itu sayang dan perhatian sama kita, hanya caranya saja yang kurang pas. Dengan demikian, semoga hidup kamu bisa lebih tenang.

Karel, banyak hal yang harus kita jaga dalam hidup kita, salah satunya; perasaan orang lain. Abi ingat sekali waktu umimu sedang hamil mengandung kamu, dan dia ingin sekali mengetahui kabar teman-temannya yang sudah menikah, apakah sudah hamil apa belum, karena ingin berbagi kebahagiaan dan juga berdiskusi tentang kehamilan. Seperti orang aneh, umimu malah bertanya kepada abi, si ini udah hamil belum ya, si itu sudah ngisi belum ya? Umimu bertanya dengan tulus, Sayang. Sambil penasaran dan berdoa agar teman-temannya juga diberikan kebahagiaan yang sama seperti umi, merasakan bahagianya hamil. Waktu itu abi hanya iseng menjawab,

“Kok nanya-nya ke abi. Mana abi tahu umi, umi kan yang perempuan, umi kan yang temen-temennya, kenapa enggak nanya langsung aja sih? Daripada penasaran enggak jelas gitu.” Terus umi jawab;

“Bi, umi dah pernah merasakan ditanya kayak begitu; udah ngisi belum, kapan mau hamil dan sejenisnya. Dan rasanya enggak enak abi, nyesek. Nanti juga kalau saatnya sudah tiba, mereka akan kasih kabar bahagianya sendiri. Sampai kabar itu tiba, umi akan terus berdoa buat mereka.”

“Lah terus, kenapa pake nanya ke abi?”
“Biar enggak penasaran aja Bi, biar tetap bisa menahan diri untuk enggak bertanya sama mereka. Walaupun abi ga bisa jawab, umi jadi lebih lega. Karena sudah menyalurkan rasa penasaran umi, tanpa menyinggung perasaannya mereka.”

Flw0088

… bersambung

Bogor: Rabu, 6 November 2013
(2 Muharram 1435 H)
8:08 WIB

Advertisements

11 comments

  1. Ummi Adhim · · Reply

    Assalamualaikum
    Wah terharu sekali saya baca kisahya,
    Semoga putranya senantiasa diberi kesehatan
    Aamiin
    Boleh saya share
    Wassalam

    1. wa’alaykumussalam. Silakan, ummi.. 🙂 boleh di share sebanyak-banyaknya, di reblogged, sampai di akhir nanti saya ulas siapa sosok sang Ayah 🙂

  2. Assalamualaikum, ceritanya bagus, BTW ini acara tebak2an atau apa ya?

    1. Kok tebak2an mbak? Hehe. Keliatan kayak main tebak2an ya? Ini kisah nyata ttg kakak kelas sy. Coba mbak buka dr awal: letters for karel #1 🙂

  3. ade nurhayati · · Reply

    Subhanallah, saya ikut merasakan kesedihan yg dalam. Saya juga ibu baru melahirkan dan sedang menyusui, ingin rasanya berbagi asi. Sampai nangis menbacanya.

    1. Mohon doanya mbak Ade, semoga dek Karel jd anak sholeh, kuat, sehat, dan cerdas 🙂 ujian hebat memang utk org2 hebat. Smoga kbtuhan ASI-nya dimudahkan Allah. 🙂

  4. ndhachiyo · · Reply

    sedih baca nya 😦 dan salut sama abi nya karel.

    klo emank masih butuh asi saya kebetulan ada stok asi karena baby saya sudah 16m dan minum nya sedikit jdi bs berbagi klo karel membutuhkan..

    klo abi nya karel mau bs email saya ke : mandamanda1987@gmail.com

    1. sudah saya sampaikan bu. Sudah dihubungi Abinya Karel? 🙂

  5. *nangiiss baca ini

    Mba, kalau masih butuh ASIP, saya mau berbagi ASIP untuk karel. Baby saya umurnya 9m+, laki2 dan frekeunsi minum ASIP nya sudah turun sehingga stok alhamdulillah lebih dari cukup.

    sama dengan bunda diatas, jika berkenan bisa email saya ya.

  6. terima kasih bu. Sudah saya sampaikan. Sudah dihubungi Abinya Karel?

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: