Menjemput Kematian

Kematian tidak pernah meminta kesiapanmu. Tidak soal waktu maupun kondisi. Ia tidak membutuhkan apapun darimu. Ia akan datang pada saat yang telah tertulis jelas dalam catatan langit. Ketika ia tak meminta apapun darimu, lalu kau ketakutan bila ia datang, kira-kira apa yang (seharusnya) kau lakukan?

Kau hanya butuh usaha terbaik untuk menghadapinya. Dan usaha itu tidak dilakukan saat detik-detik akhir menjelang kedatangannya. Tapi dilakukan sejak kau lahir, sejak kau menjejak bumi, sejak oksigen masuk ke paru-parumu. Usaha terbaik di setiap kesempatan. Siap atau tidak, itu tergantung usahamu sudah sejauh dan sebesar apa untuk pulang, kembali menghadap Penciptamu. Jika kau merasa sudah melakukan yang terbaik, maksimal, sampai optimal, boleh jadi kau akan menjemputnya dengan rasa senang dan tanpa beban.

Usaha terbaik di setiap kesempatan.

Hidupmu adalah kesempatan. Sekolahmu, makanmu, tidurmu, berjalanmu, berlarimu, semuanya adalah kesempatan. Kesempatan untuk berbuat baik, kesempatan untuk menjadi pribadi yang selalu dirindu karena tak henti-hentinya kau menebar manfaat. Bahkan, hingga kematian itu datang, orang-orang hanya sanggup mengingat kebaikanmu. Tak pernah bisa mengingat apapun selain pertolongan darimu bila ada orang lain yang sedang susah.

“Besok, adalah halaman kosong pertama dari sebuah buku setebal 365 halaman.
Mari isi dengan hal-hal yang baik.”
[Brad Paisley]

Usaha terbaik di setiap kesempatan.
Besok sudah tahun 2014. Tentu usahamu harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Cukup Tuhanmu yang menilainya dengan sebaik-baik nilai dan balasan. Teruslah bekerja dan berkarya. Kalau kau lelah, maka istirahatlah sejenak. Dan beristirahatlah dengan istirahat terbaik. Bisa berjalan-jalan ke luar kota, atau ke tempat wisata lokal di daerahmu. Ambil waktu yang tepat, siapkan perbekalan, ongkos, dan rencana perjalanan dengan baik.
funny_wallpapers_creative_wallpaper_dandelion_014644_ (640x480)

Hei, bahkan ketika istirahatmu dilakukan dengan baik, kau akan mendapatkan hal baik lainnya. Kebaikan timbal balik. Waktu istirahatmu, jikalau itu sebentar, akan menjadi waktu istirahat yang berkualitas. Kau akan kembali beraktivitas rutin, kembali bekerja, dengan kesegaran penuh. Istirahat yang baik, akan membuatmu semakin memahami, untuk apa kau hidup. Bukankah begitu? 🙂

Usaha terbaik di setiap kesempatan
Mari, jemputlah waktu kedatangannya dengan usaha terbaik. 🙂
Satu kalimat ini, detik ini, menjadi penyulut semangat bagiku. Semoga pula bagimu.

Oh ya, apa rencana hebatmu di tahun 2014? 😀

malam tahun baru masehi
Bogor: Selasa, 31 Desember 2013
19:45 WIB

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: