“Jangan Lupa Oleh-oleh Ya”

Sarang Yasdong

ImageGambar dari marih.

Gw barusan buka FB dan lihat salah satu temen gw yang lagi ke luar negeri. Dia unggah foto lagi di salah satu negara di Eropa. Wajah temen gw begitu semringah. Gw seneng lihatnya. Tapi gw yakin, di sana dia ada perasaan gak seneng setelah baca komen-komen rekan-rekannya di beberapa fotonya yang berbunyi “Jangan lupa oleh-oleh ya.”

Gw yakin banget temen gw itu terbeban. Di salah satu grup LINE yang kami ikuti, jelang berangkat dia pernah nulis duitnya ke negara itu cuma dikit. Gak bakal mampu beliin semua orang oleh-oleh. Dia ke sana dalam rangka kerja, dinas. Bukan jalan-jalan ngabisin duit.

Tapi tetap aja ya orang-orang dalam rangka ramah tamah (baca: basa basi busuk) atau serius, pada tega ngomong “Jangan lupa oleh-oleh ya”.

Gw pernah ngetwit soal “kenapa sih orang-orang lebih senang minta dibawain oleh-oleh ketimbang ngedoain temennya yang mau pergi ke luar kota?”. Salah satu teman…

View original post 469 more words

Advertisements

2 comments

  1. haha.. bener juga sih, emang jadi beban. tapi kalo gak ‘pamer’ lagi jalan-jalan juga gimanaaaa gitu rasanya *plakkk

    1. hahaha 😆

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: