Bangun Tidur

Kenapa kamu sulit sekali merasa cukup dengan takdir yang sudah berlari sejauh ini? sejauh usiamu tiba sampai pada titik dimana sekarang kamu berdiri. Kenapa begitu sulit? K.E.N.A.P.A?

Oh ya, mungkin karena kamu selalu lihat ke atas. Lupa kalau sesekali harus menengok ke belakang, melihat kembali apa yang ada di bawah, bagaimana kamu bisa jadi manusia yang berhasil berubah.

Kan kamu pernah dengar dari seseorang yang bilang kalau prestasi itu bukan mendapat nilai bagus, terkenal, punya harta limpah ruah, dan seterusnya, dan seterusnya. Ingat? Klise

Kamu sudah menjadi orang yang berbeda dari hari ke hari, jadi orang yang lebih baik tentunya. Kamu jauh lebih hebat dari kamu yang dulu pakai bawahan merah dan biru dongker, lalu hobi sekali pulang ke rumah bersama kaki atau tangan yang lengkap dengan luka berdarah. Hahaha.

Kamu lebih bisa mengontrol emosi, lebih berani melakukan hal baru, bertemu orang dan bergabung dalam lingkungan asing. Bisa baca Alquran dengan baik, bisa punya target ibadah unggulan. Satu lagi, nggak moody. Hihi..
Itu sejatinya prestasi yang seharusnya lebih bisa bikin kamu puas. Itu prestasi yang sesungguhnya lebih bisa kamu banggakan.

Iya, sih, manusia memang nggak pernah merasa puas. Tapi kan bukan berarti manusia nggak bisa berterimakasih dengan kehidupan yang sudah dilewati sebelumnya dengan susah payah. Kenapa nggak selalu bilang terima kasih aja sih? Dari pada melulu bergumam “seandainya…”, “coba kalau dulu….”, “Kalo aja aku….”

2-sports-photography.preview

Surat ini buatmu yang di sana,
Yang sedang menyelesaikan proses melelahkan.
Semoga Allah kuatkan kamu, bikin kamu tambah bijak dengan sekian besar usaha yang sedang kamu jalani, bikin kamu tambah tahan banting bersama tingginya rencana masa depan yang sedang kamu perjuangkan.

Jangan lupa ya,
Diantara barisan mimpimu yang melangit itu, jangan pernah lupa untuk mengunjungi mekkah di usia muda, sebelum beranjak ke impian yang lain. Seenggaknya, ketika Allah takdirkan kita pulang sebelum sepuh, kewajiban yang lima itu sudah tertunaikan. 😀

Maaf, kalau aku terlalu banyak bicara, terlalu banyak mengulang-ulang hal-hal yang sebetulnya kamu jauh lebih banyak tahu dan paham. Tapi yang namanya manusia, aku, kamu, kita butuh diingatkan, nggak cuma satu dua kali. Harus berkali-kali. Gitu, kan ya?

Besok-besok, jangan pernah takut lagi sama bangun tidur. Kalau besok pagi kamu nggak mendapati apa yang kamu inginkan, tunggu aja. Mungkin keinginan kamu akan terwujud besok paginya lagi, atau besoknya, atau besoknya. Lalu bersikap ramahlah dengan bangun tidurmu, dan bilang terima kasih 🙂

malam, hujan, dan hidung mampet
Bogor; Selasa, 4 November 2014
21:28 WIB

Advertisements

2 comments

  1. syafakillah Mba Sekar ^^

    1. aamiin. makasih mbak tin.. udah sehat sekarang, hehe 😀

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: