Cangkir Teh

Pagi yang pesing. Tiba-tiba semuanya jadi tak semenyenangkan dulu. Angkot yang tersendat-sendat, lampu merah yang tak kunjung berganti warna, gerobak kaki lima yang lapuk, wajah-wajah yang makin terlihat gosong, dan tentunya ambisi yang berkejaran menumpahkan keringat; lengket, asin, dan kotor.

Kenapa semua orang begitu tergesa-gesa?
Mandi, makan, minum, berpakaian, berjalan, memasak, membuat adonan, sampai mengucapkan salam pun terbirit-birit. Barangkali bermimpi juga sama buru-burunya. Takut terlambat, kemudian semua yang diperjuangkan lenyap.

Bahkan untuk urusan hati, langkahnya juga serupa. Semuanya ribut, walaupun mulut terkunci rapat. Semuanya jadi berubah macam drama korea.

“Kamu jangan mudah menyimpulkan kayak gitu. Soal perasaan itu kan, sah-sah aja berapapun laju dan kecepatannya. Yang penting nggak keluar lintasan..” sekarang giliran Aretha menceramahiku. Yang diceramahi cuma senyum-senyum.

“F1 dong” aku terkekeh pelan.

Tiba-tiba gadis itu menatapku serius. “Apa yang kamu harapkan dari semuanya?”

Aku balik menatapnya. Sekilas. Lalu menikmati kembali sesapan teh yang semakin dingin. Aku tak sehebat Aretha yang acapkali merujuk referensi dalam hal apapun. Aku hanya punya pengalaman hidup. Dan berani kukatakan bahwa itulah referensi berharga yang kumiliki dan, yeah, tak kalah akurat.

“Kenapa ada rumus laju dan kecepatan di pelajaran fisika?”

“Kamu belum jawab pertanyaanku” Aretha tak mengubah posisinya. Tetap memandangku dan menuntut jawaban.

“Meskipun ada di satu lintasan, kendaraan apapun nggak bisa jalan seenaknya. Kan ada kendaraan lain.” Aku nyengir. Melirik Aretha yang tak mengubah mimik wajahnya.

“Yaelah, serius amat” aku tertawa kecil

“So?” asap teh sudah berhenti mengepul dari cangkir gadis itu

“Gini, aku nggak pernah menganggap soal hati itu sederhana. Tapi dia bukan perkara besar sampai kita harus menyisihkan waktu, sekedar menyelesaikan itu… Kalau ada kawan kita di luar sana yang masih belum tuntas mengelola hatinya, perasaannya, itu nggak jadi masalah. Proses kematangan dan kadar kemampuan setiap orang kan beda.

Cuma, kalo di posisiku sekarang, aku terlalu malu untuk berpikir tentang perasaan. Masalah-masalah bangsa di luar sana, sedang menunggu untuk kita selesaikan. Aku malu kalau di tengah dunia yang sedang berlari cepat ini, aku masih berkutat soal hati. Perkara sederhana, tapi nggak pernah ada habisnya.

Dan satu lagi, ini juga soal yang nggak jelas mesti aku apain, karena aku belum punya wadah yang pas buat menampung itu..” aku mengedipkan sebelah mata ke arah Aretha. Gadis itu tersenyum lebar.

“Aku nggak mengharapkan apapun, selain menuntaskan cita-citaku. Soal hati yang belum selesai? let it flow… Waktu selalu bisa jadi penyembuh”

***

Teh kami semakin dingin. Sama dinginnya dengan jari-jari dan udara Bukit Sikunir. Beradu, akhirnya kepulan asap teh manis hilang. Berulang kali menggosokkan telapak tangan di cangkir. Ternyata benar, kalau sulit mencari kehangatan di tengah kota, maka dataran tinggi ini menjadi pilihan tepat. Sekedar minum teh, lalu mengobrol, rasa-rasanya dingin tak jadi soal.

secangkir teh

Kami tak tergesa-gesa, tak merasa harus buru-buru. Kemudian kembali menyesap, dan meneguk teh dingin dengan hati yang menghangat.

Rupanya di sini, pagi tak sepesing yang kukira..

52d8f63bac336-semburat-cahaya-sunrise-dieng

buatmu di sana,
yang kelak tak lagi sama
Bogor; Selasa, 30 Desember 2012
8:13 WIB

Advertisements

12 comments

  1. Foto tehnya bagus

    1. hiks. itu hasil nggogle mbak noni. Lupa dicantumin sumbernya. *seandainya itu hasil jepretanku* :3

  2. jadi ini postingan yang keberapa? :d

    1. terakhir liat 204 post wkwk 😀 dapet laporan tahunan gitu ga mbak? bagus deh tampilan dan isinya

      1. Biasanya siy sll dapet tapi smp hari kemaren blm ada notifnya..

        Udah gitu biasanya kita yg klak klik nyari, skrg emg kita dpt lgsg gitu yah?

        1. iyaa, dapet lewat email aku mbak. Lewat notif wp-nya malah nggak dapet

          1. Oh imeel..

            Asiik, nti cek aah. soalnya imel sosmed sm pribadi dipisah siy eheh..

            pantes dr kmaren nyari2 gak nemu.
            jadi ketauan komen dan postingan teramai yah? ;d

          2. yak! 100 juta untuk mbak tin! seru pokoknya tulisannya

          3. udah liaaat 😀

            curiga di mba sekar ada nama titin sbg pengunjung ato penge like #eaa GR :))

  3. Cantik fotona…

    1. dari google semuaa mbak. haha. Lupa kucantumkan sumbernya :/

      1. Achsooo hehe

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: