Murobbi Muda (1)

Journey of Sinta Yudisia

Sebut namanya Ali. Bertubuh kecil, kurus, dan imut-imut. Tidak terlihat seperti guru atau ustadz, karena ia memang bukan salah satu dari keduanya. Ia mentor anak-anak SMA yang sering disebut sebagai Murobbi.
Sekilas tidak ada yang istimewa pada Ali selain bahasanya yang gaul dan santai.
Tapi Ali, perlahan membawa adik-adik binaannya menjadi tertarik untuk mengamalkan Islam. Bukan sekedar mengenal Islam. Sebut saja Happy, cowok SMA yang semula malas-malasan pengajian. Tak jarang, tiap kali Happy mau berangkat pengajian, yang terjadi adalah perang adu mulut dengan ayah ibunya. Yah, tidak sampai Bharatayudha, tapi cukup membuat ketegangan yang menyebalkan. Dan berlangsung berulang-ulang pula setiap pekan!

Suatu saat cuaca berubah.
Happy senang mendapatkan guru ngaji seperti Ali.
Apa pasal?

teacher

Awalnya, sang ibu lah yang sering menegur Happy.
“Kamu nggak pengajian bareng kelompokmu?”
“Nunggu di SMS temanku,” jawab Happy santai.
“Lho, kamu dong yang SMS,” protes ibu.
“Pulsaku habis.”
“Pakai HP ibu.”
Beberapa saat, “ sudah…

View original post 605 more words

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: