Siapa Bilang Cantik Itu Relatif?

Saya hendak berkisah tentang bagaimana seorang wanita harus terlihat sebagaimana mestinya. Cantik. Bagaimanapun dia ditakdirkan lahir dalam keadaan A, B, C, dia tetap harus cantik. Nah lho ๐Ÿ˜›

Barangkali yang namanya perempuan, termasuk saya, pernah berpikir untuk mengubah diri menjadi ideal secara fisik. Bagaimana contoh ideal fisik yang selama ini dikenal masyarakat? Wajah V, kulit putih bersinar, bulu mata lentik, bibir merah segar, alis tebal, hidung mancung, langsing (tidak kurus, tidak juga gemuk). Saya rasa, rata-rata (bukan semua) orang masih punya pendapat sama.

Kalau memang benar definisinya begitu, ouh, betapa tidak adilnya dunia ini. Boleh jadi kita akan sampai pada titik dimana rutukan terhadap takdir menjadi kewajaran, kemudian berani untuk mencaci Allah. Na’udzubillah.

Dengan anggapan begitu pula, orang-orang di belahan bumi bagian barat sana akan dengan percaya diri menganggap bahwa mereka adalah ras yang paling istimewa, sempurna, lalu ras-ras lain harus dihancurkan. *mein kampf jilid dua*

Sebetulnya dengan menulis ini, saya khawatir membuat batasan jelas antara anggapan cantik dan tidak. Saya khawatir menjadi orang yang ikut membuat kotak bagaimana seharusnya melihat si cantik dan bagaimana seharusnya memandang si jelek.

Nah, supaya saya terhindar dari kekhawatiran itu, saya akan mengajak pembaca pada sebuah definisi baru. Ada pengertian yang hilang dari kosa kata di masyarakat kita selama ini.

Belajar bareng ya..

Seorang Janda dan Belasan Pemuda

kertasbiru.deviantart.com

kertasbiru.deviantart.com

Jumlah persis pemuda itu, saya tidak tahu pasti. Mungkin tidak sampai belasan, tapi yang pasti lebih dari satu. Para pemuda itu hendak melamar sang janda berusia 40-an tahun. Saya juga lupa apakah beliau sudah punya anak atau belum, yang jelas para pemuda datang sungguh-sungguh karena alasan tertarik dan ingin memperistri beliau, meskipun mereka tahu bagaimana kondisi janda tersebut. Sebut saja beliau dengan nama Senja.

Memang bagaimana kondisinya?
Orang-orang (lagi-lagi) melihatnya melalui dua mata; gendut, kulit hitam, tidak cantik (gue selalu benci menyimpulkan apakah seseorang itu cantik dan tampan, walaupun yeah, gue sering keceplosan nyebut dia cantik, dia ganteng, dll).

Secara keseluruhan, yaitu fisik, benar-benar biasa saja. Tapi pemuda-pemuda itu, yang jauh lebih bugar fisiknya, jauh lebih muda usianya, jauh lebih mudah mendapatkan gadis lain, ternyata lebih memilih Senja untuk membina kehidupan yang tak berbilang satu-dua tahun. Rumah tangga itu usianya sampai mati, sampai di akhirat nanti. Dan para pemuda itu tahu sejauh mana konsekuensi apabila mereka bisa benar-benar mendapatkan persetujuan dan resmi menjadi suami Senja.

Pertanyaan berikutnya, apakah yang membuat para pemuda itu mengejar Senja? Kenapa tidak yang lain saja? Apakah sudah tidak ada pilihan gadis lain di dunia ini?

Jikalau memang sudah tidak ada gadis yang mau menerima para pemuda itu, kenapa harus memilih Senja? Bukankah banyak janda lain yang berwajah V, kulit putih, bulu mata lentik, dan hidung mancung bak model? Kenapa harus Senja? Kenapa?

Truthfully Beautiful

tallmomontherun.com

tallmomontherun.com

Usut-punya usut, ternyata Senja adalah sebongkah emas, harta karun dunia dan insyaaAllah bernilai sampai akhirat. Beliaulah cermin kepribadian seorang muslimah yang cerdas, luas wawasannya, indah akhlaknya, baik budi pekertinya, santun perilakunya, pokoknya kapasitas beliau oke punya. Itu artinya, para pemuda yang mengejar beliau juga cerdas.

Siapa sih yang tidak tertarik dengan seorang wanita yang apabila ia bicara, tutur katanya demikian bertenaga? Siapa sih yang tidak terkesima dengan seorang wanita yang di setiap sepertiga malam, tak pernah luput wajahnya dari basuhan wudhu?

Siapa sih yang tidak terpesona dengan seorang wanita yang tak hanya khidmat berhubungan dengan tuhannya, tapi juga berkasih sayang dengan sesamanya?

Siapa sih pemuda bodoh yang begitu saja melewatkan wanita yang demikian indah akhlaknya? Jawabannya, tidak ada. Buktinya, banyak yang ingin mempersunting beliau.

Meskipun ketika kisah ini disampaikan oleh teman saya, ia tak mau menyebut nama Senja yang sebenarnya. Padahal, betapa saya ingin mengenal dan berguru kepada beliau.

Tampil indah secara fisik, tentu boleh. Bahkan Rasulullah Saw mencontohkan cara berpakaian yang bersih, rapi, dan enak dipandang atau dalam hal ini bisa kita sebut sopan, memakai pakaian pada saat yang tepat sesuai situasi dan kondisi, serta tidak berlebihan.

Sekali lagi, tidak berlebihan. Merawat diri seperti pergi ke salon, sangat boleh. Siapa sih wanita yang tak suka tampil bugar dan terawat?

Lalu, Bagaimana Kisah Senja Selanjutnya?

Red-Roses-flowers-34611290-1024-768

Saya tidak tahu, karena kisah yang teman saya tuturkan hanya sampai situ. Barangkali begini cara Allah mengingatkan saya tentang sebuah hakikat. Tentang kesejatian. Di luar sana, ada kosa kata yang demikian banyak untuk kita kenali sebagai sebuah pengertian.

Tidak seperti barang, semua kosa kata bisa ada di dalam kepala. Pada kata yang paling baik hingga paling buruk sekalipun. Alasan sederhana, sebab ia tidak punya rupa. Boleh jadi seperti udara, bebas keluar masuk ruangan. Sayangnya, sebuah ruang bernama kepala ini begitu rentan untuk didiami kata.

Senja memberikan kosa kata baru tentang wanita, cantik, dan kesejatian. Logika raga, ketika usia semakin bertambah, rambut memutih, kulit tak sekencang saat muda, loyo, punggung bongkok, keriput, lipatan lemak di setiap sudut tubuh, pandangan mulai kabur, semua kemampuan menurun.

Namun, agama punya logika lain. Semakin bertambah bilangan usia, cara pandang makin meluas, kedalaman ilmu makin bertambah, kebijaksanaan makin medominasi setiap keputusan, makin santun dalam bertutur, isi otak makin cemerlang, akhlak semakin indah dan semerbak.

Bukankah menjadi Senja begitu mengagumkan?
Semua orang jelas akan memandangnya dengan cara yang tak pernah sama dengan wanita seusianya, bahkan dengan gadis yang jauh lebih muda!

Disaat gadis lain, para pemudi dengan gejolak perubahan yang demikian besar, berapi-api melancarkan eksekusi achievement project ini dan itu, ibarat subuh yang sejuk dan berembun, Senja berdiri menjadi wanita perkasa, tapi begitu lembut menyegarkan hiruk-pikuk dunia yang mulai menua.

Senja menjadi wanita yang semakin percaya diri, justru ketika usianya tak lagi muda. Disaat ia berdiri dan bicara, maka semua mulut berhenti bersuara, semua pendengaran ditajamkan, semua mata fokus pada siapa yang ada di depan.

Senja tampil dengan intonasi sedang, kalimat tertata rapi, kosa kata keluar dengan sempurna, pandangan menyapu setiap sudut di hadapannya, dan senyum yang tak pernah ia reka-reka sedemikian rupa. Senja yang mandiri, kuat, dan menguatkan.

Maka tak ada alasan lagi bagi yang muda untuk hilang rasa percaya pada diri sendiri ketika dihadapkan dengan takdir, yang bagi sebagian orang, takdirnya datang tergesa-gesa, terlalu cepat. Takdir tua itu pasti. Mengapa harus terkejut? Mengapa banyak yang tak siap? Lalu bagaimana kalau banyak yang tak siap? Apa yang harus disiapkan?

Jawabannya; ilmu.

Cantik Mutlak

wonderfulengineering.com

wonderfulengineering.com

Cantik bisa diukur. Dari sejauh mana pemahaman kita terhadap hidup, kehidupan, dan segala persoalannya. Dari seluas apa cara pandang kita terhadap bertrilyun peristiwa yang datang dan pergi, berganti cepat setiap waktu.

Dari sebesar apa penerimaan kita terhadap setiap takdir. Dari secerdas apa kita menyikapi kejadian, permasalahan. Dari sematang apa kita dalam mengambil keputusan. Dari sebijak apa kita mengolah tindakan. Dari setinggi apa keimanan mendominasi diri. Dan dari sedalam apa ketaqwaan kita pada Allah. ๐Ÿ™‚

Kemudian bagaimana caranya kita mengukur dia cantik atau tidak? Bagaimana kita tahu dia cantik?

Lihat bagaimana kesehariannya. Lihat bagaimana akhlaknya. Lihat bagaimana ia memuliakan tamu, menghormati tetangga, menjaga silaturahim, menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memenuhi hak dan kewajiban bagi saudara sesama muslim.

Lihat bagaimana ia menebar sedekah paling mudah; senyum. Lihat pada dirinya, semua yang Rasulullah Saw sunnahkan, yang Rasulullah Saw contohkan. Bukankah pemahaman yang baik terhadap ilmu akan tercermin melalui sikap dan perilakunya sehari-hari?

Bukankah itu terlalu sempurna? Apakah ada orang yang bisa melakukan itu semua? Apakah bisa?

Senja adalah cermin dari kecantikan yang nyaris sempurna, sebagai seorang wanita, sebagai seorang manusia. Kita memang tak pernah tahu apakah kita sudah termasuk ke dalam kategori cantik seperti itu atau belum.

Memang kita tidak pernah tahu. Karena semua upaya itu, semuanya bermuara pada pandangan Allah. Hanya Allah yang Tahu sudah sejauh mana kita mencapai titik kecantikan yang sempurna. Hanya Allah yang Tahu.

Buat apa Islam tegak di muka bumi dengan segala aturannya? Buat apa Rasulullah Saw hadir di tengah-tengah kebodohan umat manusia pada saat itu jika bukan karena titah Allah untuk memperbaiki keadaan, menerangi yang gelap, dan menyempurnakan yang cacat? Buat apa itu semua ada, jika bukan dijadikan sebagai tolak ukur kita dalam berperilaku sehari-hari?

Begitu sulitnya melihat apakah si A cantik atau tidak seperti si B. Barangkali sudah saatnya kita tidak perlu lagi mengukur orang lain cantik atau jelek. Ukur saja diri sendiri. Sudah sejauh apa kita berupaya menjadi sempurna? Kalau mengukur diri sendiri, pasti mudah. Misalnya saya, saat menengok kembali ke dalam diri, saya bertanya apakah saya cantik? Jika saya belum cantik, apakah saya bisa cantik?

BISA. Cantik bisa diupayakan.
Jika tetap merasa belum cantik setelah berupaya sedmikian rupa, paling tidak, usaha itulah yang selanjutnya akan menjadi sebuah nilai. Dia cantik karena sedang berusaha menjadi cantik. Dan ukuran cantik bagi semua wanita itu sama; akhlak/perilaku/budi pekerti.

***

Setiap orang bebas mengemukakan pengertiannya sesuai kosa kata yang diserap, sesuai dominasi isi kepala. Ketika saya menuliskan ini, note to my self, sekaligus alarm bahwa saya harus terus-menerus gigih berupaya melahap ilmu yang begitu banyak bertebaran di semesta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saya ingin ketika mulai menua, saya lebih percaya diri berhadapan dengan masyarakat. Lebih cemerlang, lebih bisa menahan emosi, lebih dewasa, dan tentu lebih cerdas menyikapi segala sesuatunya. Saya ingin ketika mulai beruban, mulai keriput, saya tetap bisa membahagiakan orang-orang di sekitar saya dengan manfaat yang bisa mereka peroleh.

Apa sih yang bisa bikin kita bahagia selain tampil cantik di mata Allah dan tuuuut? :p

Jumat Mubarak, guys!

note to my self,
Bogor; Jumat,
13 Maret 2015
9:03 WIB

Advertisements

63 comments

  1. Ngga bisa komentar nih teteh… hehe
    Saking terpesona sama tulisannya yang cantik… ^_^

    1. Setuju teh, bagus banget tulisannya

      1. Woa ada dewi blogger! XD makasih mbak noni yang insyaaAllah cantik luar dalam ๐Ÿ™‚

        1. Amin….

          Ya ampun dewi blogger hahahaha

    2. Haha, lha ini teteh lagi komentar. ๐Ÿ˜€ Salam buat anak-anak teh. Lama pisan euy di sana, hehe

      1. ini tuh bukan komentar atuh Non… kalau komentar itu..bla..bla..bla…. panjang dan ada kaitannya sama isi postingan..

        tp pengalaman, teteh mah suka oot..jd gimana atuh yaa…:D

      2. buatku mah semua komentar nggak ada yang oot teh. Asal nggak jualan aja “cek WP kami kakaaaak” XD Khawatir ntar lama-lama WP berubah jadi IG haha.

  2. Setuju. Cantik itu mutlak, bisa diukur. Bukan penilaian hanya sebatas kulit yang cenderung menyesatkan penilainya.

    1. Terima kasih atas kunjungan dan kesediaannya membaca tulisan saya, pak Iwan ๐Ÿ™‚

  3. Aku ngebayanginnya Ibunda Khadijah, Sekar hehe

    1. Iyaa… persis. Mungkin bu Senja ini emang mau mencontoh beliau. Belakangan kudapat kabar kalau Senja ini anggota dpr. Gatau pusat atau daerah deh. Super lah ๐Ÿ˜€

  4. *anggukangguk di sepanjang baca tulisannya ๐Ÿ™‚

    1. wah om, terima kasih sudi mampir ke blog saya ๐Ÿ˜€

  5. suka banget bagian kalimat ini “Saya ingin ketika mulai menua, saya lebih percaya diri berhadapan dengan masyarakat. Lebih cemerlang, lebih bisa menahan emosi, lebih dewasa, dan tentu lebih cerdas menyikapi segala sesuatunya. Saya ingin ketika mulai beruban, mulai keriput, saya tetap bisa membahagiakan orang-orang di sekitar saya dengan manfaat yang bisa mereka peroleh.”

    tulisannya keren :))

    1. jazaakillahu ahsanal jazaa, dila… newbie belajar nulis hehe. Semoga manfaat dan aku konsisten nulis ๐Ÿ˜€

      1. amiiinnn… semoga aku juga bisa konsisten nulis juga hehehe ๐Ÿ˜€

        1. aamiin ๐Ÿ˜€

  6. ka sekar.. ๐Ÿ™‚ boleh izin reblog? hehe

    1. boleh sekali, adikku ๐Ÿ™‚

  7. Reblogged this on History of Peraih Mimpi and commented:
    wonderful post ๐Ÿ™‚

  8. […] saya menulis tulisan ini, pesan itu pada akhirnya selalu menghantui; “semakin tua, semakin bertambah bilangan usia, […]

  9. Hihi betul juga ya.. Cantik itu bisa diukur dan pengukurannya tidak tergantung pada subjeknya. Kata einstein sih, “titik acuannya sudah ada dan acuan lain tidak diperkenankan”. Nice post ijin reblog ๐Ÿ™‚

    1. silakan. terima kasih sudah membaca ๐Ÿ™‚

  10. […] Tulisan ini terinspirasi dari tulisan akhwat yang super yang berjudul โ€Siapa Bilang Cantik itu Relatif?โ€ […]

  11. Makasih untuk pengingatnya.
    Dan ini ditulis pada saat ulang tahun saya, terima kasih sekali lagi.. ๐Ÿ™‚

    1. sama-sama mbak dewi… saya juga masih belajar, hihi
      sama-sama saling mengingatkan ya mbak ๐Ÿ™‚
      oh ya, selamat ulang tahun mbak dewi! selamat merefleksi diri dan semoga tambah cantik ๐Ÿ˜€

  12. heei, cantiiik.

    1. *nengok* ๐Ÿ˜›

  13. โ€œSaya ingin ketika mulai menua, saya lebih percaya diri berhadapan dengan masyarakat. Lebih cemerlang, lebih bisa menahan emosi, lebih dewasa, dan tentu lebih cerdas menyikapi segala sesuatunya. Saya ingin ketika mulai beruban, mulai keriput, saya tetap bisa membahagiakan orang-orang di sekitar saya dengan manfaat yang bisa mereka peroleh.โ€

    —> ini PECAAAAAHHHH banget!

    1. ๐Ÿ™‚ makasih udah mampir mbak

  14. Ah… Tulisan ini bikin saya ingin menyampaikan pendapat saya.

    Sepertinya kita memang harus menyandarkan penilaian segala sesuatu dari kaca mata Islam saja. Termasuk cantik ini. Maksud saya, kalau kita sudah memahami bahwa kondisi fisik kita adalah takdir dan mengetahui bahwa Allah swt. tidak menilai manusia dari kondisi fisiknya tapi dari ketaqwaannya, cukup bagi kita untuk tidak mempermasalahkan kondisi fisik kita.

    Karena fisik bukan sebuah prestasi yang diusahakan manusia. Tapi ketaqwaan, setiap orang bisa mengusahakannya. Disitu menurut saya keadilan Allah Swt.

    1. Tergantung cara pandang masing-masing orang sih mas menurut saya. Hehe. Setiap agama pasti mengajarkan hal baik dan pegertian yang mudah bagi penganutnya. Karena saya muslim, jadi saya memandang definisi cantik dari kacamata Islam. ๐Ÿ™‚

  15. suka bgt ama pendapatmu “Cantik Mutlak
    Cantik bisa diukur. Dari sejauh mana pemahaman kita terhadap hidup, kehidupan, dan segala persoalannya. Dari seluas apa cara pandang kita terhadap bertrilyun peristiwa yang datang dan pergi, berganti cepat setiap waktu. Dari sebesar apa penerimaan kita terhadap setiap takdir. Dari secerdas apa kita menyikapi kejadian, permasalahan. Dari sematang apa kita dalam mengambil keputusan. Dari sebijak apa kita mengolah tindakan. Dari setinggi apa keimanan mendominasi diri. Dan dari sedalam apa ketaqwaan kita pada Allah”

    minjam quote ya

    1. haloo mbak winny! ๐Ÿ˜€

      1. Sama mbak, saya juga suka banget pendapat bagian itu. Memang kecantikan fisik bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Kalau inner beauty bisa jadi tak lekang oleh waktu, bahkan ketika seseorang meninggalpun jika memiliki inner beauty yang baik akan terus dikenang.

        1. yap. saya punya kakak kelas yang kalau soal nolong orang, nggak pernah mikir dua kali. Ketika dia meninggal beberapa tahun lalu, semua kawan-kawan merindukan kebaikan beliau sampai sekarang. Bahkan sampai ada orang yang tak dikenal pada akhirnya mengenal kakak kelas saya itu karena cerita-cerita kebaikan beliau yang tak pernah berhenti dikisahkan ๐Ÿ™‚

          1. Hmmm, innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Iya mbak bener banget, yang penting menolong orang dengan tulus, insya Allah ada balasannya.

  16. sayangnya di masyarakat kita definisi cantik itu selalu yg bertubuh ideal dan wajah yang mempesona yah.. bagus tulisannya teh

    1. iya mbak rina. sebetulnya itu definisi yang wajar karena siapa sih yang nggak lihat orang dari tampilan luar untuk pertama kalinya? cuma, tampilan luar itu kadang jadi tolak ukur kebaikan seseorang. kan itu jahat ๐Ÿ˜ฆ

  17. sejauh ini, kita masih menilai kecantikan hanya dari segi fisik kan ya ._.

    1. iyaa, manusiawi memang. Tapi butuh ilmu yang luas juga ternyata kalau ingin bisa lihat kecantikan seorang wanita bukan dari fisik.

      1. Wkwkwk karena kecantikan itu ada diberbagai macam segi ya Mbak ๐Ÿ˜€ hihih

  18. suka tulisanmu, suka dengan pendiskripsiannya. Love it ๐Ÿ™‚
    -deny-

    1. ya ampun mbakden, aku baru ngeh mbak komen di postingan ini. ๐Ÿ˜ฆ maaf. Terima kasih mbak, semoga deskripsi saya nggak menyudutkan siapapun hehe

  19. Teman saya pernah galau, katanya, mengapa setiap tokoh cerita dari novel-novel yang dibacanya melulu punya ciri-ciri fisik yang cantik. Kadang-kadang sampe ada yang nyaris sempurna. Saya bilang, itu karena kebanyakan pembaca menyukai tokoh yang cantik dan tampan. Kalau tokohnya sumbing, giginya tonggos, matanya juling, novelnya bakal tidak laku. Si teman tiba-tiba ngasih ide, “gimana kalo lo nulis cerita yang tokohnya sumbing? Berani gak?”

    Ini tantangan buat para penulis: bisakah mereka menarik simpati pembaca terhadap tokoh utamanya, walaupun si tokoh memiliki kekurangan fisik yang mencolok?

    Postingan di atas menjawab pertanyaan itu. Caranya adalah dengan mengeksplorasi sifat-sifat terpujinya. Kecantikan hati lebih berpeluang menuai simpati ๐Ÿ™‚

    1. maaf baru saya balas komentarnya. Betuul! setuju 1000%. Dan tingkat kesulitannya jauh lebih besar karena penulis harus cerdas bermain di kalimat, diksi, supaya pembaca bisa terpikat “hanya” dengan nilai kebaikan yang dimiliki diri seorang wanita dgn fisik sangat biasa atau bahkan ada cacat

  20. Hmmm … baiklah ^_^
    Good writing and everybody looks enjoyed to read….

    1. waa welcome bang! makasih sudah mampir ๐Ÿ˜€

  21. Alhamdulillah…. entah kenapa adem bener mbaca tulisan ini.

    Kesimpulan:
    Fisik bisa berubah. Semakin kita menua, fisik akan berubah. Begitu pula dengan sikap dan sifat, juga bisa berubah bergantung pada keadaan lingkungan sekitar dan mungkin oleh kesehatan. Hanya satu yang sulit berubah hingga kapanpun. Yaitu akhlak. Kalau akhlak udah bagus, insyaallah ke depannya akan lancar, karena Allah selalu menyertai kita. ๐Ÿ˜ณ

    1. yap, akhlak. dan untuk punya akhlak yang cantik itu juga sulit. jadi yaa wajar kalo di tengah prosesnya banyak yang kesandung.

  22. seperti lagu cherrybelle
    kamu cantik cantik dari hatimuu

  23. Bagus banget tulisannya!!
    Mengingatkan kita akan arti kecantikan yang sesungguhnya. Jadi, yg didandanin gak melulu wajah yaa, hati juga harus tiap hari didandanin biar cantik. Biar bukan hanya manusia saja yg iri dg ‘kecantikan’ itu, bahkan bidadari surga juga kagum dg ‘kecantikan’ wanita yg sesungguhnya.. InsyaAlloh ๐Ÿ™‚

    1. hihi terima kasih bun. Saya sering ketemu orang yang dari segi fisik kayak Senja itu, tapi tiap dekat dia kok ya rasanya adeeemm banget. Jadi muncul semangat belajar dan perbaikan diri. Semoga kita bisa seperti itu ya bun ๐Ÿ™‚ aamiin

  24. Wih, ternyata postingan ente yang ini ente jadikan tagging post.. Pengunjungnya makin banyak nih.. Kereenn..

    1. buat penyemangat diri sendiri sebenernya. Kalau saya lagi loyo, baca ini, terus on fire lagi ๐Ÿ˜€

      btw, ente udah lama nggak ngeblog yak?

      1. Udah lama bangeeettt, wkwk..

        Semenjak laptop mati total kesempatan buat ngeblog jadi makin langka.. Ini aja ngeblog pakai komputer organisasi (Birena)..

        Wih, masih bangun nih ceritanya..

        1. masih nulis lebih tepatnya

          1. Hmm.. Emang sih, kalau lagi pengen nulis sesuatu, sulit untuk tidak begadang kalau tulisannya belum rampung.. Alamat bakal tidur nih ane pas prosesi wisuda besok, haha..

  25. Waah, setuju banget!

    1. ih aku dikepoin >,<

  26. Ih, aku terpesona banget sama pemilihan diksi dan tulisanmu, Sek. Enak dibaca, tidak bertele-tele, tapi punya kekuatan untuk dinikmati. Super~

    1. makasih juga kaaaak atas pesonanya yang berhasil bikin tulisan ini selesai dan akhirnya dipublis di blog ๐Ÿ˜€

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: