Nilai

Gue punya temen yang sering takut sama penilaian. Sebut aja temen gue itu dengan nama Melon.
Pandangan yang orang berikan buat dia, sering dia takuti.

Kenapa? karena Melon takut, Melon terlalu jahat buat jadi seorang sahabat. Melon takut, Melon terlalu payah untuk sekadar berkorban demi kebaikan. Melon takut, Melon terlalu pelit untuk memberi. Melon takut, Melon terlalu banyak bermuka masam di hadapan temen-temen. Melon takut, Melon ternyata buruk rupa (isi hati dan isi kepala).

dan makin lama, Melon sadar, kalau ketakutan ini sangat tidak beralasan, nggak logis, nyebelin, alay. Ini nama temen gue kedengeran nggak ear and mouth catching deh, haha. Sori, kebetulan gue lagi pengen melon. 😀

***

Ceritanya, malam ini gue dikepoin sama seorang partner kerja. Keponya nggak tanggung-tanggung men. Selagi kepo, doski bilang-bilang di grup whatsapp kalo lagi ngepoin gue ke si X (si X ini temen gue). Gue berusaha bersikap rusuh di grup. Mana yang namanya grup itu isinya banyak orang kan. Kenapa berusaha? Yaa.. biar seru aja sih. Biar rame gitu. Kesiyan kan kalo dia berusaha ngelucu, berusaha ngebully gue, tapi gagal. Itu tuh sakit. Artinya, gue nggak peduli. Sama sekali nggak peduli dengan informasi apa yang diperoleh partner kerja gue itu dari si X. Jelek atau bagus, so what?

Kalau gue mikir si X cerita yang jelek-jelek, berarti gue suuzon dong. Kalau gue mikir si X cerita yang bagus-bagus, ntar gue gede kepala. Jadi, gue selalu nggak pernah mikirin macam apa penilaian orang terhadap diri gue. Bagus ya alhamdulillah, mesti gue pertahankan dan tingkatkan. Kalau jelek ya istighfar, perbaiki dan jangan diulangi. Selesai.

***

Apa yang bikin sebagian orang takut dengan penilaian?
Sederhana, yang sebagian itu cuma takut sama ekspektasi.

Ekspektasi terhadap diri sendiri, maupun ekspektasi orang terhadap dirinya. Just it. Atau mungkin ada alasan lain? Kalo kata film mama cake, everything happens for a reason. Sejauh yang gue amati dan gue rasakan ketika gue masih begitu mudahnya terpengaruh omongan orang, ekspektasi adalah alasan terkuat dan sulit dibantah.

413

Apa mungkin ada orang yang takut dinilai orang lain karena nanti ketauan kalau ternyata dia setengah manusia setengah buaya?

perpustakaan
Bogor; Kamis, 16 April 2015
16:11 WIB

Advertisements

6 comments

  1. cieee.. siapa tuh 🙂

    1. namanya Mardiah. Duh, jadi jujur kan. Padahal dia namanya nggak mau disebut. Ketauan deh 😐

    1. banget! kesiyan sih

  2. Selagi penilaiannya untuk “perubahan diri”, why not? 😀

    Ya, walaupun ada penilaian orang itu ada subjektif mereka, kita bisa melihatlah bagaimana diri kita, bisa mengukur dimana kelebihan dan kekurangan kita, pastinyalah…

    Si melon, semoga dia dapat pencerahan… 😀

    1. yap, aamiin 🙂

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: