Buku dan Kacamata Baru

Ketika saya mulai dihadapkan pada bentuk kehidupan luar yang sungguh keras dan cadas, sekitar tahun 2013, saya nyaris collapse. Ternyata, imunitas yang dibangun selama di kampus, jauh dari kata cukup. Pada waktu itu, ketika kawan-kawan saya sibuk dengan organisasi, asah softskill, saya coba meraba bagaimana bentuk dunia di luar dinding yang -ampun!- nyaman sekali. Ternyata, realitas di balik dinding kampus itu bentuknya kasar, suka beradu, kejam, tega, culas, bahkan banyak yang jelas-jelas jahatnya. Dan saya nyaris muntab di awal mula, di pintu gerbangnya.

Menikmati Passion
Bukankah semua hal yang berkaitan dengan buku, selalu identik dengan individualisme? Introvert? Tidak peka? Miskin empati? Tidak juga. Saya ekstrovert, suka bertemu orang baru, suka berbicara di depan publik, sangat menikmati ketika harus mempresentasikan sesuatu di depan banyak orang, mencintai pekerjaan dalam tim, dan saya sempurna terpikat dengan buku, dengan aktivitas membaca. Saya berani mencoba keluar zona nyaman di tahun 2013 itu, salah satunya berkat bantuan buku.

Books have given me a magic portal to connect with people of the past and the present. I know I shall never feel lonely or powerless again. Having a dream shattered really is nothing compared to what many others have suffered. I have come to believe that coming true is not the only purpose of a dream.

Its most important purpose is to get us in touch with where dreams come from, where passion comes from, where happiness comes from. Even a shattered dream can do that for you. So because of books, I’m here today, happy, living again with a purpose and a clarity, most of the time. So may books be always with you.

(Lisa Bu, Februari 2013)

Lets see how books can change your world become a simple happiness. 🙂

Buku dan Masa Depan
Entah sudah berapa kali saya merombak deretan rencana hidup. Pada akhirnya, saya memilih apa yang saya sukai sebagai pekerjaan di masa depan. Dan betapa kebahagiaan itu tidak melulu bicara soal kaya, mapan, punya mobil, rumah besar. Tapi cukup dengan perwujudan dari satu per-satu target saya, khususnya yang menempati posisi dua teratas; perpustakaan pribadi dan haji di usia muda.

Perpustakaan Pak Habibie by. Google

Perpustakaan Pak Habibie by. Google (maaf lupa saya catat ambil dari blog mana T,T)

foto ini juga by google

foto ini juga by google

Semenjak saya menulis tulisan ini, pesan itu pada akhirnya selalu menghantui; “semakin tua, semakin bertambah bilangan usia, harus jadi wanita yang makin berkapasitas, makin berdaya, makin bernilai. Dan semua itu pusatnya ada di kepala, ada dicara berpikir, ada dicara bersikap, ada ditingkah laku, ada di setiap tutur kata…

Lalu, apa kuncinya?
Ilmu 🙂

Selamat Hari Buku!

callyinherfreakyworld.tumblr.com

callyinherfreakyworld.tumblr.com

mari pandang dunia dengan kacamata baru
Bogor; Jumat, 24 April 2015
1:01 WIB

Advertisements

6 comments

  1. saya suka buku dan introvert bgt.

    tapi kalo gda keliatan introvert2nya :))
    suka beli buku eh, tepatnya sekarang ahah

    1. aku tau deh teteh sukanya baca apa 😛

      1. ini knp guweh ga ngerti komen gw sendiri yak :))

        ahaha.. bukan ngebahas sukanya. tp skrg udh jarang baca, hobinya beli aja 😀

        1. hahaha sama teh! 😛 aku juga agak bingung sama komen teteh itu. haduu

  2. itu kalo=ko deh harusnya.

    ahaha..

    kayanya ini tin lagi gerilya malam, jd ajah begini 😀

  3. keren tulisannya.

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: