The Type of Bedroom and Owners

Gue adalah makhluk kamar, kalo lagi di rumah tapi. Menikmati segala sesuatunya ketika di rumah, yaitu itu di kamar. Ini agak ansos sih sebenernya. Anti sosial. Kalo kata Ibuk, gue egois tiap pulang langsung ngamar. Yah, gimana dong, buku-buku gue numpuknya di kamar. Kalo pulang ke Semarang pun, gue langsung ngamar. Tinggal Bapak marah-marah. Wkwkwk. Gue berimajinasi, seandainya nanti berumah tangga, gue akan menikmati me time di kamar dengan sepuasnya, sedangkan suami dan anak-anak biar dilalerin. HAH!

Gue paling nggak suka kalo kamar disemutin, banyak remah makanan, atau sampah apapun di lantainya. Gue suka kamar yang bersih, meskipun nggak rapi-rapi amat. Minimal kamarable lah.

Setidaknya, ada empat tipe kamar yang gue tau:
1. Kamar penuh barang di mana-mana, tapi penting semua. Meskipun itu kaleng minuman yang isinya udah ludes. Oke, ini bisa disebut kamarnya orang kreatif. Kata penelitiannya orang, entahlah siapa, kamar berantakan justru menandakan orang itu kreatif. Gue nggak mentah-mentah setuju ya tapi. Soalnya gue rapi tapi kreatif-kreatif aja tuh. *HOY! STOP NARSIS!!* wakakakak
messybedroom-770x4702. Kamar yang rame kertas, buku, majalah. Mulai dari yang kepake, atau cuma sampah doang tapi dibuang sayang. Biasanya yang gini nih, dia suka baca tapi nggak punya rak buku. Atau mungkin dia suka baca satu buku berulang kali. Biar nggak ribet bolak-balik ngambil di rak, mending geletakin aja di lantai atau kasur. Gue agak mendekati arah kamar tipe ini. Tapi gue punya rak buku, cuma udah nggak muat. Selain itu, gue tipe pembaca gado-gado. Sekali baca, di hadapan gue bisa ada 10 buku. *pasti pada nebak, 10 buku itu tuntas seketika* HAHA! ENGGAK! Gue baca buku setengah-setengah. Nggak betah baca satu buku sampe beres. Nah, cuma tetep gue target baca 10 buku itu harus tuntas semua dalam 2 pekan atau 3 pekan misal. Gitu. Bukan berarti 10 buku itu nggak jelas selesainya kapan. Wehehehe, gaya banget ya gue. Iya dong. *mulai narsis lagi*
tumblr_mhzgkx0rr61qbybn4o1_5003. Kamar penuh bekas makanan. Mulai dari bungkusnya, isinya yang kemana-mana, sampek remah-remahnya. Gue sih yakin itu kamar jadi ragunan, gembira loka, taman safari, apa lagi? Tapi kayaknya nggak gini juga ya. Ini kamar mirip TPA Bantar Gebang.
japanesestation.com4. Kamar yang rapinya nggak ketulungan. Saking kinclongnya, cuma ada tempat tidur sama lemari. Udah gitu. Nggak ada buku barang sebiji, nggak ada foto, nggak ada lampu. Apaan ya? kayaknya kamar ini cuma buat formalitas. Penghuninya lebih milih tidur di kamar mandi, barangkali.

071b.jpg

071b.jpg

So far sih 4 tipe kamar itu yang cukup ekstrim, setau gue. Gue nggak masukin kamar yang tipenya standar: berantakan standar maupun rapi standar. Mayoritas orang Indonesia kayaknya yang standar ya. Rapi atau berantakan, tapi nggak berantakan banget macem Tempat Pembuangan Akhir. Kalo kata Einstein yang meja kerjanya berantakan, makin kacau berarti makin kreatif. Gue nggak sepenuhnya setuju, as i said before. Tapi yah, yang namanya Einstein di dunia ini, pendapatnya seolah jadi hukum mutlak. Padahal bisa aja saat itu Einstein bilang gitu karena abis putus cinta sama pacarnya, akibat si pacar suka ngeberesin meja Einstein. Kayaknya Einstein tipe cowok sensi yang semua propertinya nggak boleh disentuh. Khawatir jadi kacau. *kok gue juga gitu ya?* wkwk. Contoh lain, Mark Twain yang imajinasinya menggila ketika di atas mejanya berantakan. *btw, gue sering banget pake kata “tapi” pfft! -_-*

Pokoknya gini ya, ini gue sekalian curhat aja dah! *yah, postingan curhat kan jadinya, hagzhagz!* gue benci kamar penuh semut, remah-remah makanan. Nggak usah penuh deh. Dikit aja semutnya, gue benci. Kamar yang bau apek, bau keringet, lantainya licin berminyak, gue nggak suka juga. Kasur ngeres kayak ada pasir, gue geli juga. Apalagi kalo sampek ada upil di tembok, di bawah meja, YUCK! Standar berantakan gue adalah dimana-mana ada buku. TITIK. Berdebu juga gue nggak suka, karena gue alergi debu. Kalo ada debu, pilihannya cuma dua: gatel-gatel atau bersin-bersin. Ini bukan manja atau sok-sokan yang iyuh banget. Ini soal KEBERSIHAN. Dan kebersihan berhubungan dengan STANDAR KEIMANAN! Oke? Deal ya? Bukan maksud “sara”, tapi gue yakin, setiap agama pasti cinta kebersihan. Nggak mungkin ada agama yang punya prinsip “hiduplah dengan penuh kekotoran dan kedekilan” Nggak mungkin ada kan?

Seenggaknya, kayak gimana kamar lo, sedikit banyak mendeskripsikan seperti apa kepribadian lo. Gue jauh lebih setuju ungkapan ini daripada menentukan kepribadian melalui buku yang dibaca. Itu juga bisa sih, tapi buat yang pelahap semua jenis buku, lo nggak akan mudah nebak kepribadian dia kayak apa. Rapi sama bersih beda ya. Kalo banyak barang, geletakan di mana-mana, itu masih gue tolerir. *dih siapa gue* yang penting bersih. Nggak jorok. I am sure you know what i mean. Gue setuju dengan pic utama postingan ini. Mau kamar lo kayak apa bentuk dan posisi barang-barangnya, itu hak lo sebagai yang punya. Yang penting bikin nyaman tamu (temen misalnya yang bisa masuk kamar kita).

Adakah tipe kamar yang lain? 🙂

sore yang indah setelah datang 2 abang JNE
Senin; Bogor, 6 Juli 2015
6:39 pm | 18:39 WIB

Advertisements

3 comments

  1. Aku rapih kalo mood. Beresin kamar bisa sebulan sekali terutama kalo nyokap udah ngedumel. Hehehe

    1. samaaaa! haha. Ibuk emang bisa jadi alarm banget kalo kita udah keterlaluan ampun

  2. pabalataak. 😀

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: