Dont be Disgusted with Rainbow

Pantesan!
Beberapa pekan lalu gue liat tanda pelangi di WP, nyempil aja gitu di atas pas buka dasbor. Belakangan gue baru paham itu semacam icon yang dipake kaum LGBT untuk membangun lambang filosofis atas paham mereka. Gile, nggak ada pilihan lain selain pelangi ya? Itu ciptaan Allah Swt yang terlalu indah buat dijadiin lambang ‘begituan’. Terus tadi pagi nggak sengaja nemu status yang ngeshare di FB tentang respon terhadap LGBT dari bunda Taty. Cek di sini.

Bener, bener, bener. Orang-orang baik terlalu malu untuk bersikap. Orang-orang itu, yang lesbian dan gay, mereka aja nggak malu untuk menyatakan prinsip hidup yang tidak sesuai dengan fitrah. Justru bertentangan, tapi mereka menyatakan dengan tegas dan terbuka. Masak sih, yang lurus lempeng nggak berani bersuara. Kejahatan terstruktur akan menang melawan kebaikan yang tidak terstruktur. Meskipun jahat, kalo apik, sistematis, rapi kerjanya, ya kebaikan yang benar sekalipun akan kalah kalau nggak bisa jadi tandingan.

Kakak kelas gue ada yang sampe sempet ill feel sama pelangi gara-gara dijadiin tanda/simbol/lambang LGBT. Gagal paham gue sama filosofinya. Termasuk betapa terkejutnya gue ketika liat mantan artis cilik yang posting status “cenderung mendukung” LGBT. Ealah, dunia makin gelap aja.

Contoh kaum Nabi Luth, bencana Pompeii, kayaknya belum cukup jadi pelajaran. Apa perlu Allah Swt ulangi lagi kejadian yang sama di masa sekarang demi bikin manusia ngeh kalo hubungan sesama jenis bukan cuma menyalahi fitrah. Itu sesuatu yang sangat tidak manusiawi.

Memangnya, keuntungan berhubungan badan dengan sesama jenis apa? selain memuaskan jebakan hawa nafsu yang diabsahkan oleh nalar, apa untungnya?

straight-prideBogor; Rabu, 8 Juli 2015
06:23 am | 06:23 WIB

Advertisements

6 comments

  1. Sempet penasaran juga kenapa pelangi?

    1. iya, sempet nebak, apa maksudnya “perbedaan itu indah” ya? LGBT kan berbeda dari yang lain dan minoritas.

  2. Warna bendera rainbow-nya LGBT itu sudah mulai dipopulerkan oleh rainbow cake…. Jd masyarakat udah familiar….

    1. oh ya? baru tau… 😦 padahal rainbow cake enak

  3. Kalau kita menentang, dikatain gak memihak ham :/ . Di FB kmrn beredar surat terbuka dari seorang anak yg dibesarkan oleh ibunya yg lesbian dan pasangannya. Kini stlh dewasa, dia malah jd aktivis penentang LGBT krn merasa keluarganya ‘timpang’ krn ketiadaan sosok ayah.

    1. Nah. Itu padahal jelas ya menyalahi hakikat manusia seharusnya, sampai dia menentang karena merasa ada yang ganjil dan timpang. LGBT malah jadi kelihatan kayak kelainan psikologi, jalan pintas akibat logika dan nalar nggak bisa menemukan jawaban atas masalah yang dialami, barangkali… Seharusnya sih yang gitu bisa dikondisikan dari kecil (pendidikan di rumah dan lingkungan). Lalu anak itu, yang menentang LGBT, mungkin dia bisa mengatasi apa yang dia hadapi dengan mindset “oke, ini nggak bener. aku harus bertindak, dsb”

      Aku belum pernah baca suratnya, mbak. Coba kucari ya. Makasih infonya 🙂

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: