DEAD POETS SOCIETY: KISAH PENGAJARAN SASTRA YANG BERAKHIR TRAGIS

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Nolan menyerah mencoba mengontrol kelas itu dan berdiri tak bergerak sambil menatap takjub pada penghormatan berlimpah yang diberikan anak-anak terhadap mantan guru Bahasa Inggris itu.

Keating berdiri di pintu, dikuasai oleh emosi. “Terima kasih anak-anak,” katanya. “Aku…, terima kasih.” Keating menatap ke dalam mata Todd kemudian mata seluruh anggota Dead Poets. Ia mengangguk, kemudian berbalik dan melangkah ke luar pintu, meninggalkan mereka berdiri di atas meja-mejanya dalam penghormatan yang hening. (Dead Poets Society, versi novel, hal 226)

*****

Saya baru saja menonton kembali film Dead Poets Society untuk ke-4 atau 5 kalinya. Sebuah film yang mengangkat tema pengajaran sastra di sebuah sekolah ortodoks yang sangat kaku, penuh tekanan dan mengajarkan keseragaman. Tokoh utama film ini, John Keating diperankan dengan sangat bagus oleh Robin William.

Saya termasuk penggemar Robin William. Meski filmnya tidak semua saya tonton, secara pribadi, saya sangat terkesan dengan dua filmnya: Dead Poets Society dan Patch Adam

View original post 373 more words

Advertisements

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: