Email dari Kemendikbud

Sambil denger San Fransisco-nya The Beach Boys, sambil dag-dig-dug karena mau seminar hasil pekan depan –setelah kemarin sempat diundur karena hal teknis– Ya sudah, memang begitu rencana Allah.

Saya mau cerita soal itu. Seminar yang rencana awalnya akan berlangsung besok Rabu. Departemen saya termasuk Departemen yang mudah sebetulnya, cuma dimana-mana hal yang lumrah itu kan birokrasi ya. Jadi tetap saja meskipun tergolong Departemen ramah lingkungan (baca: mudah, dosennya banyak yang baik), birokrasi tetap merepotkan. Departemen itu sama dengan jurusan. Kata dosen-dosen, kalau di kampus saya disebutnya bukan jurusan. Kalau jurusan lebih mirip angkot, jadilah diganti Departemen. Lucu sih, masak iya alesannya gitu doang.

Pekan kemarin adalah pekan yang sangat hectic, capek, grasa-grusu, bikin jantung empot-empotan, sampek betis saya rasanya makin berotot kayak pria-pria madzhab OCD. Pergi pagi, pulang malam, sampek rumah langsung istirahat. Nggak ada baca-baca sebelum tidur, nggak ada nulis dulu, nggak ada nonton film yang mana saya baru saja merampok isi laptop adek kelas karena dia koleksi film keren-keren, pokoknya langsung tidur. Capek banget. Fuuuh…

Dosen saya baik, pada dasarnya. Baik banget. Begitu revisi nggak beres-beres sejak era orde baru sampai era kembali ke orde baru lagi (?) dospem 1 bolak-balik ngoreksi per-kalimat yang dirasa kurang tepat, beliau ganti langsung di computer. Ngetik bareng saya, dari pagi sampai siang. Dospem 1 saya ini emang canggih. Jarang banget corat-coret draft skripsi dengan, well, sebagaimana tulisan dosen pada umumnya, mirip gelombang ECG (Electro Cardio Graph). Bahagia banget bikin mahasiswa merana. Alhamdulillah dapat dospem pengertian, walaupun agak ribet juga karena harus duduk bareng dan ngoreksi satu per-satu kalimat di skripsi. Dan entah kenapa juga, beliau ini sangat tak terduga. Seperti suatu hari ketika saya bimbingan di lab kom, beliau tiba-tiba tanya;

“Itu apa, Sekar?”
Saya nengok kanan (beliau duduk di sebelah kanan saya waktu itu) “Kenapa Bu?”
“Itu…” sambil nunjuk hidung
“Oh ini…” saya senyum. “Jerawat, Bu” jawab saya pelan.

Dalam hati: ngapain sih tiba-tiba banget nanya “itu apa?” Kalo ada yang nongol kecil bulet cokelat di muka ya itu jerawat. Masak upil nempel. Heuuuh… -___- moodbooster saya lenyap seketika.
Semoga dosen saya nggak baca blog ini.

Balik ke hectic week.
Saya nunggu dosen dari siang sampe malem, sampe dinyamukin. Barangkali mereka tahu saya suntuk, bau apek, berkeringat, lengket, dekil, sebadan ini isinya kuman semua. Lalu yang dinanti tak kunjung tiba, lalu saya kesal, lalu saya pulang, lalu tidur. Malamnya, saya mimpi mau mulai seminar tapi makalah belum siap, belum dicopy, saya malah ke warung disaat sudah waktunya saya presentasi. Na’udzubillah! Hiks. Ini efek satu pekan yang sangat tumpah ruah. Mudahkan Ya Allah… lancarkan prosesnya sampai akhir. Aamiin

Kemudian tibalah kemarin sore.
Saya sedih seminar diundur. Sedihnya karena harus bayar SPP lagi. Tapi ternyata jauh di dalam hati, saya senang. Jujur sih, saya belum siap kalau persentasi besok. Terlalu cepat, saya belum belajar, pokoknya nggak siap. Eh bener. Allah kasih keputusan yang terbaik disaat saya sudah berencana begini begitu dan berupaya sampai betis rasanya melorot. Disyukuri aja.

Nah, di sini nih, disaat saya lagi butuh apa ya, semacam udara segar, saya cek hp as always. Ada email, yang pertama kali saya lihat dari subjeknya sebelum isinya dibuka, saya kira dari direktorat kemahasiswaan. wah, jangan-jangan saya punya msalah akademik nih. Saya buka lah email itu.

Beuh… Allah kasih saya hiburan terbaik disaat klimaks capek (lebih ke capek mental sih sesungguhnya) dengan datangnya email tersebut. Saya lolos 50 besar esai nasional dari kemendikbud. Alhamdulillah…

esai

Pengumuman Lomba Esai Budaya Damai 2015 (http://www.indonesiaberkarakter.id/html/)

Baru 50 besar sih, tapi tetap harus berterima kasih sama Allah. Saya senyum-senyum sendiri ketika tiba-tiba ingat sesuatu. Saya pernah berdoa dengan doa yang begitu polos, “Ya Allah… beri saya uang. Saya ingin beli buku-buku itu (saya bayangkan buku apa saja yang saya inginkan). Harganya mahal, dan saya lagi nggak punya uang. Bantu saya, Ya Allah…” yang saya ingat, saya berdoa sungguh-sungguh waktu itu. Lalu Allah jawab doa saya.

Tiap teman saya tanya, “kamu lagi ngapain Sekar?” “kamu ngapain aja di rumah selama ada waktu kosong (nggak ke kampus maksudnya)?” Saya selalu jawab, saya lagi nulis, ikut lomba ini itu, pengen dapet duit, dompet kempes tapi pengen belanja buku yang jadi list teratas. Begitu aja jawabannya. Karena memang saya sudah harus mulai fokus dengan pekerjaan ini. Pe-ker-ja-an 😛

Pas saya bilang ke Ibuk tentang email pengumuman ini, beliau komentar, “sekarang dapat hadiahnya segitu, insyaaAllah nanti jadi 10 kali lipatnya” sambil senyum dan menatap saya, meyakinkan kalau jalan yang saya pilih sekarang ini insyaaAllah tepat dan semoga bernilai pahala. Ini namanya kebahagiaan yang nggak muluk-muluk. Doain ya Buk, mudah-mudahan konsisten dan makin giat berkarya.

Selamat menikmati capek!

masih ada sepekan yang hectic (lagi)
Bogor: Selasa, 25 Agustus 2015
6:16 am

Advertisements

9 comments

  1. […] saya cantumkan naskah esai saya yang sempat disinggung di postingan ini. Semoga menggugah kepedulian kita terhadap kearifan lokal. Selamat membaca […]

  2. Wah….. cool. Semoga juara ya sekar…. dan semoga seminarnya diberi kemudahaaan dan kelancaran aaamiiin

    1. Aamiin Ya Allah. Rencana Allah selalu baik. Makasih Dita 😀 juara 1-3 udah ada. Aku cuma masuk 50 besar aja, hehe. Belum lolos 3 besar.

      1. Tunggu kabar baik selanjutnya. Rencana Allah mmg pasti lbh baik 😀

      2. aamiin, insyaaAllah 🙂

  3. Amin. semoga menang ya Sekara 🙂

    1. Aku cuma masuk 50 besar aja mbak noni. Belom beruntung lolos 3 besar. 😀

  4. Selamat, Sekar! Semoga dilancarkan jalan ke depannya 😉

    1. Aamiin. Makasih Tari 🙂

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: