Film dan Tugas Akhir

Bicara soal film, lebih tepatnya postingan orang tentang film yang saya reblog, itu lebih karena saya punya kepentingan dengan film tersebut. Saya ditugasi untuk menonton film Inside Out dari seorang psikolog. Oke, langsung bungkus. Setelah baca ulasannya dari salah satu blog anak FLP, saya makin yakin film ini keren. Sebelumnya, waktu baca sinopsisnya pun saya sudah pede dengan pesan Inside Out yang pasti tidak akan mengecewakan.

Setelah saya cukup pusing dengan film Inception, saya merasa makin tertantang untuk menonton film lain yang mikir dan ada penjelasan ilmiahnya. Semenjak beberapa film yang diangkat dari kisah nyata membuat saya terkagum-kagum, pelan-pelan film yang isinya murni fantasi macam star wars, tomorrowland, harry potter, yang kesannya nggak mungkin banget, mulai saya kurangi dari daftar. Tapi tidak dihilangkan sama sekali. Oh ya! sejak rilis Transendence sepertinya, saya mulai suka film yang agak “berat”. Ingat kalimat seorang guru sekaligus abah buat saya, “Orang Barat itu menyampaikan “pesan” (bisa pengaruh, tren, atau yang sifatnya rahasia) melalui film. Kalau kamu mau tau apa yang telah, sedang, dan yang akan mereka rencanakan untuk dunia, ya nonton aja film. Tentu kamu nggak akan dapat pesannya secara tersurat.”

Sekarang soal tugas akhir.
Alhamdulillah, akhirnya satu tahap sebelum SP tercoret sudah (baca: seminar). Bahahaha seneng! Tinggal siap santap tumpukan revisi dan (kembali) berurusan dengan birokrasi demi melengkapi administrasi sampai tahap wisuda. Dan itu masih panjaaaaaaaaaaang. Mari nikmati sajah 😀

Saya masih pengen sekolah lagi. Minimal sampai magister. Khusus pada tahap pasca nanti, saya dedikasikan ilmu tersebut untuk pendidikan anak. Anak siapa? Ya anak saya, sama anak-anak Rumah Literasi. Jurusan apakah? Psikologi? Ilmu Keluarga dan Konsumen? PAUD? Heheh, nanti aja kalau udah sah, udah lolos, saya tulis lagi di sini. Jalan menuju ke sana masih panjang. Semoga Allah mudahkan dan barokah!

Baru kali ini nih nulis di lab kampus. Masih sepi, wifian macet, ada wifi yang lancar jaya tapi saya nggak tau kodenya, sambil denger suara kenceng dari speaker di lantai bawah karena lagi ada wisuda fakultas, nunggu dosen yang lamanya kayak nunggu bisul pecah, apa lagi ya? Hati saya lagi banyak beban nih. HALAH. -,-

Baru dua malam kemarin, saya mulai bisa fokus dengan program magister, editor, dan tentang dunia literasi. Sebelumnya saya kayak orang ribet sendiri. Punya target tapi isi kepala kemana-mana. Duh, kacau deh. Nah, dua malam kemarin itu gongnya. Saya mulai dapat satu momentum eureka untuk menikmati hidup dengan sangat santai tapi tetap konsentrasi pada target, khususnya yang harus saya ceklis dalam waktu dekat. Yah, lima tahun ke depan lah. Untuk target jangka panjang, sambil disiapkan, sambil nikmatin yang sekarang dulu. InsyaaAllah nggak kelewat santai ya. Jangan dong. Hehe.

Balik lagi ke film. Saya sudah download Inside Out dengan resolusi kw yang sangat kejam. Sama persis waktu saya download Tomorrowland 2 bulan setelah film itu keluar. Kalau waktu tayangnya masih dekat, memang sulit dapat kualitas gambar 720 atau 1080p. Oke, nanti saya akan download lagi! 😐

Berikut saya sertakan foto yang diambil setelah saya menulis separuh tulisan ini di lab. Hari itu sebagian kawan saya wisuda. Saya insyaaAllah Desember ini ya. Bismillah… 😀

IMG-20150909-WA0024Kayak ibu-ibu pengajian. Yang bedain cuma baju wisuda, toga, sama bunga.

Wisuda Sarjana, 11 September 2015

IMG20150909122947

tulisan diselesaikan di perpustakaan T____T
Rabu, 16 September 2015
5:43 pm | 17.43 WIB

Advertisements

5 comments

  1. Wah kalo mikir spt-nya menarik ditonton.
    Ada film lain yg juga membuat kita mikir sepanjang durasinya: Interstellar.

    1. waah betul Pak. Saya sempat ikut diskusinya juga dengan teman di satu klub buku. Memang sutradaranya selalu menciptakan film yang tidak mudah dicerna langsung. Dia menganggap penonton cerdas menangkap pesan dan ilmu pengetahuan di setiap film-film garapannya.

  2. Belom kesampaian nonton Inside Out. Btw keren banget tugas akhirnya bikin film 😉

    1. Haha bukan om. Itu karena postingannya random aja, ya film ya tugas akhir, campur-campur. Tugas akhir saya tentang pertanian. Jauuuuuh sama inside out 😀

  3. Halo Sekar. Sudah lihat ‘Yadon Ilaheyya’ dari Elia Suleiman kah? (cocok untuk kenang-kenangan ke Pak/Bu dosen), atau ‘Father and Daughter’ dari Michaël Dudok de Wit (nggak ada 10 menit). Selamat wisudanya.

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: