Kok Bisa FLP Menang AKI?

Ketika karya sastra hadir sebagai sebuah dialog yang menolak adanya keterasingan, ketidakjujuran, dan penindasan, maka para pelakunya, yaitu sastrawan, menjadi pilar terpenting dalam memotori penjagaan moral dan memagari pudarnya identitas bangsa. Karya sastra dalam bentuk tulisan, misalnya. Ia menjadi media multidimensi, dimana akses terhadap materi dalam tulisan bisa dinikmati siapapun dan kapanpun. Maka, boleh dikatakan bahwa kunci kontrol sosial, salah satunya ada pada ruang lingkup literasi.

FLP dan Sajian Sastra
Karya sastra yang akan dinikmati masyarakat, tentu harus memiliki medium bahasa yang baik, santun, dan beretika. Menurut saya, konsumsi masyarakat yang kedua setelah pangan adalah buku. Ia menjadi kebutuhan prioritas akan ilmu pengetahuan. Sebagaimana fitrah manusia terhadap ilmu hingga menghasilkan pribadi berakhlak. Dengan ilmu pun, manusia akan mengenal Rabb-nya. Maka buku adalah lidah penyambungnya, dan FLP adalah kendaraan yang membawa ilmu-ilmu itu sampai pada sasarannya, siap dikonsumsi seluruh masyarakat.

FLP menjunjung nilai-nilai kesantunan pada cara berkomunikasi melalui tulisan. Sebagaimana visi FLP, yaitu menjadi organisasi yang memberikan pencerahan melalui tulisan, kemudian berimplikasi pada kualitas karya para anggotanya yang tak pernah luput menyuarakan kebaikan dengan gagah berani.

Bermasyarakat dengan Literasi
Pantas jika FLP mendapat peghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) 2015 dari Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, untuk kategori Jaringan Komunikasi Sosial. FLP menjadi komunitas yang dipilih sebab kontribusinya dalam memberikan informasi yang mendidik, mencerahkan serta memberdayakan masyarakat, berikut cara berkomunikasi yang beretika di ruang publik.

Tak bisa dipungkiri bahwa literasi mampu menjadi tali, jembatan, maupun perekat bagi setiap individu untuk bersosialisasi dengan sekitar. Literasi mampu membawa berbagai jenis fakta yang disampaikan dengan jujur, namun tetap menggunakan cara yang baik, bahkan indah. Seperti contoh buku tadi misalnya, atau opini dan tulisan-tulisan lain di media massa. FLP memberi sumbangsih tak hanya pada kualitas karya yang ditelurkan para anggotanya. Namun juga pada caranya menyampaikan maksud, caranya mencerdaskan masyarakat, caranya dalam berkomunikasi.

Sebagaimana harapan ketua umum FLP, Sinta Yudisia, bahwa dengan penghargaan ini semoga mampu memacu semangat ribuan anggota FLP di seluruh dunia, untuk semakin giat memberikan informasi yang baik, serta mencerahkan masyarakat dengan karya-karya yang berkualitas

***.

IMG-20150824-WA0006Semoga FLP terus konsisten menjaga nilai-nilai kebaikan 🙂
http://flp.or.id/index.php/forum-lingkar-pena-raih-penghargaan-aki-2015/

#FLPmenangAKI
#KomunikasiSantun
Senin, 12 Oktober 2015
9:06 PM | 21:06 WIB

Advertisements

2 comments

    1. Terima kasih, Syeikh. Saya belajar banyak dari Syeikh Irfan

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: