AWAS! Ada Wabah Kaki Gajah!

Beberapa pekan lalu di bulan Oktober, di komplek perumahan saya ada sosialisasi penyakit kaki gajah sekaligus himbauan bagi warga untuk minum obat pencegah filariasis. Nama obatnya belkaga.

Waktu saya dapat info itu, tiba-tiba takut kalau saya harus minum obatnya. Saya tidak ikut sosialisasi karena tidak dapat kabarnya juga dari tetangga. Lalu saya tanya teman-teman yang profesi dokter, pegiat kesehatan anak tanpa obat-obatan kimia, alumni mahasiswa jurusan kimia, ibu-ibu yang di daerah rumahnya juga kedatangan petugas dinkes, banyaklah orang saya tanya satu-satu untuk meyakinkan diri.

Lalu ada salah seorang kawan dokter yang bilang, “Di grup (whatsapp) dokter juga lagi rame nih soal filariasis. Emang kayaknya tiap tahun selalu ada program yang cenderung dipaksakan. Semacam formalitas untuk menghabiskan anggaran akhir tahun. Ya contohnya kaki gajah ini.”

Jawaban kawan yang lainnya, “Ini sosialisasinya kurang ya kelihatannya, sampai ada yang takut itu kan berarti mereka nggak dapat informasi jelas dan gamblang soal filariasis dkk.”

“Pemerintah ini lumayan lucu ya. Yang wabah tetanus itu jauh lebih banyak dari kaki gajah tapi penanganannya nggak sebesar ini. Giliran ada satu kasus yang muncul, langsung heboh bikin program se-nasional. Kayak nggak direncanakan dengan matang dan sistematis gitu”

***

Akhirnya……. saya minumlah itu belkaga. 😐
Kata petugasnya, akan ada efek mual dan pusing setelah dua jam konsumsi obatnya. Saya lupa ambil foto. Ada 3 butir obat; 1 pil berbentuk oval panjang adalah obat cacing (cacing tambang, cacing kremi, dan segala bentuk cacing jahat lainnya dalam tubuh), 2 pil berbentuk bulat pipih kecil untuk mencegah kaki gajah. Dan saya putuskan untuk minum sebelum tidur malam, supaya pusing dan mualnya tidak terasa. Dan ini berlangsung rutin setahun 1x, selama 5 tahun.

Kebetulan sekali karena saat ini (untuk sementara) saya tinggal di Kabupaten Bogor, saya browsing dulu seputar kaki gajah dan dapat pdf mengenai petunjuk teknis pelaksanaan program tersebut di wilayah endemik kaki gajah di Kabupaten Bogor. Bisa klik di sini

Jadi, saya sarankan bagi para blogger sekalian, ketika ada program itu di wilayah rumah Anda, sangat dianjurkan untuk ikut, dan minum belkaga. Belakangan saya baru tahu kalau ternyata di perumahan tempat saya tinggal sekarang ini, ada yang sudah terserang kaki gajah. Kakinya sudah kelihatan bengkak tapi belum begitu besar. Masih di kecamatan yang sama, ada warga yang sudah sampai (maaf) muntah cacing. Innalillah…

filaria

Bagi yang tak suka obat, kalau bisa dipaksakan demi kesehatan. Kalau tetap takut, ya mau gimana lagi. :3

program indonesia bebas kaki gajah 2020
Selasa, 3 November 2015
8:49 AM

Advertisements

2 comments

  1. Wuihhhh serem bgt ya. Itu cara dapatnya gimana dong huhu

    1. ke puskemas daerah terdekat aja mbak. kadang suka ada daerah yang nggak didatangi petugas kesehatan karena memang bukan daerah endemik kaki gajah

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: