Untuk Para Perempuan…

Disaat kita bicara tentang segumpal daging bernama hati, rasa-rasanya semua orang selalu sulit menerka, meraba, merupa, terlalu rumit urusan ini. Jikalau benar begitu, jikalau memang ia demikian absurd, maka bagaimana perempuan bisa bertahan dengannya, bersama perasaan yang selalu campur aduk bahkan dalam satu waktu. Bagaimana?

bagaimana cara mereka bertahan?

IMG_20150409_122000

Acapkali satu musibah datang dengan wajah, warna, dan cara yang terus berubah-ubah, bahkan tak hanya sekali. Musibah itu –mari kita sebut dengan ujian– bisa datang berulang kali, lagi-lagi, dengan bentuk yang tak pernah sama, meski topiknya serupa. Tentang kesedihan, misalnya. Bagi perempuan, di dalam sedih ada marah, sebal, benci, malu, rindu, kecewa, cinta, sayang, iri, gengsi, gembira, dan lainnya. Makhluk maskulin mana yang bisa sebegini variatif? Kemudian para perempuan mengelola seluruh desakan perasaan, semua deskripsi hati, segala kesedihan yang ternyata ada banyak cabang perasaan itu, hanya dengan satu cara.

air mata

Upaya bertahan paling klise (?) boleh jadi. Tapi Itulah pertahanan terbaik para perempuan, dengan segala keterbatasan logika dan kekuatan otot, ia menjadi lengan bagi kesedihan yang punya banyak wajah.

***

Bagi wanita muslim, tak hanya air mata caramu selesaikan urusan hati, tak cukup air mata caramu tuntaskan sisa kesedihan akibat satu ujian. Tidak cukup hanya dengan itu. Karena air mata tak pernah menembus dada untuk sampai ke dalam hati. Kecuali ia diiringi dengan iman, prasangka baik, dan ridho.

Sejauh mana keimanan sanggup bertahan di tengah himpitan kesulitan? Akankah ia semakin menjulang atau justru jatuh berdebam dan hancur berantakan? Apakah prasangka baik itu selalu ada untuk Allah? Akankah menangis keras dan permohonan yang terisak-isak itu justru berisi ketakutan dan kekhawatiran terhadap doa-doa serupa yang mungkin saja tak terkabul untuk kedua kalinya? Sebesar apa keridhoan terhadap takdir Allah? Akankah keadaan yang terus-menerus disalahkan, diri sendiri yang tak henti dirutuki, dan ujian yang selalu disebut hukuman?

Sedemikian perhitungankah Allah? hingga setiap perbuatan harus dijawab dengan hukuman.

Tidakkah Ia begitu Pemurah bersama bertumpuk kenikmatan yang lebih banyak diberi, dibanding keadilan yang ditegakkan? Jika Allah benar-benar menegakkan keadilan, maka tak satupun di antara kita yang selamat, setelah sekian banyak dan panjang sekali kelalaian yang diperbuat. Allah akan benar-benar Adil ketika manusia dikumpulkan di satu tempat lapang, di alam yang tak pernah sanggup kita bayangkan.

***

tongkatvaginasuperherbal100(dot)blogspot

“Buatmu… para perempuan yang telah Allah anugerahkan kelembutan pada setiap napas dan detak jantung… Jatuhkan air matamu bersama keimanan yang tak pernah surut meski dada demikian sakit terhimpit duka. Alirkan air matamu bersama prasangka baik yang selalu nyala meski ketakutan, kekhawatiran, dan keragu-raguan terus mendesak hendak mendominasi. Deraskan air matamu, jangan tahan. Ketika ia surut, semoga Allah lapangkan hatimu, lalu hanya ada keridhoan yang sempurna merekah, menyimak takdir Allah demikian indah bekerja tak terduga…”

medefinisikan air mata
Senin, 9 November 2015
8:12 PM

Advertisements

19 comments

  1. Sekara, makasih ya tulisannya bagus

    1. alhamdulillah, makasih mbak noni

  2. Biasanya kalo uda nangis, trus lega bangeet.. Nice share

    1. iya, legaaa rasanya. meskipun nggak dapat solusi

  3. Komentar perdana disini Sekar. Hai 🙂 bagus sekali tulisannya. Meresapi setiap kalimat yang tercipta dari rangkaian kata yang apik.
    -deny-

    1. Bu Denyyy 😀 alhamdulillah, semoga ada ilmu yang bisa dipetik. Makasih sudah baca tulisan saya, Ibu.. 🙂

      1. Sekaaar kok dipanggil Ibu sih hahaha berasa aku dosen aja :)))

        1. oh hahaha iya deh mbak deny 😀

  4. tulisannya bagus, menghayati banget saya..apik 🙂 sip sekar..teruskan

    1. alhamdulillah, semoga ada ilmu yang bisa diambil dan saya konsisten nulis yang baik-baik 🙂 suwun sampun mampir pak

  5. walau kadang suka lupa untuk berprasangka baik lebih dulu ya sekar.. 🙂

    1. iya, berprasangka baik itu susah. 😦 soal hati susah semua

  6. kadang kalau udah nangis, trus ketiduran. pas bangunnya, legaaaa banget. walau kadang terlintas difikiran akan ‘sakit terhimpit duka’ tadi, ya santai aja alyas udah nggak dibawa pusing lagi… hehehe

    1. aku orangnya baper mbak. kadang dibawa tidur juga masih suka kepikiran pas bangunnya 😦 Itu kalo masalahnya lumayan berat sih tapi.

  7. Ah aku suka tulisannya, bacanya terharu sambil senyum 🙂

    1. waa mbak caca mampir ke blog aku. haha udah lama padahal aku ngikutin blog mbak :p

      1. Ah maafkan….. Nanti aku mampir2 terus ya tiap kamu ngepost 😀

  8. Saya jadi teringat tausiyah Ust. Salim tentang makna dibalik air mata seorang perempuan, Kurang lebih, kata beliau begini “Air mata bagi perempuan adalah obat mujarab. Biarkan saja ia menangis dikala duka. Tugas laki-laki hanya satu, berikan ia tempat bersandar hingga tangisnya mengobati luka”

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: