Buatmu, Di Pulau Beo

“Sekar, di sini sulit air. Hanya bisa mandi 2 kali sehari. Kadang sampai 3 hari tak mandi. Tidak ada listrik, tidak ada signal, tidak ada warung apalagi pasar. Memang susah dan kadang sebal karena repot sekali cuma untuk masak makanan. Cari kayu bakar dulu, itupun harus ke gunung. Mau mandi, harus ambil air ke sumur, meski sering juga ambil air ke kampung sebelah yang jaraknya tak main-main. Bisa-bisa pulang nanti, aku jadi binaragawan, wanita sixpack”

Begitu membaca pesan singkat lewat whatsapp dari salah seorang sahabat baik, saya seperti bisa merasakan betul kesulitan di sana. Pasalnya, saya pernah mengalami hal serupa tapi tak sama. Cepat saya balas. “Tapi?”

typing…..

“Hehe… tapi aku senang. Aku bahagia sekali dengan kesulitan di sini. Semua penduduk Beo ramah sekali. Soal tolong-menolong… nomor satu! Cepat membantu ketika aku butuh apapun. Mereka sangat memuliakan tamu. Anak-anak sopan sekali pada Guru, cerdas pula. Semoga kapan-kapan kamu bisa ke sini, ya.

Bersama anak-anak, rinduku terobati, Sekar…”

***

Pesan itu terus berlanjut, sampai dia benar-benar menulis jurnal, lalu diserahkan ke saya. Katanya, dia ingin setor cerita, setor postingan blog. Saya memang menawarkan diri untuk menuliskan cerita tersebut di blognya, begitu dapat kabar kalau di Kampung Beo tidak ada sinyal. Bagi yang ingin mampir dan menikmati kisahnya, silakan kemari 🙂

Anak-anak Beo
Saya iri dengan kebaikan yang dia dapat dari anak-anak di Kampung Beo. Bahkan saya berpikir, jangan-jangan malah saya memang tidak pantas mendapat keberuntungan yang sama dengan dia. Alih-alih Kampung Beo kedatangan seorang guru yang tulus mendidik, justru dia selalu menganggap kalau dirinyalah yang sedang sekolah, sedang belajar dari guru asli. Orang-orang bilang, namanya guru kehidupan.

foto: dokumentasi pribadi

foto: dokumentasi pribadi

Dulu, dua tahun yang lalu, disaat kami sedang asyik menyusun rencana hidup bersama, mulai dari rencana mengambil magister di jurusan yang sama-sama kami sukai, sewa kos berdua, menghafal bersama, nyantri di tempat yang sama, membuat proyek menulis bersama, pada akhirnya gagal total.

Berantakan, kandas di tengah jalan, bahkan disaat kami belum sempat memulai rencana pertama. Rupanya, Allah sudah punya peristiwa hebat yang disiapkan bagi kami berdua. Dia berangkat mengabdi, dan saya tetap saja menulis. Belum berangkat kemana-mana :p

Berkali-kali saya meyakinkan, negeri ini masih miskin angka guru yang tidak cuma datang mengisi pos-pos pengajar di sekolah, cuma mengejar presensi kehadiran, dapat gaji, selesai. Negeri ini butuh guru yang punya dedikasi. Satu bentuk tekad yang kuat untuk mengabdi, meluangkan seluruh waktu-tenaga-pikiran pada sebuah kemuliaan bernama ilmu.

Banten, Akhir 2012
Pertama kali kami bertemu di salah satu pelatihan nasional. Ketika pembicara cuap-cuap, dia mengantuk. Lalu saya senggol dan sodorkan permen. Ternyata, senggolan beberapa detik itu membuat kami saling peluk sampai sekarang.

Pertemuan kami sederhana sekali. Ya begitu saja, tidak ada istimewanya sedikit pun. Tapi Allah membuat setiap detiknya menjadi berharga. Ia menautkan hati kami, bahkan ketika kami tak saling sadar, tidak juga saling menyengaja dekat.

foto: dokumentasi pribadi

foto: dokumentasi pribadi

Kemudian pada akhir 2012, kami menutup buku perjalanan tahunan dengan harapan baru; semoga setiap tahun terus bertambah jumlah kavaleri surga yang saling berdekapan karena iman dan semangat kebaikan yang tak pernah putus.

***

Sesungguhnya, saya cuma mau bilang,

“Selamat Hari Lahir!”

Semoga Allah berkahi semua urusanmu, Allah berkahi usiamu, dimudahkan setiap langkah kebaikan yang kamu lakukan, ditambahkan ke dalam dadamu ilmu yang bermanfaat, ……….

Terima kasih sudah jadi salah satu sahabat terbaik yang pernah aku punya

IMG_20151008_131956

gerimis
Rabu, 18 November 2015
9:39 PM

Advertisements

7 comments

    1. gile! blog-ku kedatangan selebflp :p izin salim mbak. Makasih sudah berkenan datang ke blog hamba sahaya yang apalah ini

      1. seleb apaan sih dek. 🙂

  1. Semoga urusan sang sahabat senantiasa dimudahkan. Hatinya dilapangkan sehingga bisa bahagia dlm keterbatasan.

    1. aamiin.. makasih doanya mbak tika. Dia pasti terharu baca ucapan dan doa-doa di sini :”)

  2. Happy bday sahabat mbak sekar…

    1. makasih ucapannya mbaaak… nanti aku sampein ke sahabatku 😀

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: