Beban

Ternyata, kenal sama orang hebat itu beban.

Saya habis ketemu sama orang keren, bisa dibilang tokoh. Meskipun nggak muncul di tv-tv macam Mario Teguh, misalnya, tapi orang-orang sekelas Mario Teguh ini bergerak di akar rumput, dan mereka terkenal tanpa perlu unjuk gigi di tv. Bahkan saya berani bilang kalo mereka lebih kece dari MT.

Mereka jadi tokoh utama bagi ribuan orang yang butuh ilmu: mulai dari anak muda, dewasa, paruh baya, pegawai, pengusaha, sampai pejabat negara.

Sebelum ketemu orang-orang ini, yang saya pikirin di kepala masih sebatas diri sendiri, dan, yah, paling banter temen-temen sekeliling, adik-adik mentee, dan pikiran-pikiran lain yang sumpeh nggak penting banget.

Setelah saya diskusi privat sama mereka, saya MALU!

Bahkan perjalanan mulai dari keluar ruang kecil tempat kami diskusi sampai rumah, rasanya hati saya tertohok. Muka ditampar, kepala ditoyor, kuping dijewer, apa lagi?

Belum lagi ada ‘orang-orang yang nggak kalah dewa’ dibalik orang-orang keren yang ada di hadapan saya nggak sampe dua meter ini, yang mau dikenalin ke saya. T_____T *apalah saya ini*

Mungkin bagi sebagian orang, bahagia banget bisa ketemu sama mereka. Alasan networking, biasanya. Tapi buat saya, lebih banyak terasa beratnya daripada hebring. Senang, pasti. Bahagia, jelas. Sebab saya bisa dapet ilmu keren kan dari mereka semua.

Tapi… ya gitu.
Beban psikologi.
*bilang aja baper*

Positifnya, saya jadi makin semangat realisasi 10 goal priority di 2016. Malu lah sama mereka. Udah settle di usia 30-an, dan masih terus tebar manfaat luas di kepala 4, bahkan 5, nyaris 6. Aduh, mereka pas masih muda banting-banting pasti ya T__T

Itu pertama. Beban karena saya bukan apa-apa. Cuma kentut casper (boro-boro keliatan, kecium juga enggak!) yang bener-bener belum bisa berperan buat orang lain. :”(

20160116_073056

Nah, beban berikutnya, saya jadi butuh temen diskusi (pengennya sih sebaya) yang resonansinya sama. Buat maintenance input yang saya dapet. Beberapa temen baik saya, ada yang pernah bilang sesuatu yang bikin saya sedih (banget); “sekar, kita mah nggak ngerti yang gitu-gitu. kita mah apa atuh…. dst”

Huaaak! Kalo aja mereka tau aib apa yang udah Allah tutupi dari diri saya, pasti mereka nggak akan bilang gitu. Hiks

Saya takut ada temen yang terus menjauh. Tadinya kita bisa seru-seruan bareng, eh, sekarang jadi nggak. Kalo kekhawatiran yang kedua ini cuma imajinasi doang sih sebenernya. Sampe sekarang alhamdulillah temen-temen saya nggak ada yang pergi ninggalin. Semoga begitu seterusnya sampai surga.

Di luar itu semua, saya bersyukur. Ini jawaban dari doa saya yang ke sekian. Ternyata benar. Untuk tahu sesuatu itu, bukan berarti kita sekadar tahu aja terus udah. Tapi harus diikuti kesiapan dan tanggung jawab.

Saya pikir-pikir, sekarang saya sedang mengalami satu lompatan yang (mungkin aja) belum semua temen-temen sepantaran saya lewatin. Dengan kondisi begini, bukan berarti saya bisa diam aja dan pasrah nerima ilmu dari orang-orang hebat itu. Nerima ilmu kece mereka, jelas lah.

Tapi di sini, saya juga harus ‘berisi’. Seenggaknya, supaya beban berat ketemu mereka itu berkurang. Soalnya dalam diri saya mulai muncul rasa jiper, minder, dan perasaan pingin ngumpet aja. Padahal saya ada amanah yang harus diselesaikan dengan mereka dalam jangka waktu yang panjaaaaaaaang dan lamaaaaaa. Hiks T______T

Saya harus imbangi mereka dengan ilmu. #okesip
Barangkali ini cara Allah bikin saya semangat, makin giat belajar, dan jangan lupa berkarya. #baiklah

btw, novel selesein woy!

Pembelajar seumur hidup
Senin, 25 Januari 2016

10:08 AM 

Advertisements

19 comments

  1. Bagi saya, kalau bertemu dengan orang orang hebat itu malah suatu pacuan yang bisa membakar semangat kita untuk bisa melakukan hal lebih baik lagi. Memang sih, terkadang ada rasa minder juga kalau narasumber atau tokohnya terlihat lebih muda atau sudah lansia tapi tetap saja produktif. Tapi, bukankah tak ada batasan dalam belajar kepada siapa.
    Ohiya, ini kali pertama saya berkunjung kesini. Salam kenal dan semangat terus,Kak.

    1. Yap. terima kasih sudah berkunjung, Awaldi 🙂

  2. Ayooo semangat selesaikan novelnya

    1. yeay! okesip!

  3. Siti Lutfiyah Azizah · · Reply

    Semangat sekarrrr :3.. Sekarang stay dimana neng? Masih di kota hujan tercinta apa udah pulang?

    1. iyaa harus semangat! sekarang aku masih membogor kak. Lagi nunggu wisuda. Kalo udah ga ada urusan di sekitaran jabode, baru pulang for good. Di sini mulai sumpek heuh :/

      1. Siti Lutfiyah Azizah · · Reply

        Kapan kebagian wisudanya sek emang?

        1. mei insyaaAllah kak

  4. Saya malah merasa beban kalau punya saudara yang keren, tapi sayanya abal-abal, hhe. Apalagi kalau orang itu adalah suami sendiri, dia udah berkiprah kemana-manaaa saya masih disini-sini juga, kadang malah kepikiran jangan-jangan temen-temen suami malah komentar, “kok bisa yah dapat istri yang gitu?” huaaa…
    Tapi ya disatu sisi bersyukur, ketika dipertemukan orang-orang hebat dan kece, itu tandanya Allah sedang ingin menggiring kita untuk menjadi keren juga, insya Allah 🙂

    1. iyaa gitu mbaak huhu. Di satu sisi minder, tapi di sisi lain jadi terpacu untuk upgrade kapasitas diri. Yah, minimal kalo diajak diskusi nyambung dan satu frekuensi. hehe

    1. oiiiii ludyyyy

      1. kapaaan nih sidangnyaaaa??? I’m waiting hahaaaa

        1. udah lama buanget keless. nunggu skl yang on progress

          1. woooww. jadi kapan nih bisa kopdarr?? gue kan mau berguru sama suhu sekaaar hahaa

          2. abis tanggal 9 feb ya insyaaAllah. gue masih rusuh ngampus nih hohoo

          3. weehh, oke bos. Siaaap insya Allah. kasih kabar sih hahaaa

  5. mysukmana · · Reply

    orang orang hebat itu biasanya low profile 🙂

  6. […] pejabat yang menjunjung tinggi nilai-nilai formalitas, well… ya gitu deh. Saya pernah menulis di sini tentang betapa berat ternyata berhubungan dengan orang-orang […]

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: