Bajrangi Bhaijaan: Teguh Prinsip dan Keyakinan

Laiknya konsistensi, keteguhan punya kesamaan analogi. Teguh ibarat menggenggam bara api. Meskipun nyalanya kecil saja, tangan mana yang kuat? Jangankan digenggam, disentuh pun kulit sudah melepuh, panas, terbakar.

Sebab kesulitannya yang sedemikian besar, maka dekatilah, akrabilah, sahabatilah siapapun ia yang hatinya tidak pernah mudah terombang-ambing, lembut di satu sisi namun pada saat yang sama ia tak mudah bengkok, keras menentang dan melawan apapun yang salah.

Si Bodoh Pawan

Picture9

Salman Khan berperan sebagai Pawan, laki-laki yang untuk lulus ujian sekolah saja sulitnya minta ampun. Harus gagal sampai 10 kali dulu, baru bisa naik kelas. Tentu Ayahnya jengkel bukan main. 

Tidak cukup sampai di situ. Seorang anak laki-laki tunggal, kebanggaan keluarga satu-satunya, diikutkan oleh sang ayah pada kelompok gulat. Jelas, supaya Pawan kuat, tak mudah dikalahkan orang. Tak apalah anaknya terseok-seok untuk urusan sekolah, tapi fisik, jangan sampai. Harapan yang wajar dan standar dari seorang ayah kepada anak laki-lakinya; menjadi hebat.

Tapi nyatanya –lagi-lagi– bergulat pun tidak tuntas ia selesaikan. Selalu saja, di tengah-tengah arena, ia tertawa kegelian ketika bersentuhan badan dengan lawan, bergulat, hendak membanting sebagaimana sumo akan melumat lawannya. Pawan tertawa. Latihan bergulat pun tidak pernah selesai. Tidak pernah lulus.

Pawan Memang Bodoh, Tapi…

zeenews.indiacom

zeenews.india.com

Tapi tak pernah sekalipun ia goyah, menggeser keyakinannya terhadap sesuatu demi hal-hal yang menguntungkan. Dalam hal ini, agama. Pawan beragama hindu, taat, dan dengan ketaatannya itu, orang-orang menganggap dia bodoh. Seringkali, kebaikan yang memunculkan wajah murninya, pasti dianggap aneh.

Barangkali dunia ini sudah hampir muntab disesaki bau busuk, wajah penuh belatung, jadilah yang masih bersih wangi masuk kelompok pencilan.

Pawan bertemu seorang gadis kecil muslim (namanya Shahida), usia 6 tahun, dari Pakistan. Awalnya, Pawan tidak tahu agama gadis itu, sebab ia bisu. Diajaknya si gadis kecil ke kuil, berdoa ala hindu, makan makanan tanpa daging, sampai suatu ketika tanpa sengaja Pawan melihat Shahida melonjak gembira saat tim sepak bola pakistan memenangkan pertandingan melawan tim india.

Picture10

cantik bangeeet! >,<

Shahida terusir. Pawan mengantarnya ke tempat –semacam kantor urusan luar negeri yang sepertinya ilegal– dimana Shahida akan dibawa oleh petugas untuk kembali ke rumahnya, Pakistan. Tapi nyatanya, Shahida dibawa ke tempat lain, mendustai perjanjian awal, menipu Pawan yang rela menyerahkan uang cicilan rumah untuk modal menikah demi menebus syarat pengembalian Shahida ke negaranya.

newsworldindiain

newsworldindia.in

Pawan naik pitam. Tak sudi lagi ia serahkan Shahida kepada siapapun. Ia sendirilah yang akan mengantar gadis muslim ini menemui orang tuanya.

Lalu dimulailah perjalanan panjang Pawan mengantar Shahida, diwarnai satu demi satu peristiwa yang sungguh menguji keyakinannya. Menjumpai masalah demi masalah yang saling bertaruh, apakah sekembalinya Pawan dari perjalanan ini, ia akan tetap menjadi Pawan yang jujur, tulus, tak mudah goyah, tak pernah berpikir dua kali untuk menolong orang… ataukah menjadi Pawan baru yang culas?

Toleransi Beragama

Picture7

Film ini cukup sensitif, saya rasa. Mengingat adegannya memang didominasi unsur agama; hindu dan islam. Mulai dari konflik dua negara, pertikaian para petinggi. Kemudian berimbas pada orang-orang bawah yang tak pernah paham perselisihan macam apa yang akhirnya membuat seorang anak demikian sulit bertemu Ibunya, hanya karena pertikaian satu pihak.

Konflik negara. Lalu cara beribadah, kebiasaan konsumsi seorang muslim, dan hindu yang tak bisa makan daging. 

Setidaknya, penonton bisa mengenal cara bertoleransi dalam porsi kecil, melalui hal yang paling sederhana.

Sudah mulai penasaran dengan filmnya? 

Salman Khan as Pawan

Picture3

Meskipun Salman Khan muslim, ia berhasil memerankan Pawan yang dengan kesempurnaan keyakinan sebagai pemeluk hindu, tak hanya menyelamatkan Shahida sampai ke Pakistan, dan bertemu kedua orang tuanya. Tapi juga membuat rakyat dua negara bersimpati, luruh hatinya untuk saling menatap mesra dibalik tembok besi perbatasan. 

Rakyat Pakistan menghantarkan Pawan kembali ke tanah hindi, dengan segala luka memar yang ia bawa. Fisik Pawan berantakan di sana-sini, setelah habis dikejar polisi, dipukuli, ditembak. Belum lagi letih selama berjalan, menggendong Shahida, menjadi sandaran ketika gadis kecil itu tertidur, menghabiskan waktu berhari-hari melintasi gurun.

Picture1

Hei, bukankah Pawan sedang menikmati ujian Sarha? Lalu bagaimana hasilnya? 

Lihatlah bagaimana kuatnya ia sekarang. Kuat fisik, tentu.
Tapi hatinya? Apakah tetap sama seperti dulu? 

Picture4

Picture2

Hati Pawan ternyata sudah jauh lebih kuat, berkali lipat. Padang pasir, terik siang, dingin malam, tanjakan curam, kejaran polisi, pukulan bertubi-tubi di penjara, ternyata berhasil membentuk Pawan menjadi pemuda yang tak akan pernah sama dengan yang lalu; semakin teguh memegang prinsip dan keyakinan dalam kondisi apapun. 

Selebihnya, ia tetaplah pemuda yang jujur, tulus, taat, tak pernah berpikir dua kali untuk menolong orang, dan lembut hatinya.

Pemuda model ini yang demikian sulit ditemui, pada masa ini, sekarang. Meskipun saya yakin, mereka ada, banyak jumlahnya namun tak pernah sengaja menunjukkan dirinya di muka. Orang-orang seperti Pawan, tak pernah peduli apakah orang-orang akan mengenalnya atau tidak. Ia hanya peduli pada kebaikan yang tak pernah tuntas dibagi, membuat sebanyak mungkin wajah berbahagia, tersenyum, dan bersuka cita dengan kehadirannya tanpa perlu bersorak ramai.

Lanskap Alam India

Picture5

Tidak hanya kisah perjalanan Pawan dan Shahida yang menarik, film ini pun memamerkan betapa cantiknya bentang alam India –yang mungkin selama ini hanya Mumbai yang paling dikenal. Mulai dari pegunungannya, gurunnya, sungainya, padang rumput, persis Switzerland!

***

Nah, untuk urusan jalan cerita yang sangat mendramatisir suasana, India nomor satu lah. Berkali-kali saya yakinkan diri untuk nggak ikut jodet. Dan ternyata berhasil. Saya belum pernah sekalipun tergoda untuk nari ala-ala India, karena begitu mau goyang, pinggang bunyi, alhamdulillah encok. Hiks.

Udah gitu aja review filmnya. Selamat menontooon!
Ingat, SIAP-SIAP TISU

lupa arti bajrangi bhaijaan
Selasa, 23 Februari 2016
9:13 WIB

Advertisements

25 comments

  1. ada abang salman dalam film ini

    1. yap, gantengnya awet meski kepala 4

  2. Kalau mau liat film ini dimana ya kak? Sedih deh kayaknya 😦

    1. bener. harus siap tisu.. bisa download di ganool.ag atau nonton di youtube. Ayoo! recommended!

      1. Okeeeeeeee, siap kak!!!

  3. Aku suka film india model begini hehe… Semoga nanti diputer di tv 😂

    1. udah pernah diputer di mnc tv mbak hehe

      1. Yah kelewat, semoga ntar diputer lagi 😥

  4. Kereeen. Aq suka film kayak gini, ngangkat ttg konflik India Pakistan jg. Btw sdh nonton film veer? Keren jg salman khan di sana 🙂

    1. wohoo! blogku kedatangan seleb nih. *izin salim*

      kayaknya aku punya deh film itu, eh, apa belum ya. Tapi rata-rata film salman khan bagus-bagus ya mbak?

      1. Seleb kamar mandi? :p
        Iya tonton Gih. Aq sdh pernah buat review-nya klw Gak salah.

        Emberrr bagus2 macam Amir Khan yaaa. Filmnya berbobot 😀

        1. iya ya, udah gitu gantengnya nggak menyusut.

          Siap meluncur liat reviewnya!

          1. Banget. Ganteng Ganteng Muslim ya mereka 😀

  5. Sebagai penikmat film india, kudu nonton film ini deh. Tapi gag tau musti nonton dimana kalo disini. Selalu suka sama Salman Khan. Saya terkesan pasa nonton dia di film MANN. Keren banget.

    1. Okesip, aku bungkus juga deh itu MANN. hihi, ntar didownload. Nonton online bisa mbak. Tapi aku belum pernah kalo nonton online. Mesti cari koneksi yang super kenceng

  6. aAaaaah, beneran mulai penasaran ini aku ._. Mau filmnyaaaaa :’

    1. hahaha. ayoo nonton!

      1. Kalau tayang di Mnc dikabarriiiin sih aku mbak ._. aku nonton india di Mnc itu cuma muhabaten sama kuch kuch hotahe doang taunya ._.

        1. download aja, ini juga download hehe. Tayang di tv banyak dipotong iklan soalnya :/

          1. Iya ya :’ nyari di warneet ajaaa ah. Download lamaa 😦

  7. filmnya sangat menyentuh .. takut nangis kalau nonton-nya

    1. kalo laki-laki nggak nangis kayaknya 😀

      1. wakkk .. saya cengeng … #ManaTisu

  8. aku udah nonton, tadinya mau bikin review-nya tapi nggak jadi terus, keburu malesss hahahaha

  9. waaah… jadi kepengin ngunduh film iniiii 🙂

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: