Kisah di dalam Penjara

when you’re going through something hard and you start wondering where Allah is, just remember; the Teacher is always quiet during a test

Kakak kelas saya masuk penjara. Terhitung sudah 1 tahun lebih. Masa tahanan yang diterimanya 16 bulan. Sewaktu dia dimasukkan ke grup whatsapp, saya langsung sapa beliau. 

Kami mengobrol lewat pesan pribadi. Lama, hampir lewat tengah malam. Saya ingat betul, bagaimana dulu saya mau-maunya menghabiskan sisa hidup sebagai mahasiswa dengan menjadi bagian dari organisasi itu. Sebut saja X.

Di organisasi X, saya memang belajar banyak. Menjadi saya yang sekarang, pun tidak lepas dari proses kaderisasi panjang di dalam organisasi X. Dan dia, kakak kelas saya yang masuk penjara itu, jadi salah satu pionir, sumbu, pemantik, yang sukses menjebloskan saya ke sana.

Terakhir, di grup whatsapp organisasi X, dia berpesan. Didahului sebuah kisah tentang kawannya di dalam rutan yang bertubuh kecil, tapi ditakuti semua napi. Bayangkan, tubuh seorang pria yang tidak lebih dari 170, bahkan mungkin hanya 160-an, kurus, nyaris nampak lemah. Nyatanya, dia mampu menumbangkan 3 orang berbadan besar sekaligus! 3 orang itu lebih tinggi dan tentu punya tenaga yang kuatnya berlipat ganda daripada dia.

t-nationcom

t-nation.com

Kakak kelas saya bilang, dia kurus kecil pendek, mantan pembunuh, yang setelah keluar sel, yang ada di pikiran dia hanya 1; liang lahat. Sudah tidak ada lagi pilihan dunia dalam hidupnya. Semua yang sudah pernah diraih, semuanya, sekarang sudah hilang. Lalu apalagi setelahnya jika bukan kematian?

Bersebab pilihan yang hanya satu itulah, pada akhirnya ia tak lagi takut dengan apapun. Bahkan melihat wajahnya saja, seluruh napi segan, takut. Di dalam kepala pria itu, hilang sudah yang namanya harta, tahta, apalagi wanita. Semua lenyap, menyisakan kesiapan terhadap kematian. 

Inilah yang membuatnya menjadi kuat berlipat-lipat, ditakuti lawan, disegani kawan. Ketika dunia sudah tidak berarti apapun lagi baginya, seketika itu juga dia menjadi berani. Berani menghadapi kesulitan dalam beragam bentuk, termasuk berani bila sewaktu-waktu ia menjumpai ajal. Sekali lagi, siapapun yang hendak melawannya, pasti rasa takut akan menyergap lebih dulu.

Ingat kisah Umar ra. yang dengan keimanan setinggi langit, membuat setan kocar-kacir saat nyaris berpapasan dengannya di sebuah jalan? Setan memilih untuk putar balik, mengitari bukit, demi menjauhi Umar yang gagah berani. Siapa pula pemimpin quraisy yang berani menyanggupi suara lantang Umar? 

“Barang siapa ingin ibunya kehilang­an anaknya, atau istrinya menjadi janda, atau anaknya menjadi yatim piatu, hen­daklah ia menghadangku di balik lembah ini!”

Begitulah dia yang kurus, kecil, dan pendek. Kakak kelas saya menutup nasihat tersebut dengan pesan singkat.

Kalau semua yang di dunia sudah selesai dan tak lagi kita pedulikan, maka tidak akan ada satupun kesulitan yang tidak mampu kita hadapi. Tinggalkan dunia, maka ia akan tunduk pada kita dengan sendirinya.

malam dan setumpuk tugas
Senin, 14 Maret 2016
11:48 pm

 

Advertisements

14 comments

  1. bagus banget nasehat kakak kelasnya sekar…

    1. iya mbak, hasil perjalanan panjang beliau dari merasakan hidup di puncak, sampai jatuh terperosok ke jurang paling dalam

  2. NinaFajriah · · Reply

    Tulisannya sarat hikmah 🙂

    1. alhamdulillah, makasih sudah mampir, mbak nina 🙂

  3. Lagi mikir organisasi nya….. Kayanya di tiap kampus ada.

    #sotoyabis 😛

    1. haha fokusnya ke organisasinya ya.. hayo apa hayo

  4. fiksi bukan?

    1. Aseli teh, Lapasnya di tasik. Bulan juni nanti baru keluar penjara

  5. Wuih kar, ternyata keren yak

    1. kakak kelas gue dan si kurus ceking kecil itu keren parah! cuma segelintir orang yang keluar penjara trus jadi bener. Ada yg makin br*ngs*k ada yang tetep aja stuck jadi penjahat.

  6. banyak sekali memang kisah2 yg mesti diungkit dri dlam penjara. kisah gimana buya hamka menulis tafsir beliau didalam penjara. ato imam ibnu taimiyah. ato bahkan kisah nabi Yusuf ‘alaihissalm. semuanya org2 besar yg pernah mendekam dlam penjara. mantap. lanjutkan nuli
    snya mbk

    1. betul. siap mas, insyaaAllah

  7. […] dari keterkejutan saya terhadap kisah kakak kelas di penjara, sebagaimana yang pernah saya tulis di sini, ternyata rupa keberanian itu memang tidak bisa dilihat seberapa besar ukuran dan bentuknya, tapi […]

  8. […] dari keterkejutan saya terhadap kisah kakak kelas di penjara, sebagaimana yang pernah saya tulis di sini, ternyata rupa keberanian itu memang tidak bisa dilihat dari seberapa besar ukuran dan bentuknya, […]

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: