Belajar Sabar dan Cinta Ala Mr & Mrs Writer

406 halaman ini sukses mengaduk-aduk perasaan. Meminjam istilah anak muda sekarang; bikin baper. Ketika tahu sebelumnya bahwa sang penulis tidak hanya menerbitkan buku, tapi juga membabat habis ratusan naskah skenario FTV, pantaslah jika jalan cerita Mr & Mrs Writer ini kaya bumbu dan tidak picisan.

Hidup dari Menulis, Kenapa Nggak?

IMG20160318180311

Mr & Mrs Writer berkisah tentang sepasang muda-mudi yang memutuskan untuk menikah dengan cara unik. Bermula dari pernikahan itulah, seluruh episode ujian seorang manusia datang bertubi-tubi, meminta jatah kesabaran, cinta, kasih sayang, dan kesetiaan seluas samudra, sedalam pusat bumi.

Belum lagi, masalah demi masalah dalam rumah tangga pasangan manis itu harus beradu dengan cita-cita dan ego yang saling bersahutan. Sang istri yang sangat tidak siap menikah muda, tiba-tiba dituntut untuk bisa beradaptasi cepat, membagi waktu antara menulis, mengurus rumah tangga, dan membangun impian bersama orang tercinta.

Sampai akhir kisah dalam buku ini, betapa para pembaca akan dibuat trenyuh, menganga, sampai menitikkan air mata atas kesabaran tanpa batas dari seorang suami. Kegigihannya menunaikan kewajiban mencari nafkah demi melihat keluarga kecilnya bahagia, tidur nyenyak, perut kenyang, dan dapur terus mengepul.

Bahkan sang suami rela, tulus, melakukan dengan bahagia semua tugas rumah tangga yang seharusnya menjadi ladang pahala bagi sang istri. Semua tugas rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci piring, mengepel, menyapu, mencuci baju, menyediakan secangkir kopi dan cokelat panas setiap sang istri mulai suntuk bekerja di depan laptop, sampai mengurus bayi.

Ditambah keluhan, gerutu, amarah, cacian, hinaan dari sang istri yang menyinggung martabat seorang pemimpin keluarga sudah kenyang dilahap sang suami. Namun, kebiasaan manis dan indah kepada ratu hatinya terus dilakukan tanpa kenal lelah.

Kesabaran yang mulia ini terus berlangsung 3 tahun lamanya!

Melalui kesulitan demi kesulitan pasangan muda ini, Achi TM hendak membuktikan bahwa berprofesi sebagai penulis sangatlah membahagiakan dan sama seperti jenis pekerjaan lain, ada kesulitan dan tantangan tersendiri. Dijamin, profesi ini sangat seru!

Ambil Hati Pembaca Pada Bab Pertama

IMG20160318181558

Jika dalam cerpen, paragraf pembuka adalah segalanya, maka dalam novel, bab pertama adalah nyawa. Nyaris sama seperti cerpen, bab pertama akan memunculkan keinginan pembaca untuk lanjut ke halaman berikutnya. Bab pertama memberi kesan awal, apakah jalan cerita di dalamnya akan mendebarkan atau datar-datar saja.

Beruntung, saya mendapati bab pertama sebagai pembuka yang manis. Pembaca langsung dipacu adrenalinnya dengan adegan tokoh utama perempuan yang sedang bertarung dengan waktu, hendak menyelamatkan impian yang susah payah ia bangun sejak SMA.

Nama tokoh utama perempuannya Ara. Karakter Ara cukup kuat, diperlihatkan dengan dialog dan cara penulis menyajikan bagaimana gerak gerik Ara serta responnya terhadap perkataan atau sikap orang lain. Pembaca akan mudah menebak, tanpa perlu dideskripsikan seperti apa tabiat Ara.

Konflik Rumah Tangga

muslimahcornercom1

muslimahcorner.com

Saya suka sekali cara penulis membuat alur konfliknya hingga berhasil melarutkan perasaan pembaca. Barangkali karena cerita inti novel ini diangkat dari kisah nyata kehidupan pribadi si penulis? Kemudian ditambahi bumbu penyedap di sana-sini. Entahlah.

Saya sempat merenung agak lama, memikirkan sungguh-sungguh apakah konflik macam ini benar-benar ada di kehidupan nyata? Okelah, kalau memang penulisnya menciptakan konflik rekaan.

Tapi bukanlah hal yang tidak mungkin kalau di dunia ini ada tipe suami macam Ragil yang dengan kesabaran tanpa batas, tetap setia tersenyum, mencintai, mengasihi, menyayangi, memperlakukan sang istri –yang kurang ajar– dengan sangat mulia bak ratu kebanggaan. Bukankah ini mungkin saja terjadi?

Hanya saja, saya sulit untuk percaya dengan kemungkinan tersebut. Sederhananya begini, ide apapun yang muncul dari seorang penulis biasanya diperoleh berdasarkan pengalaman atau kejadian sekitar, kemudian diracik dengan drama-drama buatan yang tetap dalam koridor logika.

Konfliknya logis. Hanya saja, saya masih belum bisa mencerna –-mungkin lebih tepatnya belum bisa menerima— bahwa di dunia ini kemungkinan memang ada pria sabar luar biasa seperti Ragil. Tingkah polah sang istri yang sukses membuat saya jengkel setengah mati, tetap dihadapi dengan manis dan lembut oleh suaminya. Dan kepenatan itu berlangsung selama tiga tahun. Tiga tahun! Ini kan, gila…

Kehidupan rumah tangga boleh jadi memang demikian adanya. Masalah keuangan menjadi pemantik utama perdebatan. Yaa… kalau itu sih, kayaknya tergantung niat awal menikah ya.

Gue belom berumah tangga oi, jadi belom berhasil membayangkan betapa rumitnya nanti ujian yang harus dihadapi bareng.

Ide Unik

upwork(dot)com

upworkdot.com

Mr & Mrs Writer memunculkan sisi lain dari kehidupan rumah tangga sepasang suami istri yang berprofesi sebagai penulis. Yang satu punya passion dengan dunia tulis-menulis sejak SMA, sudah mendarah daging, meskipun berkali-kali naskahnya ditolak.

Satunya lagi, sama sekali baru dengan dunia menulis, bekas tukang kayu, membaca novel pun hanya 3 kali seumur hidupnya, tapi sekalinya ia menulis, naskahnya langsung diterima PH (Production House/Rumah Produksi), lolos jadi skenario FTV, bahkan novel perdananya best seller.

Saya bisa dengan mudah memahami perasaan Ara dan Ragil ketika otak buntu, sedangkan deadline terus maju, meraung-raung minta cepat diselesaikan. Bagaimana lelahnya begadang, mata pegal, kepala pening, punggung mau rontok, tapi kewajiban di depan mata belum selesai.

Begitu pun ketika mereka berdua sedang dalam puncak kenikmatan menyelami cerita yang dikarang, disusun, diketik di depan laptop dan mesin tik butut, kemudian saling berdiskusi bersama membahas naskah. Saya sangat menikmati adegan ini! Sepasang suami istri mendiskusikan dunia tulis-menulis, dan dua-duanya menunjukkan ketertarikan yang sama besarnya, sama antusiasnya.

Melihat kegigihan Ara mencapai impiannya menjadi penulis perofesional, menatap Ragil yang tak kalah keras belajar menulis demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Semua tenaganya tulus dikuras habis demi uang, demi menghidupi anak istri, sekonyong-konyong membuat saya ikut semangat.

Typo dan Adegan yang Tidak Logis (?)

pekanbaru.tribunnewscom

pekanbaru-tribunnews.com

Pada halaman 10-11, saya menemukan adegan ganjil;
Kali ini Ara tidak mengayuh sepedanya. Ia meminjam motor Ayah dan mengegas motor itu sekuat tenaga. (hal 10, baris 10-11 dari bawah)

Ia memarkirkan sepedanya di tempat parkir motor kemudian berjalan menyusuri pasar. (hal 11, baris 8 dari atas)

Mulanya mengendarai motor, lalu yang diparkir adalah sepeda. Jadi, itu sepeda siapa ya? Apa mungkin Ara menemukan sepeda lucu di pinggir jalan, lalu motornya ditinggalkan, dan ia beralih naik sepeda? Hehe

Ada juga beberapa typo tanda baca dan kesalahan penempatan kalimat yang tidak begitu mengganggu, tapi cukup membuat dahi mengernyit, ini maksudnya apa ya?  Sehingga saya merasa perlu untuk membaca dua kali dengan lebih hati-hati.

Misalnya; Setelah mereka menulis bersama di pagi hari, Ragil akan pergi menyiapkan memasak makan siang… (hal 175, baris 5 dari bawah)

Seharusnya kata menyiapkan atau memasak bisa dipilih salah satu, sesuai kehendak penulis, adegan tersebut ingin bagaimana.

Ada lagi, POV kau atau –mu; Untuk menunggu 1 sinopsis yang di-acc kau harus menunggu kurang lebih dua minggu. (hal 208, baris 12 dari bawah)

Bagaimanapun juga susah bukan menghilangkan sosok lelaki yang sudah ada di hatimu(hal 318, baris 2 dari bawah)

Apa mungkin penulis sengaja menaruh pembaca sebagai bagian dari cerita? 

Tergesa-gesa

understoodorg1

understood.org

Konflik naik turun yang sangat saya suka dan bikin geregetan ini agaknya cukup terganggu dengan cerita yang tampak seperti dipaksakan masuk, tiba-tiba terjadi begitu saja, bak drama korea atau sinetron klise.

Ketika Gina mencari Ragil, tapi justru menemukan pria lain –cinta pertama Ara sekaligus murid kursus menulis— yang tidak sengaja salah sapa, Gina melihat pria itu terluka, lalu diobati, dan dari sini Satria yang sulit menyukai wanita tiba-tiba menjadi jatuh cinta dan memutuskan untuk setia dengan cinta ini. (hal 305 – 307)

Saya merasa alurnya terlalu cepat dimasukkan ke dalam cerita. Dan kalau boleh saya bilang; ini sinetron banget!

Sikap Manis Ragil

djurnalcom

djurnal.com

Oh yeah, bahkan semua sikap Ragil pada Ara adalah hal paling manis, ketimbang adegan malu-malu aktris dan aktor dalam setiap film maupun drama romantis manapun.

Rasa-rasanya, saya bisa memahami betul kesetiaan Ragil dan perasaannya yang demikian dalam pada Ara, padahal perilaku gadis itu sungguh durhaka, menguji kesabaran pada titik paling ekstrim. Saya saja sampai kesal bukan main membaca ucapan Ara yang tidak sopan kepada suaminya.

Bacanya aja gue nggak tegaaaaa T__T pengen buru-buru balik halaman dan nemuin hepi ending. Hiks

Sumpah! Saya iri dengan siapapun wanita yang hidup satu atap bersama seorang suami yang tidak pernah letih sepersekian detik pun untuk menggiring istrinya menuju kebaikan. Terus-menerus dilakukan dengan sabar.

Sampai akhirnya sang istri menjadi apa yang sang suami perjuangkan selama ini; muslimah berjilbab dan memenuhi kewajiban serta haknya pada sang suami sebagaimana mestinya.

Konfliknya sangat manusiawi, begitu juga dengan tokoh Ara. Tapi Ragil? Kok malaikat banget ya? Haha

Setidaknya, kebohongan yang sudah diketahui orang-orang ini (baca: novel fiksi) bisa disajikan sempurna dengan konflik yang total, tidak setengah-setengah. Contohnya, masalah rumah tangga Ara dan Ragil. Konfliknya sudah pasti umum terjadi di masyarakat, tapi karena ujian ini berlangsung di dalam rumah tangga pasangan penulis, jadilah idenya tampak mengesankan, unik, dan….. bikin baper!

Menulis dan Jutaan Kebaikan Bersamanya

C360_2014-12-04-17-33-24-218

Novelis Mr & Mrs Writer ini cukup lihai menghadirkan Ragil sebagai sisi lain dari seorang penulis. Dari sosok Ragil lah, penulis hendak memberi gambaran tentang ruh dalam sebuah tulisan. Sepanjang ia ditulis dengan keterlibatan perasaan, maka semakin hidup lah isi ceritanya. 

Beberapa kali saya membuktikan, terhadap diri sendiri maupun ketika membaca tulisan penulis lain. Ada yang karangannya luar biasa, tapi tak membekas. Ada yang tulisannya sangat sederhana, tapi ternyata demikian membius setiap mata yang membaca kalimat-kalimatnya. 

***

Dari 5 bintang, saya kasih 3.8 untuk konflik rumah tangga dan dunia tulis menulisnya. 😀
Selamat, Mbak Achi! Semoga berkah semua kerja kerasnya. Top banget lah ini novelnya. Mewakili kaum mata panda bin kuli tinta. Istiqomah ya mbaaak 🙂 

excited!
Jumat, 18 Maret 2016
6:39 pm

Advertisements

32 comments

  1. Bang Ical · · Reply

    Keren. Saya belum bisa membaca buku sambil menemukan detil kata-kata yang ganjil kayak di atas. Kalaupun ketemu, biasanya lupa begitu novel sudah habis dibaca.

    Keren 🙂

    1. hihi, saya juga gampang lupa, bang ical. Tapi demi mencegah “penyakit” itu, saya selalu sedia sticky note di samping buku yang sedang dibaca. Kalau ada pesan moral, adegan yang dirasa seru, typo, dll langsung saya tandai supaya nggak lupa.

      barangkali bang ical bisa coba 🙂

      1. Bang Ical · · Reply

        Boleh deh 🙂 Saya kebiasaannya kalau baca buku cuma sedia pulpen. Inti gagasan saya garis bawahi 🙂

        Kadang lupa kalau buku yang dicoret itu buku perpustakaan ^_^

  2. NinaFajriah · · Reply

    Review yang bagus, lengkap dan komprehensif *duile* , bisa jadi feedback positif untuk editornya juga. Aku tertarik buat baca deh 🙂

    1. eh bener lho mbak, aku langsung kirim email ke penerbitnya. haha. Isinya link blog ini, ucapan terima kasih, dan semacam dukungan kecil buat editornya. Semoga ke depan bisa menerbitkan buku-buku yg jauh lebih perfect lagi, 🙂

      1. NinaFajriah · · Reply

        Great move! 😀 mereka pasti seneng deh Kar 🙂

        1. yeay! makasih dorongannya mbak nina 🙂

          1. NinaFajriah · ·

            No problem *kayag kata orang singapur* hihi

  3. Mau pinjem lah see

    1. boleh boleh, sini lah sekalian main ke rumahku haha

      1. Mau maaaeenn.. ada makanan kan? :p

  4. Jadi penasaran 😄 kamu detail bgt ya baca novelnya 😄 jadi bagus deh reviewnya

    1. hihi makasih kaknon

  5. Buset sampe typo nya aja inget bagian mana nya. Kayanya kalau aku yang baca sih gakan sadar hahaha.

    1. haha, abisnya si typo itu bikin risih mata. Kalo bukan karena konflik tokohnya, udah ditutup deh bukunya sebelum selesai baca 😛

  6. Terima kasih buat reviewnya. Saya selaku staf promosi dari Penerbit Andi yg menerbitkan buku Mr & Mrs Writer sangat mengapresiasi review dari Mbak Sekar. Terima kasih buat masukannya agar kinerja tim editor kami semakin meningkat.

    Oiya bagi teman-teman yang ingin mendapatkan novel Mr & Mrs Writer secara gratis, bisa cek di link berikut ini : https://www.facebook.com/SheilaBookFiction/photos/a.223392581078204.56121.116047515146045/969677579783030/?type=3&theater

    1. Sama-sama, semoga bisa lebih baik lagi untuk buku-buku selanjutnya 🙂

  7. Pengunjung blog-mu, rame, ya. Ini berarti banyak yang suka dengan blog-mu, say.

    1. hihi alhamdulillah kalau gitu. Padahal jauh lebih banyak seleblog yang level kerennya bikin semaput lho mbak! 😀

      1. Wah, gitu ya…

        Berasa asing banget jadinya saya di dunia perblogan, hehe..

        Mantap!
        Terus berkarya ya, Sekar! 😀

        1. insyaaAllah mbak Ega. Mbak juga yaaa 🙂 keep write and blogging!

          1. Aamiin..

  8. # Ada yang karangannya luar biasa, tapi tak membekas. Ada yang tulisannya sangat sederhana, tapi ternyata demikian membius setiap mata yang membaca kalimat-kalimatnya # emang benar mbak, apa yang keluar dari hati akan sampai kehati. makanya bukan seberapa bagusnya karangan kita, tapi seberapa ikhlasnya kita dalam membuat karangan tersebut. ini mengingatkan saya tentang Imam Malik, salah satu dari imam mazhab fiqih yang terkenal itu. ketika hendak menulis kitab Muwaththak orang2 mempertanyakan keiginan sang Imam untuk menulis kitab tersebut. karena Muwaththak telah banyak ditulis oleh orang lain. Namun beliau bilang : sesuatu yang diniatkan karena Allah akan kekal abadi.

    1. Betul. Kondisi ruhiyah itu ternyata punya pengaruh tak langsung yang diam-diam dirasakan pembaca. Maka banyak ditemukan karya yang sebenarnya dari segi teknik menulis sangat biasa, tapi bisa banyak dibaca karena ada “ruh”nya

  9. Detail bangeeet…
    Jadi ga usah baca bukunya deeh… 😁

    1. haha yakin nih ga minat baca bukunya? seruuuu 😀

      1. Pengen sii.. terutama yg bagian hubungan mereka yg menyenangkan
        Kalo yg istrinya jahat maleees

  10. Sosok Ragil yang sabar banget, sepertinya ada kesamaan dengan film The Vow, tetapi dlm film tersebut, suami tetapi ditampilkan sebagai sosok manusia yang memilki batas sabar. Digambarkan dengan keluh kesah di beberapa adeganya, meski demikian tidak menghilangkan kesan sabarnya dan tetap terlihat pengorbanan yang luar biasa terhadap istrinya.

    1. eh ya ampun aku ada film the vow tapi belum ditonton dari kapan tau. Okelah, abis ini aku nonton dulu hehe. Tapi anw, kalo di film mungkin bisa kelihatan jelas sisi manusiawinya seseorang karena gampang diekspresikan lewat mimik wajah. Sedangkan di buku, dalam bentuk tulisan, kayaknya agak susah ya.

      Waktu ngobrol sama mbak achi, penulisnya novel ini, dia bilang udah masukin bagian jeleknya ragil. Tapi tetep aja menurutku juga itu terlalu malaikat. 80% kisah itu nyata dan benar-benar ada dalam diri suaminya si penulis 🙂

      1. Iya sih memang lebih susah mengekspresikan adegan dalam bentuk tulisan. Meski para penulis sudah mengetahui “show don’t tell” dalam menulis cerita fiksi. Tetap saja lebih mudah jika cerita tersebut diperankan.

        Oh, ini terinspirasi dari kisah nyata, baru tahu saya. Kerenlah, saya salut untuk para penulis, stamina mereka bagus, kalau tidak bagus mustahil dapat menyelesaikan sebauh buku, disamping doa tentunya.

  11. Windifm · · Reply

    Like this kisahnya di kemas sedemikian rupa sampe” lembar demi lembar baca tau” udah netesin air mata aja pas bagian ragil di usir dari rumah oleh ara (istrinya). Dengan begitu ara merasa kehilangan dan mencari cari ragil seorang diri dan setengah kesepiannya ada kebagian yang muncul dari kakak gina dengan satria atau roy atau siapa itu:D membuat hatinya menjadi sangat gunda gulana entah apa yang terbesit dipikiranya saat di membuka filenya yang di buat oleh ragil suaminya yang berisi 10 halaman dari halaman 1-9 tak ada kata sama sekali hanya berisi lembar word kosong ketika pada halaman ke 10 ada pesan untuk ara bawah dia pergi ke tempat ketika dia melamarnya dan pada saat itu ara mencari ragil dan menitipkan sena anaknya oleh kedua orang tua dan kakanya . Sampai sana ara tak juga menemukan ragil . Hampir ara putus asa tapi saat itu ara menengkan ara di tempat penginapan entah ara mulai sadar bahwa semua isi di penginapan itu mirip sekali dengan dekorasi di kontrakan yang ia tinggali bersama ragil dulu dengan melihat halaman depan yang di tanami pohon mangga,pohon love, pohon cinta mereka entah mengapa tuhan menemukan mereka kembali ketika ara binggu muncul seseorang yang mengatakan “apakah kamu suka dengan dekorasinya saya??? Saat itu ara meneteskan air mata dan memukul bahu ragil yang semakin kekar dan menangis dipelukannya dan menceritakan semua kesalahan dan kehilafannya selama ini, dan ara juga memanggil ragil dengan sebutan mas yang tak pernah ragil dengan ara memanggilnya dengan tulus untuknya dan ara juga mengatakan cinta untuk suaminya setelah ara memakan buah mangga yang mereka tanam dan buah mangga terasa manis, suasana haru dan bahagia seolah mendukung dengan alam yang bersahabat dan menghidupkan cerita cinta mereka.

    The end

  12. awapicko · · Reply

    Saya baru beli buku ini 2 hari yg lalu…. lalu membabat habis novel ini ..
    Cerita ini mengingatkan sy akan diri sy bbrp th lalu. Jd wanita karier. Posisi yg oke disebuah radio…. tapi suami tdk bs sy urus maksimal. Bukannya membuka aib… tapi sy seperti tergelontor membaca sosok Ragil yg sangat mirip dg suami saya. Alhamdulillah pesan moral nya dapatlah dr novel ini.

    Dibalik itu saya sepaham dg beberapa review mba sekar. Namun saya tdk begitu mempermasalahkan… krn baca novel ini hati kayak disayat2…

    Ragil seperti sosok yg di novel itu ada ….. dan nyata….. *ngelirik suami*

    Tq utk mba sekar yaaa

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: