Rahasia Si Penulis Lepas #1

Kutemukan wangimu di lipatan kertas. Pada halaman ke sekian, sudah buyar semua isi buku yang kubaca bersebab huruf-hurufmu yang justru memenuhi tiap-tiap paragraf. Belakangan, kutemukan judul dari perasaan ini: kenangan. Barangkali, kenangan serupa pohon. Bila terus disiram, ia akan menumbuhkan rindu yang subur.

Buktinya, isi kepalaku mulai bertunas wajahmu. Ini artinya, pertanyaanku terjawab sudah. Mengapa kertas-kertas di hampir semua buku koleksiku muncul warna kuning kecokelatan? Sebab jejakmu tertinggal tepat di lembaran-lembaran buku di dalam lemari. Mengapa bau kertas-kertasnya tetap menyengat meski usianya sudah usang? Sebab parfummu tumpah di setiap halaman yang telah tuntas dibaca.

Aku punya ponsel layar sentuh, canggih, dan banyak fitur serta aplikasi modern di dalamnya. Kamu pun begitu. Tapi ternyata, kita memilih untuk tidak saling sua di sana. Tepatnya, ribuan kilometer dimana kamu berdiri justru tidak mudah disentuh dengan benda canggih ini. Satu-satunya cara, kembali ke masa konvensional.

Kukirim merpati ke tempatmu. Di kaki kanannya, ada botol tabung kecil berisi wajahmu. Kulukis susah payah dibantu kuas dan tinta dari air mata, lalu direkatkan dengan kecupan.

Di antara puluhan merpati kecil yang kuterbangkan padamu, hanya satu yang kembali dan membawa balasan, “Jangan menunggu.”

Tak ada pelukan, tanpa satupun pertanyaan sederhana tentang kabar, kamu hanya bilang agar aku tidak menunggu. Bagaimana bisa? Seluruh isi lemariku adalah janjimu. Pada usia yang ke sekian, kita akan membaca Negeri Senja bersama-sama, menekuri serial Winnetou sembari menyisir tepian Nembrala hingga Segara Anak yang gigil, mengimajikan The Hobbit sesuka hati, lalu duduk-duduk kita hanya menyisakan deru bahagia.

Kita sudah berjanji. Bagaimana bisa kamu lupa?

IMG-20151011-WA0025

halaman 1
Senin, 4 Juli 2016

11:40 WIB

Advertisements

29 comments

  1. Foto nya bagus 😄

    1. hihi foto dari temanku di raja ampat kaknon. hoo lupa aku tulis dok.pribadi

  2. Amalina · · Reply

    Kadang suka bertanya, apa inspirasi dari seorang penulis bisa merangkai kata seindah itu.. #iri

    1. inspirasinya: sering-sering baper 😀

  3. “Belakangan, kutemukan judul dari perasaan ini: kenangan.”

    Itu hati mulai bocor, makin ke bawah, makin bocor.

    Argh mba Sekar, apa yang kamu lakukan ke aku itu jahat.

    1. terus aku curiga gitu ini mirip isinya sama https://lantunanjiwa.wordpress.com/2016/06/23/lelaki-paling-tabah/ sama-sama menyuarakan isi hati 😛

      1. Sekaaaaar apa yang kamu lakukan itu jauh lebih jaaahaat lagi wkwkwk.

        Ciee kalau aku jd laki, d buatin tulisan kaya gini terus mau doong *eh

  4. Bang Ical · · Reply

    Sederhana tapi mengena 🙂 Seperti puisi yang tumbuh mekar di pinggir jendela 🙂

    1. terima kasih bang. 🙂

      1. Bang Ical · · Reply

        Itu sarannya keren: sering-sering baper 🙂

  5. Aduh, kata2nya asoy banget. Iri pengen bisa nulis kayak gitu hihi salam kenal Mbak Sekar :)))

    1. hihi makasih tika. ini hasil perenungan (dan baper) yang panjang haha

  6. Suka banget sama tulisan ini… Aku juga suka nulis2 baper gini tapi ya emang buat konsumsi pribadi.. Klo dipublish, malah dicie-cie in bikin mati inspirasi.. wkaka…

    1. ((( nulis baper ))) ^^” ini sengaja kupublis karena terinspirasi dari buku-buku di lemari yang udah pada jamuran kertasnya. Meski ada curhatannya juga ahaha

      1. Hihi… tapi bagus kok.. sering2 baper aja deh.. jadi aku bisa baca tulisanmu trus… hehe..

    2. mbak dine, apdet dooong postingannya 😛 tiap aku buka, yang nongol traveling dan pasangan itu. Nambah baper kan :/

      1. Wkaka… masih di site ni sayang… kedapetan lebaran di sini.. belum ada inspirasi lagi eh soalnya full kerja… sabar ya.. kurang THR kayanya kamu.. hehe..

  7. Adisty Habsari Agni Sucahyono · · Reply

    Bagus 🙂

    1. Terima kasih mbak Adisty 🙂

  8. mantap tulisanmu neng 🙂

    1. makasih mbak syifna 🙂 ini curhatan iseng hehe

  9. Terpikat halaman 1, setia menunggu halaman-halaman berikutnya….

    1. 🙂 terima kasih

  10. Nyebelin! Tulisanmu indah banget!

    1. alhamdulillah makasih kak! >,< siapa dulu dong inspiratorkuuu… raysa prima annisa multifungsimultigunaprimadonaserbabisaa~~

  11. Waw Sekar…

    1. wew runa…

  12. […] pernah muncul lagi, semenjak surat pertama dan terakhir itu. Dan memang setelah kita bertemu di Sepanjang, aku tidak pernah melihat, mendengar, dan membaca […]

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: