Cerita Si Kuli Tinta #4

Hidup saya berubah 180 derajat dalam dua pekan belakangan.

Saya bukan lagi penulis lepas yang bisa dengan bebas menentukan waktu kerja, istirahat, membaca buku, menonton film, jalan-jalan dari satu lingkaran ke lingkaran keilmuan lain. Saya tidak bisa lagi sesukanya menentukan jadwal sehari-hari.

I’m a journalist now. Satu jenis pekerjaan yang menuntut kesabaran tingkat dewa, cepat beradaptasi, mampu mengelola perasaan (tidak moody-an), mampu bekerja di bawah tekanan, tidak lamban, inisiatif tinggi, punya kreativitas dan daya inovasi tanpa putus. Saya menjadi bagian dari jurnalis di salah satu Koran Harian Nasional. Koran yang tergolong baru, tapi sudah dan masih terus berproses meluaskan jangkauan edar.

Sejak memutuskan untuk menerima tawaran kerja di koran itu, saya tahu hidup saya akan berubah total. Akan ada banyak rencana-rencana masa depan yang direvisi.

Well, bahkan untuk menulis postingan ini, saya perlu mengatur perasaan sedemikian rupa. Saya rindu menikmati waktu di perpustakaan mini di rumah, duduk di depan lemari buku, memilih bahan bacaan di pagi hari, masyuk menjadwalkan kapan ikut kajian keilmuan ini dan itu, tengah malam bangun lalu menulis. Hey! masa kerja belum ada satu tahun, bahkan belum dapat satu bulan sudah mengeluh! :p

Yang jelas, pekerjaan dan aktivitas baru ini membuat saya semakin merasa betul, saya tidak sanggup hidup satu kedipan saja tanpa bantuan Allah. Ketika saya harus rela tidak lagi 24 jam menemani Ibuk, maka memang satu-satunya yang saya punya cuma Allah. Tidak pernah luput saya bilang, “tolong jaga Ibuk dengan kekuatan penjagaan-Mu yang tiada pernah putus”

Sekarang, saya masih tahap adaptasi dan alhamdulillah sudah mulai menemukan polanya. Jangan tanya bagaimana perasaan saya. Saya tahu ini pekerjaan yang sangat menguras energi, pikiran, waktu, bahkan uang. Kalau menuruti gengsi, bisa saja saya keluar sekarang juga. Yeah, saya hanya perlu pembiasaan.

Banyak kejadian lucu, unik, haru, menyebalkan, dan macam-macam di kantor, bersama rekan kerja lainnya. Saya belajar lagi bagaimana mematangkan integritas dan memanfaatkan ilmu yang selama ini saya dapat dari banyak guru. Mudah-mudahan Allah berkahi.

Saya tidak akan selamanya menjadi karyawan kantor. Sebab, sebagaimana tekad awal saya untuk menjadi penulis lepas sepenuhnya, saya menganggap fase pekerjaan kantor yang satu ini sebagai arena kontribusi baru. Tidak ada salahnya saya coba sebentar.

***

Dan akhirnya, saya bisa komentar, “begini toh rasanya kerja kantoran…” 😀

IMG-20160815-WA0034

hujan deras!
Bogor, 20 Agustus 2016
8:33 PM

Advertisements

21 comments

  1. Kantormu nampak nyaman.

    1. bener mbaktik, super duper nyamaaaan. tapi itu kantor lama karena tadi pagi baru aja pindahan ke kantor baru yang suasananya lebih formal, ga sehangat ini 😦

      1. Klo guyonan arek Suroboyo: “Diobong ae cek anget….” (dibakar aja biar anget), qiqiqiqi.

  2. Wah keren. Jadi wartawan. Ntar klo udah berkuasa mau ngirim artikel. Biar tahu standartnya koran. Lain kali share dong tips-tips nya agar artikel layak dimuat di koran he he he….. Belum pernah nembus media massa soalnya.

    1. haha berkuasa ^^”

  3. monitornya cakep 😀
    Jadi masih di Bogor nih hehehe ..
    Selamat menjadi pegawai kantor ^_^

    1. ini lagi pulang mbak, hehe. besok balik lagi ngantor. ternyata hectic juga ya jadi karyawan

  4. Tuhkan sekar.. kmrn aja di ig gak ngaku u.u

    1. hihi abisnya udah terlalu banyak anak kampus tau ig-ku, kan malu.. :3

  5. Semangat ya, Mbak 🙂 semoga pekerjaannya menyenangkan 😉

    1. aamiin,, dan semoga berkah 🙂

  6. Semoga pekerjaan barunya berkah, Sekar. Baru aja kepikiran mau wa nanyain ttg sesuatu tapi ah..tidak jadi. Sudah terjawab dengan postingan ini ^^

    1. aamiin. yaah bikin penasaran -,-

  7. Kantor (lama)nya cakep, Sekar 😍 Good luck dgn kerjaan barunya ^^

    1. iyaa bikin betah. makasih ya tarii 😀

  8. jadi, enak ga jadi pegawai kantoran sekar?? 😀

    1. buat nambah relasi dan belajar bicara di depan publik, oke. Tapi buat jam kerja dan fleksibilitas, nggak oke 😀 enakan bisnis, jadi pengusaha udah. Hehe

  9. waaah, semangat Mbak !! 🙂

    1. siaap! 🙂

  10. Bagus bagus bagus 🙂
    Jadi karyawan, bisa belajar banyak hal juga kan?! Besok-besok kalau udah punya karyawan sendiri jadi bisa ngelola perasaan dan gaji mereka karena udah pernah ngerasain jadi karyawan. hehe

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: