Cerita Si Kuli Tinta #6

Di kantor, khususnya anak baru yang rawan diplonco senior, rolling tugas liputan jadi momen paling dag-dig-dug-ser. Pasalnya, sebagai wartawan, saya harus siap bertemu orang dengan jenis watak yang baru lagi, dan tentunya siap menulis berita model news.

Oh ya, saya belum pernah cerita ya tentang pengalaman selama enam bulan jadi wartawan. Saya dapat halaman non news alias tulisan feature. Beritanya tidak harus baru dan hangat, pakai tema khusus per-harinya. 

Setelah ini, saya harus siap kalau dapat tugas liputan news, hiks.

Lain hal dengan berita news. Harus baru, fresh, tidak boleh basi, dan tulisannya padat-padat. Kalau orang-orang bilang, lebih enak news karena tulisannya singkat, padat, jelas, dan cepat. Tidak harus memikirkan diksi. Tapi sampai detik ini, saya selalu dapat berita non news yang jauh lebih cocok dengan kebiasaan menulis saya. Fiuh, alhamdulillah~

Nah, saya sempat beberapa kali dirolling ke rubrik lain, tapi masih non news. Jadi saya tetap bisa bernapas lega. Saya pernah pegang rubrik komunitas muda, ibu-ibu pengajian, sampai produk-produk bisnis.

Produk-produk bisnis itu juga ada banyak jenisnya. Ada tentang health and beauty, herbal, cafe and resto, hijab style, wisata, dan produk diskon. 

Sejujurnya, saya bahagia dengan posisi liputan yang sekarang; produk. Tapi pada saat yang sama, nafsu saya sedang diuji. Saya akan ceritakan pengalaman dan penderitaan ini satu-satu. Ehem…

Health and Beauty: Facial Gratis

Enaknya jadi wartawan adalah selalu dapat produk atau minimal icip-icip gratis sebagai contoh dan tentu si pemilik senang-senang saja karena produknya kan mau saya liput. Ini aturan baku dan tidak perlu ada permisi-permisi seperti “Pak, Bu, saya mau coba ini ya. Gratis atau bayar?”

Suatu sore, waktu saya meliput produk kecantikan X, saya dapat bonus facial gratis. Ini pelajaran berharga bagi saya untuk kedepannya; jangan mudah tergiur yang gratisan.

Ibu A: “Mbak, coba ya nanti saya facial biar Mbak bisa ngerasain keunggulan produk ini.”
Saya: (senyum dan mengangguk)
Ibu A: “Sini mbak, tiduran di sini.”
Saya : (siap-siap difacial)

10 menit berjalan, saya merasa mulai ada yang aneh. 

Ibu A: “Nah, sudah mbak. Coba deh lihat perbedaannya.” (kasih kaca ke saya)
Saya: (lihat kaca) “Waaah, iya Bu, bedanya kelihatan yaa…lebih cerah, kencang, dan halus.” 
Ibu A: “Tuh kan, apa saya bilang. Produk X ini memang sudah teruji kualitasnya.”
Saya: (pengen nangis)

Saya meraba-raba pipi saya. Ternyata, keganjilan yang saya rasakan sejak awal memang benar. Saya cuma difacial diwajah bagian kanan doang! Bagian kiri enggak! T_____T

Kalaupun cuma buat tester, harusnya setelah saya lihat kaca untuk membuktikan keampuhan produknya, si Ibu tuntaskan facial wajah saya yang sebelahnya lagi. Jadi waktu saya pulang ke rumah, Ibuk komentar,

“Lho? kok muka kamu kelihatan seger? Tapi cuma sebelah aja. Sebelah lagi tetep kusem.”

***

orang-nangis-lucu-dp-bbm

Jadi gitu ya guys. Semua yang gratis tak selamanya menyenangkan. Ingat ini. 

brrr dingin
Sabtu, 4 Februari 2017
9:06 PM

 

Advertisements

10 comments

  1. Hahaha yg setengah doang gratis ya mbak, trus setengahnya lagi gimana ? Suruh mbayar apa dibiarain aja

    1. ga diapa-apain, mas. tega bener ya itu si ibu 😦

  2. Kok ngakak ya 😂😂😂. Barangkali maksud si Ibu A cuma molesin setengah bagian agar kontras perbandingannya. Tapi efeknya jadi terlalu kontras sepertinya wkwk

    Berkat membaca ini tumbuh lagi niat saya untuk jadi wartawan (huh). Nggak dikasih clue nih ka jadi penulis untuk media mana? Entah itu koran atau majalah, cetak atau non-cetak, harian atau mingguan atau bulanan? Mungkin aku sudah pernah baca cuma nggak tau itu tulisannya Ka Sekar hehe

    1. koran harian, Del. Tunggu kelanjutan serial ini ya hehe ;D

  3. Wehehe, kalau ayah fira kayaknya pas jadi wartawan ga pernah dapat facial gratis.. haha

    1. itu bagus fiiir justru. aku kebetulan kebagian ngeliput produk agak banyak. jadi ya gitu. 😦

  4. wahahaa… nanggung amat yaa gratisannya

    1. pelit sama ngirit beda-beda tipis :/

  5. Hahaha. Mungkin biar kelihatan bedanya ya, Kak 😀 Duh, seru juga tapi hehe

    1. ayoo nae! kamu kuliah di jurusan jurnalistik kan ya kalo ga salah? Segera selesai studi dan berjuang di tanah air yaa! 😀

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: