Rencana-rencana Pasca Ramadhan 2017

Hari terakhir Ramadhan, hari pertama saya mulai ngeblog lagi (Yeaaay!)

Setelah jutaan tahun blog nggak diurus, ditengok pun enggak, kini saatnya saya umumkan bahwa saya hendak pindah ke domain pribadi .com. Ugh yeah! *salsadancing* tapi masih diurus sih, dan gagal muluk. Bhahak!

Ada banyak kejadian selama saya vakum ngeblog. Pun pertimbangan-pertimbangan yang belum jadi kenyataan karena masih dipertimbangkan, mau dieksekusi atau enggak. Pokoknya perang batin selama berbulan-bulan ini mulai serius untuk saya tindak lanjuti, terhitung syawal ini, insyaa Allah (semoga Allah ridho dan mudahkan jalannya). Diantaranya;

1. Berhenti Jadi Wartawan

nyunyu

Oh, ini susah-susah gampang. Soalnya sekali wartawan pindah kantor (alias cabut), meski di kantor awal karirnya udah di atas, di kantor baru dia harus ngulang lagi dari NOL. Nggak ada hukumnya wartawan bisa lanjutin jenjang karir.

Saya udah dapet banyaaaaaaak banget pelajaran selama jadi jurnalis. Terhitung satu tahun per-Agustus 2017. Mulai dari tulisan, cara ngadepin orang dengan karakter macem-macem (aneh sampai kelewat normal :v), cara bicara di depan orang, diplomasi, presentasi, promosi (lebih banyak mempromosikan diri sendiri, ahey!), dan segala-gala.

Saya nggak pernah kepikiran jadi wartawan sih. Awalnya karena ditawarin temen. Saat itu saya terima karena kerjaan sebelumnya sebagai Ghostwriter (GW) dan penulis lepas cuma di rumah aja. Pegel kan lama-lama. Bisa-bisa alergi sinar matahari.

Akhirnya, saya ambil (big thanks to my bestie sweety lovely similikiti Mardiah yang atas izin Allah udah jadi tangan yang bantu gue supaya bisa icip-icip dunia super bebaaaaaaas as journalist) pekerjaan yang dulu paling saya hindari. Soalnya paling sebel suruh nungguin orang (emang gue kaga punya agenda juga apah!) yang mana kerjaan wartawan ya emang nungguin narasumber sampai siap diwawancara. Udah gitu narsumnya artis, politisi, dirut, dst dst yang kalo sekali nunggu bisa berjam-jam, sekalinya udah siap diwawancara, sok buru-buru dan cuma ngomong satu dua kalimat. Rasanya pengen gue guyur aer mendidih.

2. Jadi Penulis Buku, Blogger, dan Tukang Jalan-jalan

Ini gara-gara baca buku Lost in The Jungle-nya Yossi Ghinsberg (taun ini filmnya udah launching US!!!) terus keinginan resign jadi makin kuat. Saya tipe yang sering terlalu cepat mengambil keputusan, makanya khusus untuk kasus resign ini, rencananya sih mau dipikir mateng-mateng dulu, konsultasi ke temen-temen di komunitas blogger yang hidupnya full time as blogger and writer (ini pekerjaan yang indah banget bagi gue T__T), cari referensi plus minus jadi full time blogger-writer, pokoknya nggak mau gegabah.

Saya pengen pekerjaan itu nantinya akan menjadi sesuatu yang saya syukuri sampe sesenggukan dan dengan pede saya bisa teriak (I looooovveeeeee my joooooooobbb!!!!!!).

Trus yang sekarang nggak disyukuri dong? Nyesel dong?

Ya enggak laaaaah. Justru, barangkali harus gini jalannya. Muter dulu, supaya saya bisa punya banyak temen, kenal sama banyak orang, lalu perkenalan itu akan bermanfaat untuk pekerjaan dan kehidupan saya berikutnya. Gitu, tho?

Sesungguhnya, keinginan ini udah lama juga, tapi godaannya makin kuat pas abis baca buku itu. Ngeselin. Jadi apa pun kita, kalo nggak total, sayang tenaga waktu duit. Jadi keputusan ini mesti saya pertimbangkan betul-betul. Termasuk bakal jalan-jalan ke mana aja nantinya.

3. Pindah Hunian

google.com

Ini impian saya sejak lamaaaaaaa banget. Sejak SMA kali ya. Saya pengen punya rumah di pegunungan atau perbukitan yang dingin, bersih, nggak banyak pembangunan macem apartemen/hotel/mall.

Ada satu daerah pedesaan yang pengen banget saya tinggali. Insyaa Allah ada jalan ke sana. Kalau mau maksain sekarang bisa aja. Tapi mungkin mudharatnya akan lebih banyak daripada maslahat. Saya juga masih berhubungan dengan beberapa amanah organisasi di sini. Ini rencana jangka panjang, insyaa Allah. *LIKE DAN KATAKAN AAMIIN*

Itu gambar ilustrasinya terlalu bagus :/

4. Toko Buku Offline

Jangka panjang. Insyaa Allah 2020. Huwaaaaa aamiin! Mulai sekarang mesti itung-itung modalnya perlu berapa. Yah, kalkulasi manusia buat persiapan aja. Kalo kalkulasi versi langit, wallahu’alam di tengah jalan ternyata modalnya NOL RUPIAH.

Saya ngajakin sahabat untuk rencana yang satu ini. Susah-susah gampang nyari temen yang sama kesukaannya, apalagi bookgeek. Alhamdulillah punya satu yang semangat dan selalu antusias diajakin apa pun selama itu tentang dunia perbukuan dan kepenulisan.

***

 

Apa lagi ya? Itu dulu deh. Disambung di postingan yang baru. Sekalian bayar utang ngeblog. Bhay.

 

Advertisements

12 comments

  1. Waw kabul kajate nggih! Semoga Alloh beri kemudahan.

    1. aaamiiiin mbaktike 🙂

  2. Perpustakaannya 😆

    1. itu sebenernya toko buku, hehe

  3. Apapun, semoga kebaikan untukmu Sekar… 🙂

    1. aamiin, semoga untukmu pula, beibeh 😉

      1. Mantap Gan 🙂

  4. AAAAAAAAAAAAAAAAKH! AKU PUN INGIN JADI PENULIS BUKU :’)

    1. yaudah jadi penulis sekarang. nunggu apa lagi 😀

      1. Aamiin ya Allah :’)

        Seandainya yang punya penerbit macam bukune, gagasmedia, GPU, dll itu bapakku mah enak ya sepertinya 😦

  5. […] ngelanjutin rencana abis puasa part 1, kemungkinan rencana-rencana itu terealisasi sudah lebih dari 50%. […]

  6. […] itu saya pernah menulis kalau saya mau berhenti jadi wartawan karena alasan-alasan ini. Tapi ternyata jalan cerita berubah dari apa yang saya […]

Terima kasih sudah berkunjung :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: