Author Archives: Sekar

Bangga Jadi Wartawan Muslimah

Kata Kahlil Gibran, cinta akan merasakan kedalamannya saat perpisahan tiba. Saya buktikan puisinya beberapa kali. Dan untuk kali kesekian, saya berhasil dibuat berantakan atas fakta bahwa perpisahan itu begitu tega meninggalkan manusia, lalu hanya menyisakan kenangan beserta rindu yang menderas, rindu yang susah pergi, rindu yang hobinya membuntuti. Advertisements

Numpang Berkah Orangtua

Sebetulnya, saya yang hidup dengan demikian banyak kenikmatan ini, ternyata lebih karena saya sedang menumpang berkah orang tua, khususnya Ibu. Saya biasa memanggil dan menulis panggilannya dengan sebutan Ibuk. Ada huruf tambahan K, sebagai tanda bahwa saya sangat mencintai beliau dengan segala kebersahajaan, kesabaran, dan kekokohannya sebagai seorang wanita.

Rencana-rencana Pasca Ramadhan 2017 #2

Abis chit chat sama sahabat. Yah, standar ciwi-ciwi, ngobrol ini itu seputar suasana hati. Kalo lagi dalam keadaan ga baik, saya pilih dapur jadi destinasi. Masak, bersihin kulkas, motong sayuran, rajang aneka bawang abis itu ditempelin ke mata biar semua tangis kesedihan keluar secara total. Halah halah.

Ketika Dikejar Deadline…

Kalo lagi dikejar deadline, kira-kira apa yang ada di pikiran penulis? Satu : muncul semua kemampuan dewa; kreativitas, ide-ide cemerlang ajaib keren unik dst dst. Dua : singkirkan semua pekerjaan, mari bermalas-malasan!

Rencana-rencana Pasca Ramadhan 2017

Hari terakhir Ramadhan, hari pertama saya mulai ngeblog lagi (Yeaaay!) Setelah jutaan tahun blog nggak diurus, ditengok pun enggak, kini saatnya saya umumkan bahwa saya hendak pindah ke domain pribadi .com. Ugh yeah! *salsadancing* tapi masih diurus sih, dan gagal muluk. Bhahak! Ada banyak kejadian selama saya vakum ngeblog. Pun pertimbangan-pertimbangan yang belum jadi kenyataan […]

Akhirnya, Ada Ghibli di Jakarta!

Ternyata, butuh sepasukan Studio Ghibli datang ke Indonesia supaya saya tergerak untuk menulis kembali di blog ini. #apabanget Kira-kira, sejak jadi mahasiswi tingkat akhir, saya mulai kenalan dengan semua kartun karya Hayao Miyazaki. Ingat sekali, hampir setiap hari saya duduk 12 jam lebih di perpustakaan kampus, mengunduh film, mulai dari Holywood, Bolywood, Thailand, Jepang, Korea, […]

Sepucuk Surat untuk FLP Bogor

Seperti Inilah Jalan Para Penulis Tak pernah ada yang mudah dari pekerjaan manusia di dunia, apapun bentuknya. Menjadi penulis, misalnya. Semakin kemari, semakin saya tersentak bahwa ini adalah pekerjaan luar biasa berat. Menjadi penulis, berarti menjadi ’Tangan Tuhan’, menyampaikan maksud-Nya kepada orang-orang dengan jujur, benar, dengan sepenuh kesantunan, dengan bahasa paling mudah untuk diterima. Bukankah […]

Cerita Si Kuli Tinta #6

Di kantor, khususnya anak baru yang rawan diplonco senior, rolling tugas liputan jadi momen paling dag-dig-dug-ser. Pasalnya, sebagai wartawan, saya harus siap bertemu orang dengan jenis watak yang baru lagi, dan tentunya siap menulis berita model news. Oh ya, saya belum pernah cerita ya tentang pengalaman selama enam bulan jadi wartawan. Saya dapat halaman non […]

Rasanya Hidup di Jakarta

Enam bulan lebih tinggal di Jakarta, akhirnya saya tahu kenapa kota itu disebut-sebut sebagai kota dengan kehidupan yang kejam, keras, manusia-manusianya harus tahan banting, pokoknya segala sebutan yang berbau banting tulang, termasuk ‘kerja apa aja yang penting bisa tetep hidup’ 

Ketika Pekerjaan Melenceng dari Jurusan

Dosen saya pernah bilang, hanya 30% lulusan PT yang bekerja sesuai bidangnya/program studinya. Sisanya, kemana saja; mengejar passion yang sudah lama ditinggalkan, menekuni hobi, jualan, jadi IRT, atau bahkan nasibnya jauh dari ekspektasi pendidikan alias bekerja serabutan, dan jenis-jenis pekerjaan yang dianggap (maaf) rendah.

Lulusan Pertanian, Kenapa Jadi Wartawan?

Well, ini pertanyaan yang jutaan kali orang tanyakan, khususnya dari narasumber yang saya liput. “Kamu lulusan pertanian, kenapa jadi wartawan?”

Jadi Berani Itu Susah

Berangkat dari keterkejutan saya terhadap kisah kakak kelas di penjara, sebagaimana yang pernah saya tulis di sini, ternyata rupa keberanian itu memang tidak bisa dilihat dari seberapa besar ukuran dan bentuknya, tapi sangat bisa didefinisikan. Definisi itu muncul dari sikap dan tatapan seseorang yang dalam dirinya hanya ada dua sudut pandang; kematian dan perjumpaan.

Cerita Si Kuli Tinta #5

Sudah hampir dua bulan saya jadi karyawan kantor. Menyenangkan? Ya, lumayan. Saya sudah mulai menikmati rutinitas jurnalis yang bolak-balik bertemu orang baru, tokoh besar, orang-orang hebat, termasuk berulang kali menulis berita yang diburu tenggat waktu pengumpulan dan berkali-kali juga bikin ngos-ngosan. So far, saya bisa mengikuti alhamdulillah… 

Definisi Orang Berilmu

Dalam setiap diskusi, orang-orang berilmu akan menunjukkan seberapa tinggi derajatnya. Dia tidak pernah pamer, tidak juga unjuk gigi, apalagi sengaja memunculkan dirinya di hadapan publik. Allah lah yang mengangkatnya, memperlihatkan kepada penduduk bumi bahwa Ia punya hamba yang dengan isi kepala demikian cemerlang, hatinya tetap di tanah, merendah.

Rahasia Si Penulis Lepas #2

Aku sudah disibukkan dengan kegiatan baru. Pekerjaan kantor yang menumpuk, ponsel yang tidak pernah berhenti berdering dan memunculkan pemberitahuan bahwa ada janji dengan klien yang harus kupenuhi cepat. Bahkan aku bisa menghabiskan 24 jam di kantor hanya untuk bekerja. Lebih tepatnya, bekerja keras melupakanmu.