Category Psychology

Takut Gagal Ujian Masuk

Saya takut, saya tidak lolos seleksi untuk lanjut kuliah ke jenjang master. Syaratnya memang harus pakai tes. Ketakutan saya agaknya lebih tepat disebut ketakutannya pecundang. Setiap saya cerita tentang ini, Ibuk selalu bilang, “Kamu nggak perlu mikir begitu. Wong belum mulai kok udah mikir gagal. Ibuk yakin kok kamu diterima.”

Tentang Update Status di Facebook

Sekitar 3 hari lalu saya update status di facebook. Status yang cukup panjang dan akan bersambung selama… entah berapa hari ke depan. Boleh jadi sampai seterusnya, saya akan lebih rajin posting status. Eh, ini kemajuan bukan ya? Pasalnya, saya paling malas update status. Kenapa ya? Saya kok selalu merasa takut gitu. Takut orang-orang akan mudah […]

Akselerasi Pendewasaan

Mendidik anak sama dengan mendidik zaman. Setiap tantangannya hanya dapat dijawab oleh orang tua yang punya kekokohan iman, kerapihan struktur pengetahuan, dan bermental pahlawan. Rumah dan orang tualah tempat pertama yang harus siap sedia menjawab berbagai macam pertanyaan dasar utama, berhubungan dengan pembentukan pola pikir dan cara pandang anak.

Untuk Para Perempuan…

Disaat kita bicara tentang segumpal daging bernama hati, rasa-rasanya semua orang selalu sulit menerka, meraba, merupa, terlalu rumit urusan ini. Jikalau benar begitu, jikalau memang ia demikian absurd, maka bagaimana perempuan bisa bertahan dengannya, bersama perasaan yang selalu campur aduk bahkan dalam satu waktu. Bagaimana?

Baper (?)

Saya punya sepupu. Waktu kami kecil, kami sering main bareng pas liburan sekolah di rumah Eyang. Dia usianya lebih muda berapa tahun ya, sekitar 5 tahun lebih mungkin. Anaknya keliatan pinter sik emang dari kecil. Pinter, nakal, cengeng. Tiap saya main sama dia, saya selalu disuruh Ibuk ngalah. Mau dia yang bener atau salah, ngerusakin […]

Dont be Disgusted with Rainbow

Pantesan! Beberapa pekan lalu gue liat tanda pelangi di WP, nyempil aja gitu di atas pas buka dasbor. Belakangan gue baru paham itu semacam icon yang dipake kaum LGBT untuk membangun lambang filosofis atas paham mereka. Gile, nggak ada pilihan lain selain pelangi ya? Itu ciptaan Allah Swt yang terlalu indah buat dijadiin lambang ‘begituan’. […]

The Type of Bedroom and Owners

Gue adalah makhluk kamar, kalo lagi di rumah tapi. Menikmati segala sesuatunya ketika di rumah, yaitu itu di kamar. Ini agak ansos sih sebenernya. Anti sosial. Kalo kata Ibuk, gue egois tiap pulang langsung ngamar. Yah, gimana dong, buku-buku gue numpuknya di kamar. Kalo pulang ke Semarang pun, gue langsung ngamar. Tinggal Bapak marah-marah. Wkwkwk. […]

Mixing: Introvert vs Ekstrovert (?)

Tiap mau posting sesuatu, gue selalu cari-cari topik yang, well, nggak terlalu curhat banget. Uhm… gimana ya ngejelasinnya. Disaat temen-temen gue dengan pasti menyatakan kalau gue adalah makhluk ekstrovert, over, high, definitely, absolutely, certainly, for sure! gue butuh satu tempat di mana gue bisa bebas bicara, for free to say that i am introvert, okay? […]

Buku dan Kacamata Baru

Ketika saya mulai dihadapkan pada bentuk kehidupan luar yang sungguh keras dan cadas, sekitar tahun 2013, saya nyaris collapse. Ternyata, imunitas yang dibangun selama di kampus, jauh dari kata cukup. Pada waktu itu, ketika kawan-kawan saya sibuk dengan organisasi, asah softskill, saya coba meraba bagaimana bentuk dunia di luar dinding yang -ampun!- nyaman sekali. Ternyata, […]

Nilai

Gue punya temen yang sering takut sama penilaian. Sebut aja temen gue itu dengan nama Melon. Pandangan yang orang berikan buat dia, sering dia takuti.

TONGKAT CINTA, SELIPAN UANG dan FABEL AESOP

Originally posted on Journey of Sinta Yudisia:
Selalu ada cerita menarik saat berbagi pengalaman, metode, plus minus dalam mendidik anak. 22 November 2014 , memperingati Hari Pahlawan, fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) menyelenggarakan acara bedah buku Sketsa Cinta Bunda karya Sinta Yudisia dan Sekolah Para Pencari Ilmu karya Hamdiyatur Rohmah Chalim. Dan, acara…

Ibu Primary Object, Ayah Secondary Object : Ibu atau Ayah Pendidik Utama?

Originally posted on Journey of Sinta Yudisia:
Mommy First Dengarlah apa yang dilakukan Nosekeni Fanny, istri ketiga Mphakanyiswa. Setiap kali anak-anaknya selesai bermain, Nosekeni menyiapkan makanan dan cerita heroik bangsa Xhosa. Cerita-cerita ini merangsang imajinasi suku Qunu. Salah satu cerita kegemaran putra pertamanya, Rolihlala adalah kisah seorang perempuan katarak yang menjadi musafir. Ia berkelana mencari…

Belajar Psikologi dalam Balutan Karya Seni

Ini GILA! Bagaimana bisa menjadikan keilmuan yang diperoleh dari bangku akademik, tiba-tiba terlibat dalam sebuah novel fiksi? Sinta Yudisia berhasil menyajikan teori psikologi dalam balutan jubah estetika yang menawan. Setelah novel Rinai, Sophia & Pink, inilah novel berikutnya yang menonjolkan ilmu psikologi. Novel ini memenangkan juara ketiga dalam kompetisi menulis Tulis Nusantara 2013 yang diselenggarakan […]

Prepare The Child

“Knowledge exists potentially in the human soul like the seed in the soil; by learning the potential becomes actual” (Medieval philosopher Al-Ghazali, known in the West as Algazel) Maunya bikin judul pake bahasa indonesia. Tapi biar keren dan nggak keliatan frontal pake bahasa inggris aja. Hahah. Selamat lebaran ya jamaah bloggeriyah wa wordpressiyah. Mohon maaf […]