Tag Archives: Esai

Setan-setan

Wilayah Maghrib dan Andalusia menjadi salah satu pangkal dari lahirnya keahlian tulis-menulis. Para Guru mendiktekan paragraf demi paragraf dan anak didiknya menuliskan kembali apa yang diucapkan sang guru, hingga tulisan mereka semakin baik dari hari ke hari dan jari-jarinya memiliki naluri untuk menulis. Sampai para murid dikatakan ahli (Mujid). Adalah mereka, para murid yang disebut […]

Membiasakan Pekerjaan Berpikir #1

Satu pekan belakangan ini saya sedang bolak-balik membaca dua majalah dari INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization). Isinya tentang perbedaan isu pendidikan Islam dan sekuler beserta kajiannya dari sudut pandang ulama pada awal sejarah hingga kontemporer. Saya pikir, semua anak muda harus kritis terhadap isu macam itu, terlebih calon orang tua. […]

Rumah Tradisional dan Lahirnya Integritas Moral

Berikut saya cantumkan naskah esai saya yang sempat disinggung di postingan ini. Sebuah naskah yang saya selesaikan mepet deadline (dini hari), mata sudah goyang dombret, leher goyang patah-patah, kepala nyut-nyutan menahan godaan bantal buluk di samping saya sewaktu menulis ini. Setelah beberapa hari kemudian saya cek lagi diksinya, struktur kalimat, tata bahasa, betapa hancur hatiku~~ […]

Email dari Kemendikbud

Sambil denger San Fransisco-nya The Beach Boys, sambil dag-dig-dug karena mau seminar hasil pekan depan –setelah kemarin sempat diundur karena hal teknis– Ya sudah, memang begitu rencana Allah. Saya mau cerita soal itu. Seminar yang rencana awalnya akan berlangsung besok Rabu. Departemen saya termasuk Departemen yang mudah sebetulnya, cuma dimana-mana hal yang lumrah itu kan […]