Tag Archives: Sahabat

Pertanyaan Menyebalkan

Saya pernah (bahkan sering) merasa sebal minta ampun dengan orang yang bertanya tentang sesuatu macam anak balita. Pertanyaan-pertanyaan dasar yang jawabannya bisa dia usahakan dulu, bisa dia cari sendiri sebelum pertanyaan itu keluar dari mulut. Soal literasi misalnya. Sering orang bertanya ke saya, Orang (O): “Kamu bisa dapat info lomba nulis dari mana?” Saya (S): […]

Di Atas Tikar

Sudah kusiapkan tikar untuk pertemuan kita di masa depan. Sambil duduk, kelak akan kita nikmati suatu pagi yang jernih dan sayup. Di sampingnya, sudah siap camilan manis, gurih, dan asam. Setiap kita mulai mencicip salah satunya, selalu saja mewakili satu rasa di masa lalu. Ketika kita saling memandang, di sanalah letak cerita berkelindan membawa cinta.

Morning Rain

Namanya Kahfiya, lebih sering dipanggil Key. Dia adalah salah satu teman saya yang –selain membaca buku dan berdoa– selalu berbicara setiap malam dengan Coki sebelum tidur. Coki artinya cokelat dan indah, begitu nama yang ia siapkan sejak dua bulan, sebelum Ayahnya menjanjikan kehadiran Coki mengisi rumahnya yang cuma dihuni dua kepala; Key dan bibinya.

Hari Paling Baper

Akhirnya… saya sidang! Oh begini ya rasanya diuji tiga dosen, ditanya materi-materi dasar selama kuliah empat tahun, dibikin tegang –yeah, beberapa pertanyaan sederhana nggak bisa gue jawab. pfft– demi menguji mental calon sarjana yang diiharapkan lulus nggak cuma bawa ijazah. Saya bukan mau cerita tentang prosesi sidang –yang sesungguhnya sudah akan saya lupakan– tapi cerita […]

Buatmu, Di Pulau Beo

“Sekar, di sini sulit air. Hanya bisa mandi 2 kali sehari. Kadang sampai 3 hari tak mandi. Tidak ada listrik, tidak ada signal, tidak ada warung apalagi pasar. Memang susah dan kadang sebal karena repot sekali cuma untuk masak makanan. Cari kayu bakar dulu, itupun harus ke gunung. Mau mandi, harus ambil air ke sumur, […]